Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 78


__ADS_3

Entah melakukannya berapa kali, yang jelas tubuh Kaira dan Arka kini sama-sama mengeluarkan keringat pada tubuh masing-masing.


Arka menarik miliknya, ia ikut berbaring di samping tubuh polos Kaira. Rasa rindu itu kini terobati.


Cup! sebuah kecupan mendarat di pipi mulus Kaira. "Kau lelah Kai?..."


"Tentu saja, dirimu liar sekali Arka!.." Timpal Kaira dengan nafas yang masih terengah-engah.


Arka mengembangkan senyum tipis. "Salahkan diri sendiri saja, salah siapa candu!.."


"Kau saja yang doyan..." Timpal Kaira dengan sedikit kekehan.


"Hmm, aku selalu tak tahan jika berada di dekatmu Kai. Bagaimana dengan itu?.." Tanya Arka seraya melingkarkan tangannya pada perut ramping Kaira.


"Aku bisa apa, sebagai seorang istri harus melayani kebutuhan suaminya bukan?..."


"Ya, namun apa kau menyukainya?.." Tanya Arka.


"Tentu, kau mahir sekali memuaskan hasrat ku.." Jawab Kaira dengan pipi merona.


Arka tersenyum. "Aku ingin bukan hanya diriku saja yang merasa puas, tetapi pasangan sendiri juga.."


Wajah cantik Kaira semakin memerah. "Sudah jangan membahasnya lagi, aku malu..."


Arka seketika menggigit kuping Kaira. "Kau menggemaskan sekali Kai..."


"Awh sakit!..."


"Sorry sweetie..."


"Hmmm..."


...***...


Perusahaan Ditama...


Sean menunggu Yuna di parkiran, untuk pulang bersama. "Jangan lama-lama, apa kau berinteraksi dengan Ben lagi Anindrya???..."

__ADS_1


"Tidak, baiklah aku akan segera turun ke bawah.." Balas Yuna dari seberang.


"Oke..."


Panggilan pun berakhir.


Sambil menunggu istrinya, tiba-tiba Sean tersenyum mengingat kejadian tadi saat presentasi. Dimana Yuna berjalan sedikit ngangkang karena ulahnya.


Untung saja saat presentasi, hanya ada dirinya dan Arka juga seorang asisten perempuan. "Ah lucu sekali..."


Wanita bar-bar yang disukainya membalas perasaan, tentunya siapapun pasti bahagia karena cinta gagal bertepuk sebelah tangan.


"Maaf ma, mungkin besok aku akan ziarah ke rumahmu..." Batin Sean.


Tok tok tok!


Sean menoleh saat kaca mobil diketuk seseorang, terlihat Alia tersenyum menggandeng tangan mungil putranya.


Lelaki itu menatap datar seraya menurunkan kaca mobil.


"Hai om!..." Ujar Lucky anak Alia.


"Renal hari ini tidak bisa menjemput, bisakah kau antarkan aku sekalian?.." Tanya Alia mengembangkan senyum menggodanya.


"Apa sepupuku sesibuk itu? suruh saja datang menjemput, jika masih tidak bisa, taksi banyak di depan!..." Dingin Sean.


Alia mengerutkan keningnya. "Kau pelit sekali, tidak kasihan sama Lucky? apartemenmu juga searah dengan rumahku Sean. Lagian masih banyak jok kosong kan!..."


"Aku menunggu istriku!..." Datar Sean penuh penekanan.


Alia terkejut ia mematung mendengarnya. Setahu dia, setelah hubungannya dengan Sean berakhir, lelaki itu tidak berkencan lagi dengan wanita. Dan sekarang tiba-tiba sudah memiliki istri? apa-apaan ini!..


"Kau belum menikah Sean, istri darimana? apa hubungan yang pernah kita jalani begitu mudah kau lupakan!..."


"Siapa kau berani bicara seperti itu!..." Sinis Sean, tak suka dengan pertanyaan yang dilontarkan Alia.


"Om jangan galak-galak..." Lirih Lucky seraya menggenggam erat tangan mamanya.

__ADS_1


"Maksud om bukan begitu, mamamu bicara menyinggung perasaan!.." Timpal Sean. "Maaf, taksi di depan banyak, jadi tidak bisa memberi tumpangan!..."


"Siapa istrimu itu, aku ingin mengetahuinya!..." Ujar Alia.


"Aku!!, memangnya kenapa?...." Timpal Yuna yang berjalan ke arah mereka.


Sean seketika menoleh, saat mendengar suara familiar baginya. "Anindrya..."


Alia terdiam menatap tajam wajah wanita yang tadi pagi diseret Sean ke suatu ruangan. "Kauuu???..."


"Ya!..." Balas Yuna, yang menatap Alia tak kalah tajam. "Semuanya sudah jelas, permisi!..."


Sean langsung membukakan pintu, saat Yuna hendak masuk tiba-tiba...


"Wanita dengan penampilan tertutup kuno seperti ini? apa seleramu sekarang memburuk Sean Candra!..." Ucap Alia dengan tatapan sinis.


Sean mengepalkan tangannya, namun Yuna memberi kode membuat lelaki itu paham.


"Kuno katamu??..." Timpal Yuna mendekati Alia. "Hah!!..."


"Ya, tertutup sekali bahkan tidak tahu style jaman sekarang!..."


Yuna menatap tajam Alia dari ujung rambut hingga ujung kaki, menyudutkan posisi wanita itu hingga mentok di mobil orang. Alia sedikit terkejut aura dalam diri Yuna berbeda. "Apa! mau apa kau!..."


"Tubuhku spesial, hanya bisa dinikmati oleh suami sendiri. Tidak seperti dirimu!.." Ujar Yuna menyentuh tali transparan dress sexy Alia.


Pret!!!...


Tali itu seketika terputus akan ulah Yuna. "Akh!! apa yang kau lakukan??..." Pekik Alia menutupi dadanya.


"Upss!, sengaja...." Lirih Yuna, tanpa bicara lagi ia memasuki mobil suaminya.


Emosi kini menguasai diri Alia, ia menghentakkan kakinya karena kesal. "Kauuuu!!!...."


"Ayo jalan!..." Ucap Yuna kepada suaminya.


Sean tersenyum menyeringai, sebelum menancap gas mobilnya, ia mengecup lembut pipi mulus Yuna. Cup!..

__ADS_1


"Aku menyukai gayamu Anindrya..."


Bersambung....


__ADS_2