Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 70


__ADS_3

Sean mendekati istrinya itu, lengan kekarnya meraih pinggang ramping Yuna. "Kalau sudah seperti ini, apa kau siap jika aku tak tahan! hmmm?..."


Yuna sadar dengan ulahnya. "Haha sebenarnya aku berani berpakaian seperti ini baru sekarang, berhubung status kita juga sudah menikah aku pikir tak masalah.."


"Bukan itu jawaban yang ingin ku dengar.." Timpal Sean tak lepas menatap lekat wajah cantik Yuna.


Wanita itu peka, ia memegang kedua pipi Sean. "Bagaimana jika aku belum siap?..."


"Makanya jangan coba-coba menggodaku!.."


"Aku tidak menggodamu..." Balas Yuna.


"Lantas ini apa?..."


"Nge-gym with sahabat sekaligus suami kan?.." Sengaja Yuna.


"Aku bukan sahabatmu ingat itu, suatu saat kau pasti akan membalas perasaanku ku pastikan itu, Anindrya!.." Timpal Sean penuh penekanan.


Yuna tersenyum. "Benarkah??..."


"Ssssshhhh!...." Desis Sean menahan gemas sambil menggigit bibir bawahnya, entah kenapa istri bar-barnya ini membuat perasaan Sean semakin tak menentu.


"Jika kau belum siap untuk memberikan hak, layani suamimu dengan cara lain buat hasratnya jadi mereda.." Lanjut Sean.


"Contohnya?..."


Telunjuk Sean menyentuh bibir lembut Yuna, memasukkan satu jarinya hingga mengenai lidah wanita itu. "Dengan ini, atau.....


Lengan kekar Sean turun ke dagu, semakin turun ke leher, terus turun hingga di bagian dada atas Yuna. Yuna seketika terdiam, jantungnya berdebar kencang saat jari telunjuk Sean berada di antara belahan gundukan kencangnya. "Yang ini juga bisa...." Bisik lelaki itu lembut.


Hawa tubuh Yuna seketika memanas, ia sontak melepaskan diri dari dekapan Sean. "Ah itu mari kita nge-gym, kapan mulainya jika ngobrol terus..."


Sean tersenyum menyeringai, rasanya senang sekali membuat pipi Yuna merona akan ulahnya. "Kali ini ku biarkan, tapi nanti jangan harap Anindrya. Kau membangunkan sesuatu yang sedang tidur!..." Batin Sean.


Suami istri rasa sahabat begitulah rasanya, layaknya sedang menunggu balasan cinta dari teman namun dalam hal sudah sah terikat pernikahan.


Sean melanjutkan kembali aktivitas nge-gym tidak jauh dari Yuna, Yuna sendiri diam-diam melirik Sean, dimana lelaki itu sangat terlihat sexy bahkan menggoda, dengan tubuh kekarnya yang atletis dibiarkan terekspos begitu saja.

__ADS_1


"Bidang sekali, apa aku bisa menyentuhnya?." Batin Yuna. "Aih pikiranmu kenapa jadi liar?..."


Sekitar 25 menit Yuna memilih berhenti, keringat sudah membasahi tubuh idealnya. Namun Sean, lelaki itu masih melanjutkan hobinya.


"Sudah selesai?.."


"Hmmm.." Jawab Yuna terengah-engah sambil minum air.


"Seharusnya kita sekarang terengah-engah bukan karena Gym Anindrya!..." Batin Sean, lelaki itu tersenyum tipis entah apa yang dipikirkannya.


Dalam waktu bersamaan tiba-tiba handphone Yuna berdering, rupanya itu panggilan dari Kaira, ia keluar dari ruangan gym takut mengganggu Sean.


"Ya Kai???..."


"Lo liat Yun sekarang udah jam berapa?..." Tanya Kaira dari seberang.


Yuna melirik jam dinding. "Sebentar lagi jam 10 siang, ada apa?.."


"Masa lupa? kita kan mau nyari hotel buat lo tempati.."


Yuna seketika menepuk jidatnya, ia ingat pernikahan dadakan ini Kaira sendiri belum tahu. "Kayaknya gak jadi deh Kai, soalnya gue... gue...."


"Gue nikah sama Sean 2 jam yang lalu Kai..." Lirih Yuna yang sekilas melirik Sean di ruang gym.


"WHAT!!!...." Pekik Kaira, tentunya ia terkejut.


"Gara-gara masalah tadi pagi yang salah paham, sebenarnya semuanya sudah terungkap, tapi pada akhirnya gue dan Sean dinikahkan juga sama nyokap dan bokap.." Jelas Yuna.


Kaira tercengang. "Lo gak papa kan Yun? jadi nikah dadakan gara-gara kejadian tadi pagi...."


Yuna tersenyum. "Gak Kai gue juga menerimanya, ya walaupun masih tak menyangka saja.."


Terdengar Kaira terkekeh. "Gadis bar-bar dapet cowok dingin, cocok banget..."


Yuna tersenyum sekilas.


"Yaudah selamat ya Yun, ingat cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu!, nanti gue kirim sesuatu buat lo, jangan lupa dipake pastinya Sean suka!.." Ujar Kaira.

__ADS_1


"Apa? makanan?..."


"Tunggu saja, gak lama kok nanti ada yang nganterin ke sana..."


"Hmmm oke..."


Panggilan pun berakhir.


Yuna sendiri memilih mandi membersihkan diri dari rasa gerah.


Benar saja tidak lama bel apartemen bunyi, Sean seketika berhenti dari aktivitasnya, ia menghampiri pintu melihat siapa yang datang.


"Cari siapa?..."


"Ini ada paket buat nona Yuna.." Ucap tukang paket itu seraya menyerahkan pada Sean. "Kalau begitu permisi..."


"Ya..."


Sean menutup pintu kembali, ia melirik kotak itu. Karena penasaran Sean membukanya, mata tajamnya seketika membulat sempurna. "Apa dia sengaja memesannya!..."



"Padahal tak usah pakai seperti ini, tanpa penutup apa pun itu lebih indah..." Gumam Sean..


Tidak lama Yuna keluar dari kamar, ia terdiam mematung mulutnya sedikit menganga saat melihat Sean menjinjing dua gantungan lingerie transparan. "Apa itu!..."


"Bukankah kamu sendiri yang pesan? tadi ada tukang paket nganterin...."


Yuna seketika sadar jika itu kiriman dari Kaira. "Haish! ini dari Kaira bukan aku yang pesan.."


Sean sontak menyerahkannya pada Yuna. "Yaudah pake!..."


Yuna tersenyum kikuk seraya menyerahkan kembali pada Sean. "Kamu aja..."


"Lah kok????..."


Pipi Yuna sudah merona. "Maksudnya kamu yang simpan, aku tidak mungkin pakai ini sekarang..."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2