Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 89


__ADS_3

Terlihat senyum sinis dari ujung bibir Alia. "Aku tahu, tapi aku tidak membutuhkan istrinya yang aku butuhkan suaminya!..."


Yuna menggertakan rahang kuat, rasa cemburu juga amarah membara dalam diri wanita itu.


"Ck!..." Decak Alia menepis tangan Yuna yang menahan tubuhnya. "Apa kau benar-benar bisu? sudah ku bilang dimana Sean! kalau begitu minggir biarkan aku masuk!!..."


Tetap saja Yuna menghalangi jalan itu. "Apa yang kau inginkan lagi? sesama wanita mungkin kau paham maksudku Alia!. Katakan kepadaku apa tujuanmu datang ke sini!..."


Alia memutar mata malas, istri mantan kekasihnya ini benar-benar membuatnya jengkel. "Tujuanku bukan dirimu, Sean. Jika kau tak panggilkan dirinya, maka biarkan aku masuk ke dalam!..."


Yuna mengepalkan tangannya kuat. "Jangan memancing amarahku! aku sudah bicara baik-baik, namun kau benar-benar keterlaluan Alia. Apalagi hah?? mengejar Sean yang sudah pasti tak menginginkanmu lagi? atau mendekatinya untuk kembali ke masa lalu?.....


"Silahkan! bebas mau makan belatung di hadapannya sekaligus, i don't care!!... Tapi mikir pake otak! masih ada kan??? tingkahmu sangat menjijikkan, masuk ke dalam rumah tangga orang lain!!..." Kecam Yuna mengeluarkan unek-uneknya.

__ADS_1


Yuna mengangkat tangannya. "Sekarang pergi!! sebelum cara kasar yang akan mengusir mu, pergi j*lang!!!...."


Mata Alia melotot dengan perkataan wanita itu. "Heh!..." Ia mendorong tubuh Yuna karena emosi. "J*lang katamu!! apa susahnya tinggal panggilkan Sean, rumit sekali sampai menghalangi jalan seperti ini!!..."


Yuna memejamkan mata sekilas, menahan emosi, tatapan dinginnya masih tertuju pada manusia satu itu. "Sekali lagi pergi!...."


"Tidak akan! siapa kamu? enak saja, cuma wanita pelampiasan Sean hanya untuk melupakanku. Aku tidak akan pergi sebelum bertemu dengan dia, minggir!!...." Pekik Alia, kedatangannya ke apartemen tidak mau sia-sia.


"Sean!!! Seann!! Seannn!!! keluar!!, aku datang. Singkirkan j*lang ini dari hadapanku!!...." Teriak Alia memanggilnya dari sana.


"Aaaaaakkkh!!!..." Pekik Alia terlempar ke tembok hingga terjatuh, ia meringis kesakitan bahkan saking sakitnya suara rintihan Alia tak terdengar lagi.


Yuna menindih tubuh Alia, menarik rambut bergelombang itu menjambak nya habis-habisan. "Apa ku buat saja kau jadi makanan piranha, hah!!!!...." Bentak Yuna.

__ADS_1


"Aakkhhh!!... Sakit!... Aaaakkkh!!..." Pekik Alia, ia tak mau kalah menjambak rambut Yuna. Namun sayang, sakit yang luar biasa pada perutnya membuat dia tak berdaya.


Dua pegawai hotel yang lewat terkejut, mereka langsung menghampiri dan dan menarik tubuh Yuna melerai keduanya. "Stop nyonya!..."


Sementara itu...


Sean mengerjapkan mata saat samar-samar mendengar keributan, ia keluar kamar melihat sekeliling ruangan. Mata kantuk itu seketika melotot saat melihat kegaduhan di pintu apartemen. "Anindrya!!!..." Sean berlari menuju ke sana.


"Sudah nyonya, dia bisa mati!..." Ujar dua pegawai lelaki itu yang menahan tubuh Yuna memegang erat pinggangnya.


Sean menarik Yuna dari dua pegawai di sana. "Lepas dia istriku!..."


"Ah maaf tuan kami tak bermaksud.." Hormat mereka. "Kami hanya melerai keributan yang terjadi di antara mereka berdua..."

__ADS_1


Sean menatap Yuna setelahnya ia menatap Alia yang berbaring lemah di lantai. "Apa yang kau lakukan di sini!!!..."


"S-Seannn tolong a-aku!...." Lirih Alia terbata, perutnya merasakan sakit yang luar biasa, hingga ia terkulai lemas pingsan di tempat.


__ADS_2