
"Ah wanita yang dicintai kak Arka?..." Tanya ulang Kaira ia bingung harus berkata apa. "A-aku tidak tahu tan.." Lanjut Kaira, perasaan panik juga tak nyaman bercampur aduk dalam benak Kaira.
"Syok sekali mendengar jika Arka dan kakakmu sudah bercerai Kai, apalagi ya itu Arka sudah mencintai seorang wanita sebelum bertemu dengan Indah.." Lirih Veena dengan wajah murung.
"Kak Arka dan kak Indah bercerai?.." Tanya ulang Kaira.
"Iya Kai, tante pikir kamu tahu wanita yang dicintainya karena kalian berdua sering berdua ternyata tidak."
Kaira terdiam ia merasa bersalah sekali, rasanya ingin segera memberi tahu yang sebenarnya namun itu butuh waktu bagi dia juga Arka.
"Menurutmu wanita yang dicintai Arka bagaimana? anak itu tak berani memperkenalkannya datang ke rumah Kai, apa dia seorang selebritis sexy yang sering menjual diri demi popularitas seperti jaman sekarang?.."
Terlihat wajah Kaira terkejut. "Ah sepertinya tidak tan jangan berpikir seperti itu!!..."
"Tante takut biasanya feeling seorang ibu selalu benar..."
"Aku tahu kak Arka orangnya bagaimana jadi tidak mungkin tan tenang saja.." Jawab Kaira.
"Apa cewek berandal yang suka dunia malam!.."
"Oh tentu tidak tan mana mungkin!.." Timpal Kaira. "Yang benar saja aku wanita seperti itu???.." Batinnya resah.
"Lantas orang seperti apa? pikiran buruk mengenai identitas wanita yang dicintai Arka terngiang-ngiang terus Kaira, tante hanya takut saja..." Lirih Veena dengan nada khawatir.
"Seorang pemabuk! penjudi! suka main lelaki???..."
__ADS_1
"Huuuaaaacchhhiiihh!!!..." Tiba-tiba saja Kaira bersin ia benar-benar tak bisa menahannya. "Aduh ya ampun maaf tan refleks..."
Veena tersenyum sekilas. "Tak apa, kamu bersin satu kali biasanya sedang dibicarakan orang.."
Kaira tersenyum kikuk mendengar itu, memang benar ia sekarang sedang menjadi topik pembicaraan antara Veena dan dirinya sendiri. Sayangnya hanya dia yang menyadari itu.
Veena menatap lekat wajah cantik Kaira tatapannya terlihat serius. "Kalau boleh tahu kenapa kamu dulu menolak dijodohkan dengan Arka Kai? padahal tante sangat menginginkan jika kamu yang menjadi mantu.."
Kaira seketika terdiam mematung.
"Haha sudah jangan dipikirkan tante hanya becanda, apapun alasannya itu pasti pilihan kamu.." Lanjut Veena dengan kekehan. "Kamu sudah tante anggap anak walaupun Indah dan Arka sekarang sudah bercerai."
Kaira tersenyum. "Terimakasih tan.."
"Lagi-lagi panggil tan padahal sudah berapa kali disuruh panggil mama, tapi gak papa sekarang istirahatlah dulu nanti makan malam.." Timpal Veena tersenyum seraya berlalu pergi meninggalkan kamar Kaira.
Tring! sebuah pesan masuk dari handphone Kaira, wanita itu sontak melihatnya. "Arka?..."
Kaira sontak berlari ke arah jendela melihat ke luar, terlihat Arka melambaikan tangannya dari tepi kolam rumah besar itu. "Turunlah temui aku di sini..."
Kaira seketika menggeleng. "Tidak, nanti ada yang melihat!.."
"Mama dengan bibi di dapur, papa sedang istirahat dulu di kamar Kai..." Jawab Arka. "Turunlah ada sesuatu yang ingin aku berikan.."
Tidak ada jawaban dari Kaira, ia sontak melangkah untuk keluar kamar benar saja ruangan sedang sepi. Kaira berjalan menuju tepi kolam yang letaknya di samping rumah, terlihat sudah ada Arka menunggunya.
__ADS_1
"Apa kau merindukanku?." Sengaja Kaira dengan sedikit kekehan.
"Hmmm benar!..." Arka sontak menarik tangan Kaira mendorong tubuh wanita itu ke tembok mengunci pergerakannya.
"Ups!..."
Lengan Arka menarik tengkuk Kaira tanpa pikir panjang lelaki itu meraup bibir sexy Kaira sedikit agresif, ******* dan menyesapnya dengan dalam.
Kaira membuka sedikit bibirnya membiarkan Arka leluasa menyesap, tentunya hal itu tak disia-siakan oleh Arka.
Saat bibir keduanya beradu, Arka memasangkan sebuah kalung berlian putih pada leher jenjang sang kekasih. Menyadari itu Kaira melepas ciuman. "Kalung?.."
"Hmmm, jika perasaanmu masih mencintaiku jangan pernah melepasnya Kaira sampai kapanpun.." Lirih Arka.
Kaira tersenyum ia sontak berhambur ke pelukan Arka, lelaki itu sontak memeluknya erat. "Cantik sekali, kalung ini begitu cocok denganmu Kai..."
Cup!.. Kaira mengecup bibir Arka sekilas. "Terimakasih..."
Keduanya berpelukan begitu lama mengutarakan perasaan masing-masing, dari halaman rumah terlihat mobil hitam memasuki pelataran mansion Ditama. Arka melepas pelukan ia sontak menatap Kaira yang juga menatapnya. "Bukankah itu mobil om Rangga?.."
"Iya papa.." Jawab Kaira. "Ini sudah malam, ada apa ya papa datang ke sini?." Batinnya.
Bersambung...
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya sebagai dukungan, kasih saran juga kritiknya di kolom komentar!..🤗