
Yuna benar-benar tak menyangka jika akhirnya mereka melakukan hal ini sekarang, Sean tak berhenti mengecup wajah cantik istrinya. "Sorry, aku tadi kasar karena rasa cemburu..."
"Namun tetap saja, aku masih panas saat kau memeluk Ben!.." Lanjut Sean.
"Lupakanlah, karena aku yang berbuat jangan menyalahkan dia.."
Sean tersenyum sekilas. "Ya dengan menghukummu.."
Yuna seketika menggigit bibir bawahnya saat Sean kembali menggerayangi gundukan kembar yang bebas tanpa penutup itu. "Aaahh!..."
"Jangan ditahan, Anindrya!..."
Yuna perlahan menggeleng. "Ini kamar tempat persinggahan mu, bukan kamar pribadi yang ada di ruanganmu Sean. Aku malu j-jika ada yang mendengarnya..."
"Jangan pedulikan mereka, kamar ini sedikit jauh dari tempat berlalu lalang...." Lirih Sean. "Mari kita lanjutkan..."
Tubuh Yuna terguncang saat Sean kembali memaju mundurkan miliknya.
"Bagaimana? a-aku harus presentasi nanti, aahh!..." Terbata Yuna.
"Masih lama, apa kau mau lari dari suamimu hmm?.."
"Bajuku kau robek semua.." Lirih Yuna.
Karena tak tahan, bukannya menjawab Sean malah mencium rakus bibir sexy Yuna. "Sssshh... aaahh!.. aku akan menyuruh seseorang untuk membawa baju ke sini, tenanglah.."
Suara penyatuan panas itu terdengar nyaring di seluruh ruangan, Yuna merasakan geli juga nikmat, saat lidah Sean bermain liar di antara dua gundukan nyembul miliknya yang ikut bergoyang. "S-Seann!... mmmhh.."
Sean tersenyum menyeringai, lenguhan lembut keluar dari bibirnya. "Oh yes baby, ahh!..." Saat ingin mencapai klim*k, selaki itu mempercepat hentakan membuat tubuh Yuna terguncang tak karuan,
Tidak lama...
"A-Aaaaaaaaakkhh!!!..." D*sah keduanya bersamaan.
Sean dapat merasakan milik istrinya yang berdenyut, Yuna mengalihkan pandangan karena malu akan tatapan berat Sean yang terus memandangnya.
"Tatap aku Anindrya...."
Yuna patuh, manik keduanya bertemu, saling menatap dalam seolah mengisyaratkan perasaan masing-masing. "Aku menginginkannya lagi..."
Dengan nafas masih terengah-engah, Yuna menggeleng. "Ini di kantor, kau masih banyak pekerjaan. Aku juga harus menemui Kaira.."
Terlihat wajah tampan Sean nampak kecewa, ia belum puas gairah bercintanya masih membara, ditambah dengan Yuna yang sekarang membalas perasaan dia. Tentunya lelaki itu tidak mau berjauhan sedikit pun, ingin rasanya seperti ini terus dengan perasaan juga gejolak cinta yang sama.
"Baiklah sayang.." Pasrah Sean seraya menarik miliknya.
Sebelum berpakaian, keduanya kembali bercumbu menukar saliva penuh nafsu. Bibir ranum istrinya sudah candu bagi Sean.
__ADS_1
"Aku sudah menyuruh seseorang membawa baju ganti untukmu.." Ujar Sean menatap Yuna yang menutup tubuh polosnya dengan selimut.
"Iya.."
Benar saja, tidak lama seseorang mengetuk pintu kamar. Sean menghampiri mengambil baju pesanannya untuk sang istri.
"Ini pakailah..."
"Iya letakkan saja di sana.."
"Oke..."
Sebelum pergi Sean menatap lekat wajah cantik Yuna. "Kau harus camkan ini, aku tidak mencintai wanita lain selain istriku sendiri. Alia memang masa laluku Anindrya, anak yang dimaksud ingin menemuiku adalah anak dari sepupuku sendiri.
Yuna terdiam. "Maksudnya mantanmu itu menikah dengan sepupumu sendiri?..."
"Hmm, hamil duluan saat masih menjalin hubungan denganku, menjijikkan memang!. But i don't care baby.." Lirih Sean. "Aku terikat dengannya karena jadi saudara juga menjalankan proyek.."
Kini Yuna mengerti. "Oke tak masalah, asalkan dia tak berulah tinjuku takkan melayang!.."
Sean terkekeh dengan perkataan istri bar-barnya ini. "Kau sendiri jangan berinteraksi lebih dengan lelaki manapun Anindrya!..."
"Of course, sorry yang tadi..." Lirih Yuna merasa tak enak.
"No problem...."
"Oke..." Lirih Yuna.
Setelah berpamitan Sean berlalu pergi dari sana.
Yuna hendak berdiri untuk mengenakan pakaian kembali, namun area sensitifnya masih terasa ngilu. "Awwh!... ssh.. bagaimana ini ya Tuhan? sedangkan aku harus presentasi, aaarrrgh Sean kau!!!...."
Dengan susah payah Yuna berhasil memakai pakaiannya kembali.
...***...
Kaira memilih menghubungi sahabatnya itu yang tak kunjung datang juga, tidak lama Yuna menerima panggilan.
"Lama banget gak macet di jalan kan Yun?..."
"I-itu.. Tadi aku berpapasan dengan Sean juga wanita yang kau maksud Kai, jadi kami debat akan hal itu, namun tidak berlangsung lama, karena kita menyelesaikannya dengan baik.." Jawab Yuna dari seberang dengan wajah kikuk.
"Oke syukurlah, jadi ke ruanganku tidak?.."
"Sepertinya gak bisa sekarang Kai kayaknya nanti saja, soalnya aku harus persiapan buat presentasi.."
"Baiklah tak masalah.."
__ADS_1
"See you..."
"Ya..."
Panggilan pun berakhir.
Kaira kembali meletakkan handphonenya di atas meja kerja, beberapa pesan yang ia kirim kepada Arka belum dibalas lelaki itu. "Bukankah kau akan pulang? ck kenapa lama sekali!..."
Setiap Kaira menanyakan keberadaan lelaki itu, Arka mengalihkan topik dengan jawaban tak perlu khawatir karena dirinya di sana baik-baik saja.
Mungkin ada sesuatu yang tak ingin Kaira ketahui dari Arka, namun bukankah sepasang suami istri jika ada masalah harus menghadapinya bersama-sama?.
"Aku tak peduli!.." Gumam Kaira sedikit ketus.
...~...
Sean menghampiri mobil hitam yang baru saja sampai di parkiran. "Kau sudah datang?.." Tanyanya.
"Hmm..." Jawab Arka. "Apa kau mengawasi istriku dengan baik?.."
"Tentu, tidak terjadi apa-apa.." Balas Sean. "Bagaimana dengan om Ditama?.."
Langkah Arka terhenti ia beralih menatap sahabatnya. "Sekarang ia direhabilitasi untuk menghilangkan rasa traumanya yang berat itu.."
"Semoga saja cepat sembuh..."
"Ya..." Timpal Arka. "Wajahmu tumben berseri begitu, apa ada sesuatu yang membahagiakan?.."
"Of course..." Lirih Sean tersenyum, pikirannya terus terbayang sang istri.
"Ya aku paham.." Peka Arka. "Suruh Kaira datang ke ruanganku sekarang!..."
"Hmm..."
Keduanya memasuki lift menuju tempat yang dimaksud.
Sesampainya di ruangan CEO utama, Arka duduk melihat beberapa email masuk sambil menunggu kedatangan Kaira. "Kenapa lama sekali?..."
Tidak berselang lama...
Pintu dibuka dan masuklah Kaira ke dalam.
Arka mengembangkan senyum tipisnya seraya berdiri menghampiri Kaira. "Sayang..."
Kaira menghindar saat Arka ingin merengkuh dan mencium dirinya. "Apa yang kau lakukan tuan? tolong tanda tangani dokumen ini sebelum di copy, silahkan!..."
"Kau memancing keliaran-ku Kai? jangan bersikap seperti itu, tetap saja kau tidak bisa lari dari ruangan ini!..." Lirih Arka dengan smrik-nya yang meresahkan.
__ADS_1
Bersambung....