
Rena seraya berdiri lengannya mengepal kuat, tak sanggup menyaksikan adegan mesra Arka dengan wanita cantik yang mengaku sebagai kekasihnya itu. Panas juga sakit sekali hatinya, dimana Rena menyukai Arka sejak umur lelaki itu 24 tahun.
"Mba anda seperti wanita murahan duduk di atas pangkuan lelaki seperti itu!.." Sinis Rena.
Kaira sedikit terkejut dengan ucapan Rena apalagi Arka, wajah yang terlihat imut itu bisa berkata tanpa disaring terlebih dahulu.
"Maaf ya murahan katamu?.." Balik tanya Kaira seraya berdiri dari pangkuan Arka.
"Ya!..."
Kaira menatap tajam Rena dari ujung kaki sampai ujung kepala. "Sebenarnya siapa yang terlihat murahan? lihat cara berpakaianmu di depan Arka dengan dada nyembul keluar seperti itu! sudah pasti sengaja bukan??.."
"Aku duduk di pangkuan Arka karena memang kekasihnya!.." Timpal Kaira penuh penekanan, andai saja Rena tak mengatainya murahan Kaira tak akan berkata seperti itu.
Malu begitu malu yang sedang Rena rasakan sekarang apalagi di depan Arka sekaligus, Kaira langsung melawan tanpa ampun.
"Ren, jaga bicara mulai sekarang jika masih sayang kepada ibumu!.." Dingin Arka. "Sekarang pulanglah! biar hidangan selanjutnya mbok Santi yang mengantarkan..."
Tanpa mau bicara lagi atau minta maaf, Rena nyelonong meninggalkan Villa itu dengan perasaan cemburu juga malu yang mendalam.
Setelah melihat itu Kaira memijit keningnya. "Ah seharusnya aku tidak berkata seperti itu tapi di yang duluan!, maaf aku jadi tidak enak kepada mbok Santi..."
"Lupakan, sekarang mari kita makan.." Timpal Arka menarik pinggang ramping Kaira untuk duduk di sampingnya.
"Rena menyukaimu..."
"Namun aku tak menyukainya, bagaimana dengan itu?." Lirih Arka.
"Haish..." Kaira sedikit terkekeh kecil.
"Kenapa tidak duduk di pangkuanku lagi?.."
Pertanyaan Arka membuat Kaira sedikit terkejut. "Mmmm, karena sekarang waktunya makan!.."
Arka menepuk pahanya dua kali. "Kemarilah Kai, aku menyukai posisi saat kau berada di atasku..."
Seketika wajah Kaira bak kepiting rebus, antara senang dan malu dirasakan bersamaan. "Jangan menggodaku Arka!.."
Lelaki itu tersenyum sinis, lengan kekarnya sontak menarik tubuh Kaira. HAP!!!..
__ADS_1
"Akh!!!..."
Kini Kaira kembali duduk di atas pangkuan sang kekasih dengan jarak yang begitu dekat, sementara tangannya melingkar pada pinggang Kaira sesekali mengelusnya lembut.
"Bagaimana ini? ini bukan liburan kita berdua layaknya pasangan suami istri yang sedang honeymoon.." Batin Kaira.
Arka menatap lekat wajah cantik Kaira, saat wanita itu lengah Arka kembali mencium bibir ranumnya lumayan lama. Mendapati itu tentu Kaira terkejut. "Mmmmmmhhh!.."
"Sekarang sudah, mari kita makan!.." Ujar Arka setelah puas mencumbu bibir ranum kekasihnya.
"Haish!..."
Keduanya menikmati hidangan bersama, sambil menyaksikan sunset di sore hari yang tampak indah.
Waktu berjalan, sore pun tergantikan dengan malam..
Arka dan Kaira tidur di kamar yang terpisah, mereka berdua berkutat dengan layar laptopnya masing-masing akan pekerjaan, apalagi Arka terus membuka setiap email yang masuk satu persatu.
Dalam waktu bersamaan tiba-tiba handphone Arka berdering, ia sontak menerima panggilan tanpa melihat siapa yang menghubungi karena fokus pada layar komputer.
"Arka dimana kamu??.." Tanya Ditama dari seberang. "Bukankah sedang bersama om Renal? papa menghubunginya katanya kamu belum ke sana dari kemarin!.."
"Sekarang kamu dimana?..."
"Menginap di hotel pah.." Bohong Arka.
"Oke cepatlah kembali perusahaan membutuhkanmu, Sean sedikit kewalahan tanpa adanya atasan!.."
"Iya.."
Panggilan pun berakhir, Arka menghela nafas lega. "Kapan aku bisa memberi tahu papa?.." Lirihnya.
Arka menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 9 malam, ia sontak berdiri dari duduknya keluar kamar menghampiri kamar Kaira yang tertutup. "Apa dia sudah tidur??."
Tok tok tok!!
Tidak ada jawaban dari dalam kamar, Arka mengetuknya kembali tidak lama pintu kamar dibuka oleh Kaira.
"Kenapa?.." Tanya Kaira tak berani menatap mata biru itu, ia masih malu dengan apa yang mereka lakukan saat di pantai.
__ADS_1
"Ayo tidur bareng.."
Kaira terkejut bibirnya kelu tak tahu harus berkata apa. "What!! tidur bareng? mmm,, kita belum menikah jadi aku menolaknya!.."
Arka terdiam mendengar jawaban kekasihnya itu. "Aku tidak akan melakukannya tanpa seizin darimu Kai, hanya tidur bersama saja bukan melakukan apa-apa. Pikiranmu liar sekali ternyata..."
"Ah maksudku bukan begitu!..."
Tanpa pikir panjang Arka sontak memasuki kamar Kaira.
"Hey!!!.." Pekik Kaira menyusul Arka yang nyelonong masuk.
"Kenapa? jika kau menolak aku akan memberitahukan hubungan kita kepada papa sekarang.." Ancam Arka sengaja.
"Ya jangan! apa kau tidak takut?.."
Arka mendekati Kaira.. "Tidak..."
Kaira memutar mata malas. "Dasar tuan pengancam!..."
Arka tersenyum sinis, ia sontak mengangkat tubuh Kaira membawanya ke atas kasur.
"Akh ya Tuhan!!..."
Telunjuk Arka menempel pada bibir ranum Kaira. "Shuuuuutt sweetie!...."
Jantung Kaira berdebar kencang akan posisi mereka berdua, dimana Arka memeluknya erat dari samping sambil kepala lelaki itu diletakkan pada lehernya.
"A-Arka...."
"Hmmmmm???..."
"Berhenti mengelus perutku, aku tidak bisa tidur jika seperti itu.." Lirih Kaira yang merasakan sensasi lain apalagi Arka sesekali mencium leher belakangnya penuh kelembutan.
"Maaf aku menyukainya, baiklah sekarang mari kita tidur.." Timpal Arka sambil mengelus lembut kepala sang kekasih.
"Hmmmm good night..."
Bersambung...
__ADS_1
Note: Untuk para reader yang kemarin sempat complain karena visual Arka Bryanditama orang Asia, tidak sesuai dengan cerita, sekarang bisa dicek kembali dihalaman VISUAL lalu beri tanggapannya pada kolom komentar. Maaf author kurang teliti wkwk, have fun semuanya!.. Dicek ya!❤️❤️❤️🤗🤗