
"Ah mama masih tak menyangka dengan hubungan kalian berdua.." Lirih Luna yang pasrah. "Rasa curiga mama dulu ternyata benar insting seorang ibu memang kuat.."
Arka dan Kaira tersenyum sekilas tak bisa berkata apa-apa.
"Karena Kaira bekerja di perusahaanmu, tolong jaga dan lindungi dia selama di sana Arka.." Pinta Rangga yang sontak diangguki kekasih putrinya itu.
"Tentu om..."
"Kamu mau pulang sekarang apa menginap di sini? mending di sini dulu, jangan terus berkecamuk dengan pekerjaan sesekali istirahat untuk menenangkan diri.." Ujar Rangga.
"Sepertinya akan menginap di sini dulu, sambil membahas mengenai saham yang ku tanam di kantor." Jawab singkat Arka.
"Oh tentu baiklah.."
Melihat keakraban kedua orang tuanya yang bisa menerima Arka membuat Kaira tak berhenti senyum, sempat takut bakal ditentang karena Arka bekas kakak ipar, namun Rangga dan Luna malah sebaliknya menurut mereka cinta tak bisa dipaksa jika menentang pun takut hal yang tak diinginkan terjadi.
"Kai bantu mama menyiapkan makan malam di dapur, biarkan Arka dan papa bincang-bincang.." Ajak Luna.
"Oke ma..." Lirih Kaira.
Ibu dan anak itu berlalu meninggalkan pasangannya masing-masing, bergulat dengan alat dapur untuk membuat makanan.
"Kai?..."
"Iya ma?.."
"Kekayaan keluarga Ditama jauh lebih besar dari kita, mungkin akan banyak sekali yang menginginkan Arka apalagi anak itu mahir dalam berbagai hal ditambah sekarang menjadi pemegang utama perusahaan. Jika terjadi sesuatu mama akan selalu menjadi tempat untuk kamu pulang.." Lirih Luna sambil mengiris bahan makanan.
Kaira terdiam dengan perkataan Luna, ucapannya terasa tulus sekali, tanpa pikir panjang Kaira sontak memeluk ibunya itu. "Terimakasih ma i love you more.."
"Your welcome baby.."
Mereka berdua kembali memasak, setelah selesai menata hidangannya di meja makan.
__ADS_1
Semuanya makan malam bersama dengan suasana hangatnya keluarga.
Setelah selesai, Kaira menghampiri Arka yang sedang duduk di halaman rumah itu menikmati dinginnya malam sendirian.
"Apa kamu puas sekarang?." Tanya Kaira seraya duduk di samping kekasihnya itu.
"Hmmmm? puas? belum!..."
Kaira mengerutkan keningnya. "Kenapa belum puas? kita sudah mengakui hubungan ini kepada mama dan papa."
Arka menatap lekat wajah cantik itu. "Aku belum memilikimu seutuhnya, juga ketakutan yang selalu menghantui kau pergi meninggalkanku Kaira.."
"Kau berpikir seperti itu? prinsipku begini, jika hubungan yang kita jalani masih bisa dilanjutkan maka tidak ada kata berakhir di dalamnya." Balas Kaira.
Arka tersenyum menyeringai. "Kalau begitu mari kita menikah!.."
Terlihat Kaira menatap intens wajah tampan kekasihnya itu. "Bagaimana dengan papamu? dia juga harus tahu hubungan ini, namun bukan sekarang waktunya apalagi menikah, tante Veena dan orang tuaku mereka sama-sama menyuruh kita merahasiakan hubungan ini dari om Ditama sementara waktu bukan?.."
"Oke sweetie.."
"Hey nanti ada yang lihat!.." Pekik Kaira panik sambil melihat sekeliling takut ada yang memergoki.
"I don't care!.." Dingin Arka.
"Haish..."
"Sayang aku sudah izin sama om untuk membawamu pergi ke suatu tempat besok.." Mulai Arka.
"Kemana?."
"Berlibur di Villa milik keluargaku.." Jawab Arka yang tak lepas menatap lekat wajah cantik itu.
"Kita berdua?."
__ADS_1
"Hmmmm.."
"Oke kita habiskan waktu bersama di sana sebelum sibuk dengan pekerjaan.." Lirih Kaira. "Good night!.."
Cup!!!... Kaira tanpa pikir panjang mengecup pipi Arka setelahnya ia berlalu meninggalkan sang kekasih yang terdiam akan ulahnya.
"Cih! lihat saja nanti, berani sekali memancingku.." Lirih Arka.
...~...
Keesokan paginya setelah pamitan dengan Rangga dan Luna, Arka juga Kaira berlalu pergi menuju Villa yang dimaksud.
Sesampainya di sana, Kaira dibuat terkagum-kagum selain pemandangannya yang sejuk di depan Villa milik Arka berhadapan dengan pantai yang begitu indah.
"Ah mungkin aku akan betah di sini..." Ucap Kaira. "Bolehkah aku bersantai dengan leluasa di tepi pantai sana?."
"Of course girls.." Timpal Arka sambil melihat beberapa email yang masuk pada laptopnya.
Kaira sontak memasuki Villa mengganti bajunya, tidak mungkin ia bermain di tepi pantai dengan pakaian tertutup seperti yang dikenakan.
Setelah selesai Kaira sontak pergi menuju pantai tak mau mengganggu Arka yang sedang fokus dengan layar laptop.
"Tidak ini benar-benar indah sekali..." Lirih Kaira menikmati suasana pantai itu.
Arka menutup laptopnya setelah selesai membuka email satu persatu, tatapannya tertuju pada Kaira di tepi pantai sana.
"Oh **** cantik sekali!!..." Lirih Arka tak bisa berkata apa-apa melihat penampilan Kaira saat ini. "Apa dia sengaja melakukannya?.."
Arka berdiri dari duduknya seraya melepas jaket yang dikenakan, setelah itu melangkah menghampiri sang kekasih.
__ADS_1
Bersambung.....