
"S-Seannn tolong a-aku!...." Lirih Alia terbata, perutnya merasakan sakit yang luar biasa, hingga ia terkulai lemas pingsan di tempat.
Kedua pegawai di sana saling tatap, sementara Yuna diam datar dengan wajah dinginnya tak peduli mencoba mengontrol amarah.
"Bagaimana ini tuan? apa yang harus dilakukan? nona ini pingsan sementara kami tidak tahu tentangnya sama sekali. " Ujar salah satu pegawai.
"Ck!!..." Decak Sean kesal, padahal ini masih pagi kenapa moodnya malah dibuat tak baik. Lelaki itu memberikan nomor Renal suami Alia kepada para pegawai. "Hubungi saja orang ini, suruh dia menjemput istrinya! aku tidak mau direpotkan dengan hal tak penting!..."
"Baiklah..." Seorang pegawai pergi sebentar untuk menghubungi Renal.
"Apa tuan tidak mau tanggung jawab?, padahal ini keributannya juga dengan wanita di samping anda.." Tanya seorang pegawai lagi menunjuk Yuna.
"Aku tahu aku salah, tapi wanita ini keterlaluan. Apa kau tahu pelakor!!!..." Timpal Yuna.
Pegawai itu terkejut akhirnya ia sadar akibat pertengkaran mereka. "Ya, saya tahu nona..." Akhirnya ia memilih diam karena tidak ada pembenaran dengan kata pelakor.
Tidak lama pegawai yang satu datang. "Sudah ku hubungi tuan..."
"Bagus!... Tunggu sampai lelaki itu datang, dan temani wanita ini!.." Datar Sean.
"Baiklah..." Jawab mereka berdua.
Sean menarik tangan Yuna, menutup pintu apartemen itu masuk kembali ke dalam.
__ADS_1
"Dia katanya ingin menemuimu, apa sebelumnya sudah ada janji?..." Tanya Yuna.
"Tidak, untuk apa sayang!! aku sudah memecatnya 5 bulan yang lalu!..." Timpal Sean.
Yuna tak menjawab lagi, ia kembali ke dapur mengiris daging yang sempat tertunda. Sean yang menyadari suasana hati Yuna, ia menghampirinya.
"Ku mohon jangan meladeni dia, biarkan saja wanita itu. Aku tak mau ucapannya menyinggung perasaan-mu Anindrya..."
"Apa wanita itu benar-benar tak punya cermin? bisa-bisanya masih ingin mendekatimu!!, aaarrrgh ya Tuhan!.. Maaf aku tadi tak bisa mengontrol diri sehingga menganggu tidurmu..." Ujar Yuna frustasi.
"Tak apa, aku malah menyukai tindakanmu Anindrya. Semakin ke sini wanita itu semakin memuakkan!..." Timpal Sean, bisa-bisanya ia dulu juga pernah menyukai wanita itu, mengingatnya terasa menjijikkan.
Ting tong ting tong!!
Ting tong ting tong!!...
"Ck apalagi!..." Decak Sean, seraya melangkah menuju pintu lalu membukanya.
Terlihat di sana sepupunya Renal berdiri. "Apa-apaan ini hah! kenapa istriku bisa pingsan Sean Candra???.."
Sean seketika mencengkram kuat lengan Renal, saat lelaki itu ingin menamparnya. "Aku tidak mengundangmu, pulanglah!..."
Cuih!.... Renal meludah sembarang.
__ADS_1
"Ternyata kau benar-benar breng*ek! masih menghubungi istriku untuk bertemu, katakan saja jangan bohong!..."
"Pulang!!..." Bentak Sean. "Bawa istrimu pergi jauh-jauh! dia yang mengganggu ketenangan rumah tanggaku, didik dengan becus jika kau benar-benar suaminya, sadarkan wanita itu bahwa sudah memiliki suami juga anak!!!...."
"Apa maksudmu??..." Tanya balik Renal dengan suara gemetar.
Sean menatap lekat sepupunya. "Ini memang menjijikkan, namun istrimu masih mengejar ku mengganggu ketenangan rumah tanggaku dan istriku Yuna!..."
"Di sini seharusnya aku yang marah, tolong kau suaminya jika menyayangi dia bawa ke arah lebih baik lagi. Kita sendiri sudah memiliki jalan hidup masing-masing!..." Lanjut Sean penuh penekanan.
Lengan Renal terlepas dari cengkeraman Sean dengan sendirinya, ia terdiam syok tentunya mendengar itu semua. Bagaimana bisa istri tercintanya, masih berusaha mengejar mantan di belakang suami sendiri??..
Yuna berjalan ke arah mereka berdua. "Aku yang menyebabkan istrimu pingsan, karena menendang keras perutnya. Sebenarnya aku tak bermaksud, namun ia benar-benar keterlaluan....
"Karena di sini juga aku salah, aku akan memberikan uang sebagai ganti rugi untuk mengobati istrimu itu!.." Timpal Yuna.
Renal memijit pusing keningnya, ia menghela nafas panjang. Dadanya terasa sesak, rasa sakit hati juga malu ia rasakan bersamaan. "Tak perlu, aku hanya ingin minta maaf kepada kalian berdua atas ulah istriku selama ini. Aku akan merubah dan mendidiknya lagi, permisi!!..."
Tanpa menunggu Sean dan Yuna menjawab, Renal keluar dari apartemen mengangkat tubuh Alia membawanya pergi dari sana.
"Untung saja suaminya masih peduli!..." Ujar Yuna.
Sean menutup pintu apartemen, ia berjalan menghampiri Yuna menarik tubuh wanita itu ke dalam dekapan. "Mari kita lupakan!, dan lanjutkan kebahagiaan ini tanpa mempedulikan para pengganggu, Anindrya..."
__ADS_1
"Hmmm, oke..."