Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 85


__ADS_3

...***...


Setelah selesai menikmati sunset, kedua pasangan itu harus berpisah karena hari mulai mau gelap. Arka kembali pulang bersama Kaira ke apartemen, begitu pun juga dengan Sean dan Yuna.


Sesampainya di apartemen..


Arka baru melepaskan gandengan tangannya, Kaira tak bisa menolak dengan sikap perhatian Arka yang berlebihan. "Aku tidak apa-apa, usia kandunganku belum besar sayang. Jangan terlalu berlebihan seperti ini..."


"Kau tidak suka???..." Ujar Arka sedikit kecewa, merasa perhatiannya tak dianggap.


Kaira peka, ia seketika menyentuh pipi suaminya. "Bukan tidak suka, justru aku sangat berterima kasih. Namun, karena kehamilanku ini kamu juga jangan sampai kecapean, terus menerus mengurusku yang masih kuat tentunya..."


"Aku mengkhawatirkan kalian berdua, jadi jangan menolak!..." Timpal Arka tak mau kalah.


Kaira tersenyum sekilas. "Baiklah kalau begitu...."


Karena sedikit lelah, Kaira duduk di kursi ruang tengah meluruskan kaki jenjangnya. Sementara Arka bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, gerah sekali rasanya, habis lari maraton akan olahraga gratis yang diberikan ODGJ tadi sore.


Kaira meraih laptopnya, ia teringat jika hari ini akan memberitahukan kehamilannya pada keluarga di Jakarta. Wanita itu mengotak-ngatik laptop, tidak lama video call tersambung.


Mama Luna mengembangkan senyum manisnya saat melihat sang putri.


"Hallo ma..." Ujar Kaira antusias karena senang.


"Ya sayang, bagaimana kabarmu di sana??..."


"Sangat baik, papa dimana??.." Tanya Kaira.


"Ada, sebentar, mama panggilkan..." Jawab Luna dari seberang seraya memanggil suaminya itu.

__ADS_1


Tidak lama, Rangga muncul di layar. "Hai Kai ini papa! bagaimana kabarmu dan Arka??.."


"Baik sekali pah, bagaimana dengan kalian berdua?..."


"Sama denganmu..." Jawab mereka.


"Ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan, kalian harus menebaknya!.." Ujar Kaira seraya meraih testpack, menunjukkan benda itu kepada mereka berdua..


Luna dan Rangga membulatkan mata. "Kai kau hamil nak????..." Lirih keduanya.


Kaira tersenyum menganggukinya. "Ya sebentar lagi kalian akan memiliki cucu..


"Ah ya Tuhan, bahagia sekali..." Ujar Luna yang langsung memeluk suaminya.


"Jangan terlalu banyak beraktivitas ya Kai, ingat kata papa! sekarang kamu sudah berbadan dua..." Lanjut Rangga yang diangguki Kaira.


"Iya pah..."


"Sedang mandi..."


"Oh iya...."


Mereka terus mengobrol sesekali diiringi dengan gelak tawa, tiba-tiba Kaira teringat dengan Indah. "Ma, pa, apa kalian masih berhubungan baik dengan kak Indah? 2 hari yang lalu dia terisak meminta pinjaman uang untuk persalinan..."


Tampak raut wajah senang Luna dan Rangga berubah. "Biarkan saja, papa masih kecewa dengannya. Perusahaan diambang kebangkrutan juga gara-gara dia melakukan penggelapan uang!!..."


Kaira menutup mulut syok, bagaimana bisa wajah yang terlihat ayu dan polos melakukan hal itu. Bukankah sangat tak tahu diri sebagai anak angkat?.. "Apa!!..."


Mereka bertiga terdiam, hanya nafas berat yang keluar dari bibir Luna dan Rangga. Entah bagaimana kondisi Indah sekarang? apalagi suaminya dipenjara gara-gara narkoba. "Mungkin karena malu, anak itu tak pernah menghubungi lagi sama sekali..."

__ADS_1


Kaira terdiam, ada rasa kasihan juga amarah yang meledak terhadap Indah dalam benaknya.


"Kamu jangan memikirkan itu, soal Indah biar papa urus!..." Timpal Rangga yang diangguki Kaira.


"Baiklah..."


"Kai kamu tahu tidak?..." Tanya mama Luna.


Kaira mengerutkan kening. "Apa itu ma?..."


"Yakin belum tahu?, Sindy dan Bastian menikah 4 hari yang lalu.."


Mata Kaira membulat sempurna. "Menikah? kenapa anak itu tidak memberitahu kepadaku!.."


"Katanya dadakan sayang, sama seperti Yuna. Nanti tanyakan saja kepadanya langsung.." Timpal Luna.


"Baiklah..."


Setelah selesai mengobrol, panggilan pun berakhir. Kaira kembali meluruskan kakinya.


Tidak lama Arka keluar dari kamar, terlihat lelaki itu hanya mengenakan baju santai selesai mandi. "Sayang..."


Kaira menoleh. "Ya??..."


Arka duduk di samping istrinya namun tidak lupa untuk jaga jarak. "Apa masih mual mencium aroma tubuhku?.."


"Iya.."


"Padahal aku sudah mengganti parfum 6 kali..." Batin Arka yang bisa tersenyum pasrah.

__ADS_1


Kaira peka dengan apa yang Arka inginkan, ia berdiri dari duduknya menghampiri Arka. Meraih wajah tampan itu dan mencium bibirnya penuh kelembutan, Arka sedikit terkejut namun seketika lengan kekarnya menarik tengkuk Kaira memperdalam ciuman yang semakin ke sini semakin memanas.


__ADS_2