Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 50


__ADS_3

Arka keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk sepaha memperlihatkan bentuk tubuh atletisnya yang kekar, terlihat Kaira sudah tertidur lelap mungkin karena begitu lelah juga waktu sudah malam ia tak bisa menahan kantuknya.


Arka berjalan menghampiri ia duduk di tepi ranjang menatap wajah cantik itu dengan seksama. "Hampir saja aku tak bisa mengontrol diri Kai...."


"Sebentar lagi kau akan jadi milikku sepenuhnya!.." Lirih Arka yang sontak berdiri ia mengecup lembut kening Kaira. "Tidurlah..."


Karena di hotel itu ada dua kamar, Arka memilih tidur di kamar yang satunya lagi. Bukan tak mau bersama Kaira ia takut kebablasan dimana Kaira sendiri tertidur tanpa penutup sehelai benang pun hanya menggunakan selimut.


Sementara itu...


Veena membaca isi pesan dari Arka yang menyuruhnya untuk menghadiri pernikahan antara dia dan Kaira besok di kediaman Rangga tanpa sepengetahuan Ditama.


Melihat itu Veena terdiam, antara senang dan sedih ia rasakan. Ia senang Arka dan Kaira menikah Veena sangat menginginkan Kaira yang menjadi mantunya dari dulu, namun sedihnya Ditama menentang karena trauma itu.


"Lihat anak itu berani sekali tak menerima panggilanku ma!!!..." Pekik Ditama mondar-mandir di hadapan istrinya.


"Pah biarkan saja, Arka menemukan cintanya pada diri Kaira.. Tidak baik juga karena masa lalu kita anak yang menjadi korban." Lirih Veena. "Masa depan mereka yang menjalani bukan kita.."


"Kenapa harus dengan Kaira ma! padahal jika waktu itu mereka sudah saling suka seharusnya menikah saja jadi tidak ada hubungan antar saudara seperti ini!!!..." Timpal Ditama naik pitam.


"Tuhan yang sudah mengatur semuanya kita bisa apa? tolong pikirkan kembali keputusanmu aku hanya tidak mau karena gara-gara masalah ini ada pertengkaran antara anak dan orang tua..."


Veena sontak memeluk suaminya. "Mari lupakan kejadian kelam itu dengan hal yang membahagiakan, aku selalu ada di sampingmu sekarang tidak ada lagi penyiksaan John Ditama..."


Tidak ada jawaban dari pria itu, rasa traumanya terus menghantui.


"Papa tahu sendiri aku sangat menginginkan Kaira yang menjadi mantu? jika hubungan mereka berakhir karena keegoisan-mu itu sepertinya akan banyak hati yang tersakiti.." Timpal Veena sengaja ia ingin suaminya sadar.


"Aku ingin istirahat!!!..." Dingin Ditama melepas pelukan Veena seraya berlalu pergi meninggalkannya.


"Semoga keputusanmu berubah..." Batin Veena sangat berharap.


...***...


Keesokan paginya...


Rangga terkejut saat Arka menghubunginya akan pernikahan dia dan Kaira, tidak lama juga penata dekorasi pernikahan datang.


"Saat kami berdua sampai di sana semuanya tinggal di gelar.."

__ADS_1


"Lantas bagaimana dengan papamu Arka??..." Tanya Rangga dari seberang.


"Terpaksa aku menyembunyikannya om, namun mama akan datang.." Jawab Arka.


"Baiklah di sini kami akan bersiap-siap, kalian hati-hati di jalan.."


"Iya..."


Panggilan pun berakhir.


Arka menatap Kaira yang juga menatap ke arahnya. "Ayo kita berangkat.."


"Apa ini tidak terlalu cepat?.." Tanya Kaira yang masih memikirkan om Ditama.


Arka menggeleng. "Ini bukti keseriusanku kepadamu Kai..."


Seketika Kaira tersenyum. "Baiklah..."


Sebelum pergi Arka mengecup bibir ranum itu sekilas karena tak tahan, setelahnya mereka berdua melaju menuju Jakarta.


Tentunya memakan waktu cukup lama, akhirnya Arka dan Kaira sampai siang hari di kediaman Rangga.



Sekitar 45 menit Kaira dirias, semua orang-orang di ruangan itu kagum, wajah yang sudah cantik dipercantik tentulah menjadi maha karya yang sempurna.


"Ayo kita turun semuanya sudah siap..." Lirih Luna kepada putrinya itu.


Kaira perlahan mengangguk, dengan digandeng sang ibu Kaira menuruni tangga menuju tempat dimana Arka juga para saksi berada.


Hampir tak berkedip sama sekali itu yang terjadi pada Arka saat melihat Kaira, auranya terpancar mengenakan gaun putih berbaur mutiara itu. Sangat cantik sekali...


Sampailah Arka dan Kaira duduk bersampingan di hadapan penghulu, disaksikan Luna dan Rangga juga Veena serta kerabat tertentu diundang di sana.


"Mari kita mulai..."


Arka mengangguk ia mengambil nafas panjang, mengucap janji suci sehidup semati bersama Kaira. Hingga resmilah hubungan keduanya sebagai suami istri yang sah di mata agama juga negara.


Veena sontak merengkuh Kaira juga Arka, air mata wanita itu sudah tak terbendung lagi. "Sayangnya papamu tidak merasakan momen bahagia ini, tak apa berbahagialah tetap bersama saling menyayangi juga mencintai sampai kapanpun...."

__ADS_1


"Iya ma..."


Kaira ikut meneteskan air mata saat berpelukan dengan Veena juga kedua orang tuanya, sebelum acara diakhiri mereka mengabadikan momen bersejarah itu untuk selalu dikenang.


"Maaf dekorasinya sangat sederhana sayang.." Bisik Arka kepada istrinya.


"Sederhana katamu???.." Timpal Kaira.


"Hmmm.."


"Haish! ini bahkan terlalu berlebihan untuk nikah dadakan, tapi aku menyukainya terimakasih.." Ucap Kaira.


Arka tersenyum menyeringai akhirnya memiliki Kaira seutuhnya sudah terwujud walaupun tanpa restu Ditama.


"Aku akan membuat papa merestui hubungan ini, tenanglah tidak akan terjadi apa-apa.."


Kaira tersenyum. "Iya..."


"Mama harus kembali sekarang untuk menghindari rasa curiga papa.." Lirih Veena.


"Sayang sekali ya..." Ujar mama Luna.


"Iya..."


Arka dan Kaira hanya bisa mengangguk. "Baiklah hati-hati ma aku akan pulang ke rumah sebelum berangkat honeymoon ke New York.."


"Iya sayang.."


Akhirnya Veena berlalu pergi bersama supir pribadi menuju kota A.


Rangga membawa Luna ke tempat lain membiarkan pengantin baru itu berduaan. "Ayo ma!.."


Arka menatap lekat wajah cantik itu. "Mau dimana?.."


Kaira mengerutkan kening. "Apa yang dimana?."


"Melakukannya sayang....."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2