
"Oh ****! yaman sekali..." Lirih Arka yang masih membenamkan wajah tampannya diantara kedua benda kenyal itu.
Kaira menggigit bibir bawahnya akan ulah Arka, lelaki itu tidak hanya membenamkan wajahnya namun malah berbuat lain yang membuat tubuh Kaira beraksi lebih. Kaira hanya bisa menikmati berontak pun tak bisa karena kedua tangannya diikat dasi.
Arka menengadah menatap wajah cantik Kaira, telunjuknya menyentuh bibir bawah yang digigit wanita itu. "Jangan ditahan!..."
"Kau akan semakin liar jika aku tak menahannya Arka.." Timpal Kaira seraya mengalihkan pandangan.
Terdapat senyum menyeringai dari sudut bibir Arka, lelaki itu kembali menatap benda kencang milik Kaira. Tanpa pikir panjang Arka menghujaninya dengan ciuman di sana-sini membuat Kaira melotot akan hal itu, bahkan tubuhnya hilang keseimbangan hingga berbaring di atas kasur. "Awhh!..."
Setelah puas mencumbu bagian dada, bibir Arka naik ke leher lalu menetap lama pada bibir sexy Kaira. "Mmmh!..."
Karena takut tak bisa mengontrol diri, Arka seketika melepas cumbuan itu tangannya mengambil selimut lalu menutupi tubuh sexy Kaira yang setengah telanjang. Kaira terdiam dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Pakai kembali bajumu Kai aku takut tak bisa mengontrolnya..." Lirih Arka dengan tatapan mata menatap ke arah luar jendela kamar.
Sudut bibir Kaira terangkat sebelah mendengar jawaban kekasihnya itu, ia sontak meraih pakaian yang dilepas Arka setelahnya mengenakan kembali. "Bajuku sedikit kusut karena ulahmu..."
Arka balik badan menghampiri Kaira. "Aku tidak mau minta maaf karena begitu mencintaimu..."
Kaira tersenyum sekilas. "Cih, baiklah aku akan pergi sekarang...."
Walaupun terasa berat namun Arka menganggukinya membiarkan Kaira kembali bekerja setelah melepas kerinduan.
Begitu pun dengan Arka ia kembali bergulat dengan kesibukannya, tidak lama setelah Kaira pergi datanglah John Ditama memasuki ruangan putranya itu. "Jika pekerjaan sudah selesai sesekali datang ke rumah Arka, papa merindukan suasana keluarga yang kumpul dengan lengkap.."
"Nanti aku akan pulang ke sana pah juga ada hal penting yang ingin ku bicarakan kepada kalian.." Timpal Arka.
"Hal penting? apa ada masalah yang tak diketahui papa?." Tanya Ditama menatap lekat putranya.
__ADS_1
"Hmmm akan ku bicarakan di rumah.."
Ditama terdiam. "Tadi di lantai dua papa bertemu dengan Indah, wanita itu terlihat menangis jadi papa tak berani menyapanya, Indah sendiri juga main nyelonong pergi. Apa yang terjadi Arka? papa juga baru pertama kali melihatnya datang ke sini...."
"Aku hanya menegurnya karena wanita itu berbuat kesalahan..." Dingin Arka tanpa ekspresi.
"Kesalahan?."
"Hmmm..."
Ditama terdiam ia tak mau berkata lagi karena akan mengganggu pekerjaan Arka, lebih baik putranya nanti yang bicara saja. "Baiklah papa pulang duluan, ah iya jika kamu mau pulang ke rumah sekalian sama Kaira ya jangan ditinggal!.."
Terdapat senyum menyeringai dari sudut bibir Arka. "Of course dad.."
Setelah berucap Ditama meninggalkan ruangan itu untuk pulang ke rumah, sementara Arka memberikan pesan kepada Kaira agar nanti pulang bersamanya.
~
Sekitar 1 jam lebih, akhirnya mereka berdua sampai di rumah utama. Setelah bersalaman Kaira pergi menuju kamarnya, sementara Arka duduk di ruang keluarga bersama Veena dan Ditama.
"Ah iya kata papa ada hal yang ingin kau bicarakan Arka? bukankah Indah juga ada di sini kenapa tak dibawa?." Tanya Veena setelah melepas kerinduan.
Arka menatap bergantian kedua orang tuanya itu. "Aku dan Indah sudah bercerai 1 minggu yang lalu.."
Tentunya mata Veena dan Ditama melotot mendengar hal itu. "Bercerai!..."
"Selama pernikahan hampir memasuki 4 bulan tidak ada kemajuan dalam hubungan kami, bahkan Indah tak melayaniku dalam hal apapun. Kita berdua sepakat untuk mengakhirinya.." Jelas Arka tanpa basa-basi.
"Kalian terlihat seperti pasangan romantis di hadapan kita Arka?." Ujar Veena.
__ADS_1
"Kita sengaja melakukan itu karena tak enak dengan kalian.."
Ditama memijit pusing keningnya. "Pernikahan bukan mainan Arka."
"Aku tahu, sebenarnya ada alasan lain kita bercerai. Sebelum bertemu dengan Indah aku sudah mencintai seseorang bahkan sampai detik ini.." Lirih Arka.
"Seharusnya kamu bilang Arka kita bisa membatalkannya dulu!.." Timpal Ditama, sementara Veena hanya terdiam tak tahu harus berkata apa.
"Bagaimana aku bicara jujur, aku dan Kaira bertemu kembali saat pernikahan memasuki dua bulan." Batin Arka.
"Siapa wanita yang kau cintai itu?.." Lanjut Ditama dengan tatapan mengintimidasi.
"Suatu saat akan ku perkenalkan ma, pa.." Jawab Arka seraya berdiri. "Aku ingin istirahat.." Lelaki itu berlalu pergi menuju kamarnya.
"Dia sudah dewasa tahu apa yang harus dilakukan, sayang sekali putra kita masih muda sudah duda ma..." Ujar Ditama.
"Bagaimana dengan keluarga Rangga pa?.."
"Biarkan dia yang mengurusnya, ayo kita istirahat.." Jawab Ditama.
"Duluan saja aku ingin menemui Kaira dulu.." Balas Veena.
"Baiklah.." Ditama berlalu begitupun dengan Veena melangkah menuju kamar Kaira.
Saat ada yang mengetuk pintu Kaira sontak membukanya. "Tante?..." Wanita setengah baya itu terlihat murung Kaira langsung membawanya masuk ke dalam. "Ada apa?."
"Apa kau tahu Kai wanita yang dicintai Arka selama ini?.."
Bersambung....
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya sebagai dukungan, kasih saran juga kritiknya di kolom komentar!..🤗