Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 41


__ADS_3

Arka terdiam dengan perkataan mamanya, hubungan dia dan Kaira hanya Veena yang sudah tahu, tapi entah bagaimana reaksi yang lain jika mengetahui hubungan mereka berdua tidak mungkin sama seperti Veena yang mengerti.


"Arka hubungan ini kembali kepada Kaira, pilihan ada pada dirinya kamu jangan sampai memaksa. Dan jika kalian masih berhubungan rahasiakan sebisa mungkin sampai waktunya tepat agar orang lain tak menganggap yang enggak-enggak..." Lirih Veena.


"Aku tahu ma...." Balas Arka.


"Kai saat tante bertanya siapa wanita yang dicintai Arka kenapa kamu tak menjawabnya saja?."


"Rasanya tidak mungkin aku begitu tak nyaman tan.." Jawab Kaira sambil menunduk.


Veena tersenyum sekilas. "Haish tak apa Kai tante mengerti perasaanmu..."


Wajah tampan Arka tersenyum menyeringai, ia sangat senang dengan reaksi mamanya yang mengerti hubungan mereka berdua. "Terimakasih ma, mau aku belikan apa? mobil? mansion? pulau pribadi? atau apa, katakan!.."


Kaira sedikit terkekeh mendengarnya apalagi Veena.


"Tidak ada, yang mama miliki sudah cukup Arka, sekarang mari kita pulang orang-orang di rumah pasti mencari. Kaira juga sebentar lagi pulang ke Jakarta.." Ucap Veena.


"Iya..."


Sebelum berpisah Veena memeluk Arka dan Kaira. "Dari dulu tante sangat berharap Kaira yang menjadi mantu, sekarang jalani saja biar nanti Tuhan yang menjawab..."


Kaira senyum terharu. "Terimakasih tan..."


"Of course..."


Setelah selesai mereka kembali melaju untuk pulang dengan mobil masing-masing menuju rumah utama Ditama, sesampainya Kaira dan Veena masuk pintu belakang sementara Arka pintu depan, benar saja terlihat keluarga Kaira sudah siap-siap.


Tidak lama Kaira menuruni tangga dengan kopernya, Rangga sontak memasukkan koper Kaira ke bagasi. "Baiklah kami pulang sekarang..."


"Hmmm hati-hati.." Ujar Ditama, Veena hanya tersenyum.


Semuanya berpelukan pamit, begitu pun dengan Arka juga Kaira.

__ADS_1


Mobil Rangga berlalu membelah jalanan raya disaksikan oleh keluarga Ditama.


"Sepertinya aku juga akan ke Jakarta..." Ujar Arka.


Veena sedikit terkejut dengan ucapan putranya itu.


Ditama mengerutkan kening. "Ada urusan apa Arka? perusahaan sekarang begitu membutuhkanmu.."


"Menemui om Renal pah, kebetulan juga ada proyek yang belum selesai. Aku bisa mengurus pekerjaan lewat laptop apalagi di perusahaan ada Sean.."


"Oke jangan lama-lama setelah selesai cepat kembali!.."


"Ya..."


...***...


Memakan waktu cukup lama akhirnya Kaira dan orang tuanya sampai di rumah siang hari, di sana terlihat para pembantu sedang bersiap-siap menyambut kedatangan keluarga Bastian nanti malam.


"Pah beri tahu Tian, datang saja ke sini nanti malam tapi bukan tujuan untuk perjodohan. Aku berhak bicara dulu dengannya.."


"Pilihan ada pada diriku pah..." Timpal Kaira seraya memasuki kamarnya.


"Kaira!.."


Mama Luna menahan Rangga. "Sudah pah, akan sedikit susah jika Kaira sudah mencintai seseorang..."


"Siapa lelaki itu? Kaira sangat susah mencintai seseorang, setahu papa dia hanya dekat dengan Bastian.." Ujar Rangga.


"Gagalkan saja perjodohannya pah!, aku takut Kaira nanti sama persis dengan yang Indah dan Arka alami.." Timpal Luna.


Rangga terdiam apa yang diucapkan istrinya ada benarnya juga, ia sontak menghubungi Bastian untuk datang menemui Kaira tanpa membawa orang tua dulu.


Kaira dan Bastian sepakat bertemu nanti malam di restoran B...

__ADS_1


Sementara itu...


Kaira merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil sesekali melihat handphone, berharap Arka mengirim pesan tapi tak kunjung muncul. "Cih! kekasihmu orang sibuk Kaira stop..."


Karena lumayan lelah dengan perjalanan, wanita itu tertidur pulas.


~


Waktu menunjukkan pukul 19:00 malam, Kaira menancap gas mobilnya menuju restoran B.


Arka yang melihat itu dari kejauhan sontak mengikutinya tanpa membuat curiga. "Mari kita lihat..."


Sekitar 25 menit, akhirnya mobil Kaira sampai di depan restoran besar yang dimaksud, sementara Arka memarkirkan mobilnya di tempat yang agak jauh dengan Kaira.


Kaira turun dari mobil masih dalam pengawasan mata tajam Arka.


"Kaira!!!...." Panggil seseorang yang membuat wanita itu menoleh.


"Ah Bastian?..."


Terlihat Bastian tersenyum dari halaman restoran, rupanya lelaki itu menunggu Kaira di sana. Bastian sontak merentangkan kedua tangannya sambil berjalan menuju Kaira.


Arka menggertakan rahangnya melihat itu, tanpa pikir panjang ia sontak keluar dari mobil.


Bastian terus melangkah untuk berpelukan dengan Kaira, hingga grepphh!!...


Bastian terkejut apalagi Kaira, yang berpelukan bukan Kaira dan Bastian tetapi malah dihalangi oleh Arka yang direngkuh oleh Bastian.


"A-Arka!!..." Timpal Kaira begitu terkejut dengan kehadirannya.


Apalagi Bastian, kedua lelaki itu bertatapan dengan sangat dekat karena pelukan yang dilakukan. "Siapa kamu??."


"Aku yang akan berkencan denganmu bukan Kaira!...." Dingin Arka tanpa ekspresi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2