Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 79


__ADS_3

"Aku hanya membantu menjaga harga dirinya saja, sangat tidak pantas jika sudah menikah dan memiliki anak masih ngejar-ngejar kamu..." Kata Yuna melirik Sean sekilas.


Tidak ada jawaban dari lelaki itu, ia hanya fokus menyetir.


"Boleh bertanya?.."


"Apa itu?." Tanya Sean


"Berapa lama hubungan yang pernah kalian jalani?.."


"Itu tidak penting Anindrya.." Jawab Sean, malas sekali jika membahas tentang masa lalu.


"Apa istrimu tidak boleh mengetahuinya?.."


"Maksudku bukan begitu, hanya saja kita sekarang sudah menikah. Aku tidak mau membahas masa lalu di depan masa depanku sendiri..." Jawab Sean dengan serius.


Yuna tersenyum sekilas, lelaki dingin ini benar-benar peka akan perasaan wanita. Ia beralih menatap ke arah samping kaca mobil. "Dia masih menginginkanmu..."


"Namun aku tak menginginkannya!..." Tegas Sean. "Jangan membahasnya lagi aku mohon sayang, muak sekali rasanya!..."


"Baiklah..."


"Masih ada waktu 2 jam sebelum petang, apa mau ziarah ke makam mama sekarang?..." Lanjut Yuna.


Sean terdiam sejenak ia melirik jam tangannya. "Baiklah, kita ke toko bunga dulu..."


"Iya..."

__ADS_1


Mobil itu melaju mampir ke toko bunga, sekitar 25 menit akhirnya Yuna dan Sean sampai di pemakaman. Sean menggandeng tangan istrinya berjalan menuju rumah terakhir sang ibu.


Dengan perlahan, Sean dan Yuna menabur bunga di sekelilingnya. Setelah selesai, Sean menatap nanar batu nisan berwarna putih itu.


Terlihat Sean menggigit bibir bawahnya menahan tangis, Yuna yang menyadari itu seketika mengelus lembut pipi Sean. "Jangan menahannya, tidak ada rahasia antara ibu dan anak..."


Sean tersenyum menyeringai berbarengan dengan air matanya jatuh, lengan kekar itu tak henti-henti mengelus batu nisan. "Ma, ini Yuna Anindrya istri pilihanku juga papa, jika mama masih ada pasti menyukainya juga. Sekarang aku tidak kesepian lagi karena kehadirannya, jangan sungkan-sungkan untuk datang ke mimpiku, karena hanya dengan itu aku bisa bertemu denganmu lagi..."


"Tenang di sana, aku selalu mendoakan mu dari sini..." Suara Sean bergetar, ia tak bisa menahan isak tangisnya lagi.


Yuna seketika menengadah berusaha agar air matanya tak lolos, namun ternyata gagal malah ikut terisak. Wanita itu meraih kepala Sean ke dalam dekapannya, menepuk-nepuk punggungnya menenangkan penuh kasih sayang. "Mama, bahagia di sana..."


"Iya...."


Setelah selesai, sekitar 20 menit melepas kerinduan, keduanya berpamitan untuk pulang takut kemaleman di sana.


Sesampainya di apartemen...


Sean duduk di ruang kerja saat ada panggilan dari Arka, Yuna terdiam melihat suaminya mengotak-ngatik laptop. "Ganti baju dulu..."


"Ini tidak akan lama.."


"Oke..."


Karena gerah, Yuna memilih memasuki kamar mandi. Menyalakan air bathub menuangkan aroma terapi di sana.


Setelah selesai, ia melepas semua pakaiannya juga mengikat rambut indahnya itu agar tak tergerai. Yuna perlahan berendam di bathtub. "Ah enak sekali..." Gumamnya dengan mata terpejam.

__ADS_1


Sementara itu, Sean memasuki kamar setelah selesai membuka email. Dilihatnya sekeliling tidak ada keberadaan Yuna. "Apa dia mandi?.." Pikir Sean sambil melepas pakaian kantornya.


Benar saja, terdengar suara air dari kamar mandi. Setelah semua pakaian terlepas, Sean memakai handuk sepaha, setelahnya memasuki kamar mandi di mana istrinya berada.


Terlihat Yuna tersenyum sambil memejamkan mata menikmati aktivitas berendam nya itu. "Cantik sekali..." Gumam Sean yang berjalan menghampiri.


Lelaki itu jongkok di pinggir bathub, menikmati kecantikan Yuna yang belum menyadari keberadaannya. "Hai...." Bisik Sean pada telinga Yuna.


Yuna seketika membuka matanya refleks menutupi dada karena terkejut. "Ah ya ampun!.."


"Kau terlihat menikmatinya sayang..." Ujar Sean seraya menarik tangan Yuna yang menutupi dua gundukan polos itu. "Kenapa ditutup? padahal aku sudah melihat semuanya..."


Wajah cantik Yuna seketika merah padam. "Ah itu...."


Sean meraih wajah Yuna agar menatapnya, manik keduanya kini bertemu dalam jarak yang begitu dekat. "Apa milikmu masih sakit?..."


"Tidak, perlahan hilang..."


Sean tersenyum menyeringai ia memiringkan kepalanya, menyatukan bibir mereka. Kini suasana di dalam kamar mandi itu mulai memanas, jantung Yuna berdebar akan ulah suaminya.


Lidah Sean menyesap juga ma*umat setiap inci bibir sexy Yuna, lengan kekarnya perlahan memasuki air bathub.


Yuna menegang saat lengan kekar Sean sudah berada di antara sel*ngk*ngan-nya, menyentuh area sensitif itu penuh kelembutan. "S-Seannn aahhhhhhh!...."


Sean tersenyum saat tubuh indah istrinya bergetar, entah kenapa Yuna saat ini terlihat sexy sekali. "Ya honey?...."


"Mmmmhhh!....."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2