
Yuna menegang saat lengan kekar Sean sudah berada di antara sel*ngk*ngan-nya, menyentuh area sensitif itu penuh kelembutan. "S-Seannn aahhhhhhh!...."
Sean tersenyum saat tubuh indah istrinya bergetar, entah kenapa Yuna saat ini terlihat sexy sekali. "Ya honey?...."
"Mmmmhhh!....."
Saat Yuna menengadah akan ulah Sean, dua gundukan nyembul tanpa penutup itu terlihat jelas keluar dari permukaan air.
Sean menelan salivanya, miliknya di bawah sana sudah tegang melihat pemandangan indah ini. "Kau cantik sekali Anindrya..."
"A-ah!... aahh!..." D*sah Yuna, saat jari lelaki itu mempercepat ritmenya di bawah sana, bermain leluasa dengan kli*oris istrinya.
Bibir Sean meraup bibir sexy Yuna, menyesapnya penuh agresif.
Tidak berselang lama, Yuna menegang ia mencapai pelepasan akan jari Sean. Wanita itu dengan nafas masih terengah-engah menatap lekat wajah tampan suaminya yang dari tadi tak berhenti senyum.
"Bolehkah aku ikut berendam Anindrya?..." Lirih Sean.
Dengan perlahan Yuna mengangguk. "Iya...."
Sean berdiri, ia melepas kaitan handuknya. Yuna seketika mengalihkan pandangan karena malu saat melihat kembali milik suaminya yang sudah berdiri tegak itu.
Di lemparkannya handuk oleh Sean dengan sembarang, ia memasuki bathub duduk dengan posisi Yuna di depannya. "Ternyata segar sekali, apalagi jika bersama dirimu..." Gumam lelaki itu yang membuat Yuna tersipu.
Lengan kekar Sean menarik perut rata Yuna membawanya ke dalam dekapan, bibir lelaki itu tak henti-henti mengecup leher jenjang istrinya dari belakang. "Aku menginginkan keturunan dari rahimmu, sangat bahagia sekali jika apartemen ini penuh dengan gelak tawa mereka sayang...."
"Hmmm..." Lirih Yuna.
__ADS_1
Sean meletakkan wajahnya pada leher Yuna, lengan kekarnya yang berada di perut naik ke atas me*emas dua gundukan kencang itu, membuat Yuna menggigit bibir bawahnya. "Ahhh...."
Bukan hanya rema*an, Sean memainkan dua pu*ing berwarna pink itu dengan lihai. Tubuh Yuna bergetar akan rasa geli juga nikmat yang ia rasakan bersamaan.
"Di sini dingin, jangan lama-lama. Mari kita pindah..." Bisik Sean yang diangguki Yuna.
Ia berdiri seraya mengangkat tubuh istrinya, setelah mengeringkan tubuh dengan handuk, Sean mendekap Yuna dari belakang, menggendong tubuh polosnya membawa ke kamar.
Kini keduanya berbaring di atas kasur tanpa penutup sehelai benang pun, Sean menggerayangi tubuh indah Yuna dengan leluasa menyalurkan hasrat yang selama ini terpendam.
D*sahan lembut yang keluar dari bibir Yuna membuat gairah Sean semakin menjadi.
Yuna meremas kuat sprei saat Sean membuka sel*ngk*ngan-nya, menggesekkan miliknya yang sudah tegang itu.
Entah sengaja atau memancing, Sean tersenyum dengan ulahnya. "Kau menyukainya sayang??..."
Wajah lelaki itu naik ke atas, mencium rakus kembali bibir Yuna dengan rem*san lembut pada dua gundukan kencangnya. "Mari kita mulai permainan ini...." Bisik lembut Sean.
Yuna menggigit bibir bawahnya saat miliknya terasa penuh oleh benda pusaka itu, dengan satu hentakan akhirnya milik Sean sudah tertanam di sana.
Dengan perlahan pinggul itu maju mundur, semakin ke sini ritmenya semakin cepat. D*sahan lembut yang menggairahkan keluar dari bibir masing-masing.
Sean sangat liar sekali, tak satu pun bagian tubuh istrinya yang tak ia jelajahi. "Aaahh!.. sshh... aaahh!..."
"S-Seannn... eemmm.. aahh!..."
"Ya honey, yeaaahhh!...."
__ADS_1
Tubuh Yuna terguncang hebat akan penyatuan panas itu, dua gundukan nyembul yang naik turun itu tak Sean lepaskan. Ia men*ilatnya dengan rakus memainkan pu*ing berwarna pink itu membuat Yuna melenguh tak karuan. "Mmmmhhh!...."
Suara beradunya pinggul terdengar nyaring di seluruh ruangan, Yuna meremas kuat rambut Sean saat mencapai klim*ks, tidak lama tubuhnya bergetar. "Aaaaahhh!...."
"Ssshhh, aaaakkkhhh!!!..." D*sah Sean yang mencapai puncaknya juga.
Ia ambruk menindih tubuh Yuna tanpa melepaskan miliknya di bawah sana, nafas keduanya terengah-engah. Sean mengelus wajah cantik sang istri menatapnya dengan dalam. "I love you more..."
"Me to..." Lirih Yuna.
Sean kembali menggerayangi tubuh Yuna, ia melahap rakus dua gundukan nyembul itu layaknya bayi kehausan.
Ia mencium bibir ranum istrinya, setelahnya berdiri merubah posisi gaya penyatuan. Yuna tidur menyamping, Sean mengangkat sebelah kaki jenjangnya.
Ada sensasi lain saat melakukannya dengan gaya seperti itu, tubuh Yuna kembali terguncang diiringi dengan d*sahan kenikmatan yang tak terkontrol, saat milik Sean menggempurnya dengan liar. "Ah.. aah!... S-Seannn aahhhhhhh...." Yuna meremas kuat sprei.
Karena tak tahan, tanpa melepas penyatuan. Sean kembali meraup bibir pink Yuna, me*umatnya dengan rakus.
"Oh s*it! mmmhh!... Anindrya kau nikmat sekali, sshh!..." Erang Sean semakin mempercepat ritmenya, dan....
"Aaaaaakkkh!..." Lenguh keduanya bersamaan menegang, saat mencapai puncak.
Milik Yuna terasa hangat juga berdenyut...
Mereka melakukannya bukan hanya sekali tetapi berkali-kali di tempat yang berbeda juga dengan gaya yang berbeda.
Malam dingin itu menjadi saksi, sepasang suami istri yang sedang memadu kasih penuh gairah juga gejolak cinta yang membara.
__ADS_1
Bersambung...