Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 54


__ADS_3

Kabar pernikahan Arka dan Kaira menyerbak luas hingga sampailah pada telinga Indah, mendengar kabar itu ia syok tubuhnya terasa gemetar.


PRAANGG!!!


"Aaaarrgh!!!.." Pekik Indah seraya melemparkan gelas yang hendak ia minum. "Mereka menikah?? bisa-bisanya kau Kaira!!!..."


Wanita itu menatap perutnya yang sudah tak rata lagi memasuki usia kandungan 3 bulan, selama ini Novan belum memberi kepastian untuk menikahinya namun lelaki itu selalu datang untuk memberikan uang.


Indah merasa tersiksa dengan kondisinya sekarang, menutupi kehamilan dari keluarga, tanpa ada kepastian dari Novan, lalu sekarang? kabar pernikahan Arka dan Kaira?..


"Bocah itu selalu beruntung dariku, semua yang aku inginkan selalu dia dapatkan!!..." Jerit Indah meluapkan amarahnya.


"Tidak! aku harus seperti dirinya bahkan lebih!.."


Indah berencana menemui papanya Rangga, ia akan mengajukan permintaan untuk kembali bekerja di perusahaan sebagai pengurus marketing.


Ia sempat hiatus karena kehamilan yang takut dicurigai, namun pikirannya berubah sebelum usia kandungan semakin membesar ia harus mengambil banyak keuntungan dari hasil kerjanya.


Indah memakai jaket busa tebal, sehingga benar-benar tak tampak jika sedang mengandung. "Oke, dapatkan apa yang harus jadi milikmu Indah!!..."


Ia berlalu pergi meninggalkan hotelnya menuju rumah Rangga yang sudah ia tinggalkan berminggu-minggu itu.


...~...


Mama Luna menghampiri Rangga yang duduk di kursi, setelah kembali dari kota A menemui Ditama. "Pah ini minum dulu..."


Rangga mengangguk dan meminum jus dari istrinya.


"Bagaimana??.." Tanya Luna menatap lekat wajah Rangga.


Terlihat lelaki itu menghela nafas panjang. "Ditama mau menemuiku setelah beberapa kali Veena bujuk ma.."


Luna terdiam.


"Untuk pernikahan Arka dan Kaira ia masih belum bisa menerimanya, Ditama juga tadi membentak untuk pertama kalinya karena pernikahan rahasia itu, mungkin karena kecewa saham yang ditanam di perusahaan kita ia tarik kembali..." Ujar Rangga.

__ADS_1


"Ah ya ampun!! padahal saham itu sangat berpengaruh dalam perusahaan kita.." Resah mama Luna. "Kenapa dia egois sekali? padahal kejadian itu sudah berlalu lama, toh dia juga sekarang dikelilingi orang-orang baik!.." Luna merasa kesal dengan besannya.


"Mungkin dalam benaknya masih begitu membekas, sudahlah Ditama hanya butuh waktu saja untuk penyembuhan, kita berharap saja semuanya berakhir agar Arka dan Kaira semakin bebas juga bahagia..." Timpal Rangga.


"Baiklah...."


Indah terdiam mendengar pembicaraan kedua orang tuanya di dalam. "Om Ditama tidak merestui pernikahan mereka???.." Batinnya, entah kenapa ia senang jika melihat adiknya tersiksa apalagi tak direstui.


Wanita itu mengatur nafas perlahan, lalu masuk ke dalam rumah. "Ma, pa...."


Luna dan Rangga sontak melirik ke arah sumber suara. "Indah???..." Serentak keduanya.


"Aku pulang karena rindu keluarga.."


Mereka bertiga berpelukan.


"Beritahu papa di hotel mana kamu tinggal! orang tua pasti ingin memastikan keberadaan anaknya.." Ujar Rangga, ia meminta hal itu berkali-kali namun Indah selalu mengelaknya dengan berbagai alasan.


"Izinkan aku mandiri dulu pah..."


"Ini panas kenapa pakai jaket tebal seperti itu?.." Tanya mama Luna yang memperhatikan penampilan Indah.


"Aku kurang enak badan..." Bohong Indah.


"Pah aku datang ke sini ingin minta kembali bekerja di perusahaan, aku dipecat dari cafe karena kurang ahli dalam hal itu..." Sengaja Indah dengan wajah memelas.


"Makanya dengarkan apa kata orang tua, oke papa izinkan kamu bekerja lagi namun jawab jujur pertanyaan papa, apa di belakang kau masih berhubungan dengan Novan!!." Timpal Rangga.


Glek!


Indah menelan salivanya ia merasa takut namun kali ini tak bisa berbohong lagi. "I-iya pa maaf kita saling mencintai.."


Rangga memijit pusing keningnya. "Jika dia mencintaimu suruh datang ke sini dan minta maaf atas kejadian waktu dulu!.."


Indah menunduk. "Dia akan datang setelah siap menikahiku pah..."

__ADS_1


"Haish.." Lirih mama Luna dan Rangga bersamaan.


"Baiklah kau mulai masuk bekerja dua hari lagi Indah.."


"Iya pah..." Jawab Indah rasanya senang sekali.


Setelah selesai ia berpamitan dengan orang tua angkatnya itu, laju mobil Indah berputar menuju perusahaan besar Ditama di kota A. "Kau bahagia Kaira? maka aku harus lebih bahagia!!!..."


...***...


Sean mewakili perusahaan untuk meeting dengan klien dari Jakarta, tatapan matanya tertuju pada gadis cantik yang tampak ayu sedang mempresentasikan produk perusahaan mewakili ayahnya.


"Terimakasih.." Ucap Yuna menutup presentasi ia kembali duduk di samping sang ayah.


Sekitar 25 menit berdiskusi....


"Baiklah karena produknya menarik kita setuju untuk bekerja sama, silahkan tanda tangan kontrak nanti tinggal menunggu Presdir Arka menyusul ia sedang honeymoon dengan istrinya..." Jawab Sean.


Yuna membulatkan matanya. "Apa dia Sean sekretaris Arka yang waktu itu?? kita bertemu secara langsung oh my good, apa dia mengingat tentang kencan waktu dulu??." Batin Yuna.


Saat Yuna ingin bertanya kepada Sean, matanya melihat Indah lewat ruangan itu entah kemana. "Saya permisi dulu silahkan lanjutkan!.."


Yuna tanpa mempedulikan sekitar ia sontak keluar menyusul Indah. "Apa yang dia lakukan di sini!.."


Terlihat Indah berjalan menuju ruangan Ditama, Yuna terus membuntuti dengan mata elangnya. "Kau dan Arka sudah bercerai! ada maksud apa mendatangi ruangan itu? jika kau bermaksud jahat terhadap Kaira tak akan ku biarkan Indah!!..."


Bersambung....


Tinggalkan jejaknya ya sebagai dukungan!🤗🤗


👇


👇


👇

__ADS_1


__ADS_2