
...~...
Tiga Minggu setelah persalinan Kaira..
Kondisi Kaira kini perlahan normal kembali, tak jarang ia melakukan aktivitas gym untuk tetap menjaga tubuh idealnya agar tetap sehat.
Mereka kini tidak tinggal di apartemen lagi, Arka membeli sebuah mansion besar dekat perusahaan. Sesuai janjinya jika sang buah hati telah lahir nanti.
...{Ilustrasi}...
Saat ini..
Arka turun dari tangga, menghampiri Kaira dibawah yang sedang menyusui baby Fharrel. "Sudah mam-nya yok sama papa, mama mau siapkan air dulu buat Fharrel mandi.." Ujar Arka mencium lembut pipi gembul putranya itu.
Kaira memberikan Fharrel kepada Arka. "Yasudah sama papa dulu..."
Arka menggendong putranya. "Aku di luar sayang, katanya Sean dan Yuna mau ke sini..."
"Iya mas..." Kaira tersenyum, setelahnya ia berlalu pergi.
Arka menggigit bibir bawahnya, ia sangat menyukai panggilan 'mas' yang dilakukan istrinya sekarang. "Kita keluar, sepertinya om Sean sudah sampai..."
Bayi itu hanya menggigit jarinya, sambil tak henti menatap lekat wajah tampan sang papa.
Benar saja, di luar halaman Yuna dan Sean datang. Tanpa pikir panjang Yuna langsung merebut Fharrel dari gendongan Arka. Menciumnya berkali-kali begitu pun dengan Sean.
Arka menatap malas. "Haish, berikan dia putraku..."
Namun Yuna dan Sean acuh tak peduli, asyik sendiri dengan Fharrel.
Tidak lama Kaira datang, ia langsung merebut putranya dari Yuna. "Fharrel mau mandi dulu, aunty lepaskan ya!.."
__ADS_1
"Haish Kai ikut!..." Yuna ikut masuk ke dalam mengikuti langkah Kaira, membiarkan Arka dan Sean berduaan di halaman rumah.
"Kandungan istrimu sudah berapa bulan?..." Tanya Arka, yang ingin tahu.
"2 bulan..." Jawab Sean, bibirnya menyunggingkan senyum bahagia.
"Bagaimana apa kau tersiksa? kata istriku Yuna pernah ngidam buah salak jam 3 pagi." Tanya Arka sengaja.
Raut wajah tampan Sean berubah. "Ya perubahannya benar-benar membuatku tersiksa, namun sekarang tidak lagi sudah mendingan.."
Arka terkekeh. "Syukurlah, kau merasakan pase itu juga..."
"Haisshh!..."
Keduanya mengobrol menikmati waktu luang, tidak lama Yuna datang membawa baby Fharrel habis mandi. Ia sengaja menjemurnya di bawah sinar matahari pagi.
"Owh jangan di sini terlalu panas!..." Ujar Yuna pindah tempat lagi. "Nah di sini..."
~
Tak terasa waktu sudah sore, Sean dan Yuna berpamitan untuk pulang. Arka dan Kaira menatap mobil sahabatnya hingga hilang dari pandangan. "Kita masuk, sudah mau petang sayang..."
"Iya mas..."
Setelah selesai menyusui Fharrel, Kaira menidurkan putranya. Kini ia turun ke bawah untuk membantu si bibi menyiapkan makan malam, membiarkan Arka yang menjaga sang buah hati.
Kaira dapat merasakan setelah kehadiran sang buah hati, hal positif terus datang kepadanya. Bahkan kini papa Ditama sering datang ke mansion, hanya untuk menjenguknya juga melihat cucu kesayangan.
Setelah makan malam sudah siap, Arka dan Kaira menyantapnya dengan lahap. "Apa Fharrel tidak bangun?..."
Arka menggeleng. "Tidak, mas mahir dalam menidurkannya!..."
__ADS_1
Kaira tersenyum menyeringai.
"Kita selesaikan makan, lalu istirahat. Besok mas harus pagi-pagi ke perusahaan.." Lanjut Arka.
"Hmm of course!..."
Keduanya melanjutkan makan malam hingga selesai, setelahnya naik ke lantai dua masuk kamar untuk istirahat. Arka ke kamar mandi untuk cuci muka setelah Kaira selesai.
Kaira mengecup Fharrel yang sudah tertidur lelap di tempat tidurnya, ia beralih naik ke atas kasur memilih menunggu Arka dengan membaca koran.
Arka yang keluar dari kamar mandi tersenyum, ia menghampiri Kaira yang tengkurap membaca koran. Kaira menoleh saat punggung polosnya di kecup Arka. "Ah mas mengagetkanku saja!.."
...{Ilustrasi}...
Arka merebut koran itu. "Kemari, sudahi membacanya..."
Kaira patuh, ia merubah posisi menghadap Arka. Pasangan itu saling tatap satu sama lain. Arka tersenyum menyeringai, ia menarik tengkuk Kaira mencium bibir sexy-nya penuh agresif.
Cukup lama keduanya bertukar saliva, Kaira melepaskan ciuman. "Bukankah besok mas harus ke perusahaan pagi-pagi?..."
"Hmmm, terus?.." Tanya balik Arka, lengan kekarnya perlahan masuk ke dalam baju Kaira, semakin naik ke atas akhirnya erangan lembut keluar dari bibir Kaira, saat dua gundukan nyembul tanpa penutupnya dire*as lembut sang suami..
"Aku ingin tidur seperti ini sayang..." Lirih Arka dengan tatapan berat, ia memeluk erat tubuh istrinya dari samping dengan tangan tak diam di area favorit.
"Aaahh!.. Jika seperti ini aku yang susah tidur..." Timpal Kaira.
Arka tersenyum menyeringai, ia melepaskan r*masan lembut itu. Namun beralih mengecup leher jenjang Kaira dari belakang. "Padahal aku menginginkannya, tapi ini sudah malam jadi lain kali sayang..."
Pipi Kaira tampak merona. "Hmmm, baiklah.."
"Good night sweetie!..."
__ADS_1
"Good night, too."