Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 38


__ADS_3

Saat Kaira hendak melangkah menuju mobil Rangga, Arka sontak menarik tubuh kekasihnya itu ke tempat gelap. "Apa yang kau lakukan Kai! apa kau ingin mereka berdua melihat kita di sini seperti ini??.."


"Ah ya ampun aku lupa, refleks!.." Lirih Kaira seraya menepuk keningnya.


"Kecuali jika kau sudah bersedia memberi tahu hubungan kita yang sebenarnya sekarang, bagaimana??.." Lanjut Arka serius.


Kaira seketika menggeleng. "Tidak untuk sekarang, bagaimana kata mereka nanti Arka..."


Tak ada jawaban dari lelaki itu. "Baiklah.."


Terlihat Rangga dan mama Luna memasuki rumah besar keluarga Ditama.


"Masuklah dulu nanti aku menyusul untuk menghindari rasa curiga mereka.." Lirih Arka memberi arahan.


"Oke..."


Arka melepas genggaman membiarkan Kaira masuk ke dalam. "Ma, pa??..." Ucap Kaira.


Rangga dan Luna memutar badan menghadap arah sumber suara. "Kaira..." Mereka bertiga berpelukan melepas rindu setelahnya duduk di kursi, tidak lama beberapa pembantu datang memberikan jamuan ke atas meja.


"Apa yang kamu lakukan di luar? saat mama sampai tidak ada siapa-siapa di halaman?." Tanya Luna kepada putrinya.


"Ah bukan apa-apa ma hanya cari angin sebentar saja.." Jawab Kaira sengaja.


"Oh iya.."


"Kemana mereka, rumah sepi sekali Kai?." Kini Rangga yang bertanya.


"Ada pah, om Ditama di kamar, tante Veena sedang di dapur. Apa kalian datang ke sini sudah memberi tahu mereka?."


"Sudah, biarkan saja nanti juga pasti ke sini.." Lanjut Rangga.

__ADS_1


Tidak lama terlihat Ditama turun dari tangga disusul dengan Veena yang datang dari dapur, mereka berempat bersalaman setelahnya duduk berhadap-hadapan.


"Indah tidak ikut?.." Tanya Veena.


"Anak itu belum pulang ke rumah sudah 3 hari katanya ada kerja sama dengan sahabat, maafkan Indah seharusnya dia di sini melayani Arka sebagai istri yang berbakti.." Jawab Rangga merasa begitu tak nyaman sekali.


Mendengar jawaban besan, Ditama dan Veena saling menatap satu sama lain. "Apa mereka berdua belum mengetahui jika Arka dan Indah sudah bercerai?." Batin keduanya.


Dalam waktu bersamaan Arka datang dari luar, sontak saja lelaki itu menyapa kedua mantan mertuanya. Setelahnya duduk berhadapan dengan Kaira.


"Sebenarnya kami datang ke sini ingin membawa Kaira pulang dulu.." Mulai Rangga.


"Jangan langsung pulang ini malam, sekarang nginap dulu di sini.." Timpal Ditama.


Rangga dan Luna tersenyum lalu menganggukinya.


Kaira mengerutkan kening, apalagi Arka dari tadi terus meliriknya dengan tatapan yang tak bisa diartikan. "Pulang? ada apa ya pah?."


"Apa!..." Pekik Kaira.


Arka yang sedang minum menyemburkan kembali airnya ke luar setelah mendengar perkataan Rangga, Veena dan Ditama juga hanya terdiam.


"Arka apa kau baik-baik saja?." Ucap mama Luna sambil menyodorkan tisu.


"Hmm..." Jawab singkat Arka.


"Jadi kami datang ke sini juga sekalian mengundang keluarga besan untuk datang di acara perjodohan Kaira dan Bastian nanti.." Lanjut Rangga.


"Pah bukankah lebih baik jika hal ini dibicarakan terlebih dahulu? kenapa mendadak sekali..."Lirih Kaira tentunya tak berkenan.


"Ya itu, papa rasa kamu juga tak menolak Kai dari dulu sudah sering bersama dengan Bastian. Papa menyetujuinya.." Jawab Rangga. "Kau terlihat murung, apa sudah memiliki kekasih?.."

__ADS_1


Manik Kaira seketika melirik Arka yang juga menatap tajam ke arahnya. "Tidak sama sekali..." Jawab Kaira. "Maafkan aku Arka..."


"Apa!!.." Batin Arka.


"Selama di sini Kaira hanya di rumah dan perusahaan, tidak berkencan dengan siapa-siapa. Tanyakan saja kepada Arka.." Jawab Veena.


"Aku percaya..." Balas Rangga.


Rasanya Arka ingin mengatakan kebenaran kepada mereka semua, namun untuk menjaga nama baik dia dan sang kekasih hal itu membutuhkan waktu.


Arka berdiri dari duduknya. "Kaira hanya boleh izin dari kantor paling lama dua hari, hal ini juga berlaku bagi pegawai lain!..." Tegas Arka.


"Kenapa cuma dua hari? biasanya dulu papamu paling lama lima hari.." Timpal Rangga.


"Perusahaanku besar untuk menghindari pekerjaan menumpuk yaitu dengan disiplin waktu!.." Dingin Arka.


Kaira peka dengan perubahan kekasihnya itu. "Baiklah aku akan pulang, namun bukan berarti menyetujui perjodohan itu hanya saja ingin bicara empat mata dengan Bastian!..." Tegas Kaira.


"Lah?.."


"Tidak mudah jika aku sudah mencintai seseorang pah..." Timpal Kaira tanpa basa-basi.


Seisi ruangan seketika hening terdiam. "Siapa lelaki itu Kai?..."


"Akan ku beri tahu jika sudah waktunya..."


Veena tersenyum sekilas. "Jawabanmu sama persis dengan Arka Kaira...."


Bersambung...


Tinggalkan jejaknya sebagai dukungan, kasih saran juga kritiknya di kolom komentar!..🤗

__ADS_1


__ADS_2