Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 59


__ADS_3

...~...


Sesampainya di Jakarta...


Rangga menarik tangan Indah yang tak berhenti menangis, terlihat di dalam rumah besar itu Novan beserta keluarga besarnya sudah berkumpul.


Saat ini Luna tak sadarkan diri akan kabar yang sangat mengejutkan itu, ia sangat menyayangi Indah layaknya anak sendiri memberi kepercayaan mengenai hal apapun. Namun apa sekarang? dia berbohong akan hubungan dan anak yang dikandungnya selama 3 bulan.


"Pah sakit!!..." Pekik Indah.


Keluarga Novan dan juga Novan terkejut, saat Rangga mendorong tubuh Indah pada lelaki itu tanpa mengenal belas kasihan.


"Akh!..." Rintih Indah. "Papa jahat padahal aku sedang mengandung!! hiks.. hiks!.."


Novan membantu kekasihnya untuk berdiri. Kedua orang tua Novan hanya terdiam mereka sendiri merasa gagal mendidik anak.


"Kau benar-benar memalukan Indah membual di sana-sini! apa papa pernah mengajarkanmu akan hal itu hah???, kecewa sekali rasanya!!..." Bentak Rangga.


Tidak ada jawaban dari Indah ia terus terisak.


Novan berdiri menghadap Rangga. "Jangan terlalu memarahinya om, aku yang membuatnya seperti itu. Maaf baru bisa datang sekarang aku juga akan bertanggung jawab untuk menikahi Indah..."


Rangga menatap tajam wajah Novan. PLAK!!!...


Sebuah tamparan keras berhasil mendarat di pipi Novan, keduanya orang tuanya melotot tak terima. "Apa-apaan kau Rangga!..."


"Diam! ini hukuman untuk dirinya..." Bentak Rangga membuat semua orang di sana terdiam. "Sebenarnya aku tak sudi merestui hubungan kalian, namun karena kehadiran bayi itu bersyukurlah!..."


Dengan terisak Indah meraih kaki Rangga. "Pah m-maafkan aku, aku benar-benar menyesali perbuatan ini hiks!... hiks!..."


Rangga menyeka air matanya, kecewa, marah, malu, merasa dikhianati campur aduk dalam diri lelaki itu. "Sudahlah! menikah saja kalian...." Tanpa berucap lagi Rangga meninggalkan ruang tamu.


"Sekarang sudah jelas, kami berdua pulang!..." Ujar kedua orang tua Novan setelah itu berlalu pergi dengan rasa kecewa juga.

__ADS_1


Indah berdiri menatap lekat wajah lelaki itu dengan tangisan. "Kenapa kau malah datang ke rumah hah!.."


"Bukankah aku harus bertanggung jawab, ini juga keinginan kamu dari dulu Indah..." Jawab Novan.


"Kenapa tidak mengabari dulu!, gara-gara kejadian ini hal paling menghinakan terjadi padaku Novan hiks...! hiks!..."


"Seorang lelaki berkuasa memiliki pengaruh besar di perusahaan, menyuruhku untuk segera menikahimu Indah, aku bisa apa jika ingin selamat dari kebangkrutan!!.." Timpal Novan.


Indah mengepalkan tangannya kuat. "Itu pasti ulah Arka!!..."


Mungkin dirinya dari mulai sekarang akan terus dihantui rasa malu juga menyesal akan perbuatannya terhadap keluarga sendiri mau pun keluarga Arka.


...***...


"Mari kita pulang..." Ujar Arka sambil mengenakan pakaian kembali.


"Bagaimana dengan perusahaan?.." Tanya Kaira membantu mengancingkan kemeja suaminya.


"Selama dua hari aku memilih libur untuk menghabiskan waktu denganmu Kai, perusahaan Sean yang pegang..."


Arka menatap tajam wajah cantik Kaira. "Lantas buat apa aku cuti jika honeymoon diisi dengan pekerjaan Kai? pilih aku apa kain sialan itu!!..."


Kaira terkekeh. "Bagaimana jika aku memilih kain??.."


"Setiap ada waktu luang datang ke ruangan ini, puaskan hasrat suamimu kapanpun aku mau!.." Timpal Arka.


Wajah Kaira tampak merona. "Haisshh liar sekali!.."


"Pekerjaan masih ada designer lain sayang, kita honeymoon namun kamu bekerja? yang benar saja! milikku lebih menyukai yang ori daripada kw.."


"Berhenti menggodaku, aku tetap memilih bersama suami liar ini!..."


Arka tersenyum ia menggigit bibir bawahnya. "Thank you sweetie, kita habiskan waktu bersama!..."

__ADS_1


"Hmmm oke..."


...~...


Yuna sedikit terkejut dengan ucapan ayahnya sebelum pulang. "Aku di sini selama seminggu pah?.."


"Iya kamu kan tidak tahu saat meeting malah nyelonong pergi keluar, tuan Sean menyetujui untuk bekerja sama dengan perusahaan kita.."


"Untuk mempromosikan produk makanan kita, kamu nanti akan terus dituntut mempresentasikannya diberbagai meeting dengan klien lain. Papa harus pulang bagaimana dengan perusahaan di Jakarta??..." Lanjutnya.


Yuna terdiam tidak lama ia mengangguk. "Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan pah!.."


"Ya sayang..."


Yuna menatap mobil papanya hingga hilang dari pandangan.


"Harus tanya siapa nyari hotel sekitar sini?.." Yuna sedikit kebingungan di kota besar itu.


Terlihat dari kejauhan sana, Sean berjalan menghampiri mobil sambil sibuk bicara lewat handphone-nya entah dengan siapa.


Yuna berlari kecil menuju lelaki itu, Sean sedikit terkejut ia sontak mengakhiri panggilannya.


"Emmm boleh minta bantuannya tidak? aku mencari hotel di sekitar perusahaan ini Sean..."


Sean menatap lekat wajah cantik nan ayu Yuna. "Tidak bisa, kau tidak lihat aku sesibuk apa??..."


"Aku mohon, ini kota orang jadi tidak tahu! siapa lagi coba mengganggu Kaira tidak mungkin..."


"Tinggal saja di apartemenku di sana masih ada 1 kamar yang kosong!..."


Yuna terkejut. "Tapi...."


"Shuuuuutt!!!..." Telunjuk Sean menekan bibir lembut wanita itu. "Hanya itu bantuan yang bisa ku berikan, jika menolak silahkan pergi jika setuju masuklah ke dalam mobilku!.."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2