Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 58


__ADS_3

Nafas keduanya masih terengah-engah, Kaira meremas rambut Arka saat lelaki itu mencumbui gundukan kencangnya dengan rakus.


Terasa geli namun ada kenikmatan di dalamnya, perlahan Arka kembali memaju mundurkan pinggulnya tanpa melepas pagutan panas itu. "J-jangan ditahan Kairaaa aaahhhh!!!..."


"Mmmhh.. Arkaaaaahh!..." Kaira terguncang akan penyatuan yang sedang terjadi, ia berusaha untuk menahan d*sahannya agar tak lolos takut terdengar orang lewat di luar sana, namun terasa susah sekali.


Suara penyatuan diiringi erangan nikmat mereka berdua terdengar memenuhi ruangan, Arka meraih pinggang Kaira merubah posisinya menjadi duduk.


"Aaaakhhh sayanggghh!!...." Erang Arka semakin mempercepat ritmenya membuat tubuh Kaira terguncang hebat.


"A-Arkaaahh ah ahh!!..." Kaira benar-benar hilang kendali saat benda besar nan panjang itu maju mundur pada miliknya memberikan kenikmatan dunia di sana.


Tubuh keduanya menegang diiringi lenguhan saat mencapai puncak, sesuatu yang hangat dapat Kaira rasakan pada rahimnya.


Arka tersenyum melihat wajah cantik istrinya yang terengah-engah, ia merapikan rambut Kaira yang menutupi muka. "Kau menyukainya??..."


Pipi Kaira bak kepiting rebus ia sontak mengalihkan pandangan dari Arka, melihat itu Arka menggigit bibir bawahnya karena gemas. "Sekali lagi ya sayang kau benar-benar membuatku gila..."


"Ini di kantor, aku takut kamu terus memintanya hingga keterusan.."


Arka menggeleng. "Hanya sekali sayang setelah itu kamu bisa temui papa, saat ini aku tak bisa melepasmu!.."


"Baiklah..."


Arka tersenyum menyeringai, ia mengangkat tubuh Kaira membawanya pindah ke kamar pribadi tanpa melepas l*matan pada bibir.


Sesampainya di atas kasur, Arka berbaring membiarkan Kaira bergerak liar di atasnya mencium tubuh six pack itu penuh rangsangan.


Kaira menyentuh milik Arka mengarahkannya pada milik dirinya, ada sensasi lain dalam penyatuan dengan gaya seperti itu.


"Aaaaarrggh ssshhh... Kaii aahhh!!!..." Lenguh Arka, ia me*emas gundukan kencang yang naik turun bebas di depannya penuh agresif.


Dengan diiringi d*sahan, Kaira mempercepat gerakan pinggulnya membuat mereka semakin menggila akan adegan panas itu.


"Ah Arkaaaaahh!!!..."

__ADS_1


Tubuh keduanya bergetar hebat saat mencapai kl*maks, Kaira jatuh di atas dada bidang Arka tanpa melepaskan miliknya yang masih berdenyut.


Cup! Arka mencium kening istrinya sekilas. "Love you sweetie..."


"Yeah me to daddy!.." Sengaja Kaira.


Arka sedikit terkejut. "Daddy? berhenti menggodaku Kai atau kau ku makan lagi.."


Kaira terkekeh..


...~...


Sean dan Yuna saling tatap saat mendengar lenguhan kenikmatan dari ruangan CEO utama.


"Apa pengantin baru itu bermain di luar kamar??.." Batin Sean yang menduga, karena hanya di kamar pribadi yang kedap suara.


Pipi Yuna terlihat memerah saat mendengar rintihan Kaira dari dalam. "Sorry Kai gue gak bisa nolongin lo..."


"Apa perlu ku ketuk pintunya?.." Tanya Sean kepada Yuna.


"Tak apa, aku juga ada yang harus dibicarakan pada Arka jadi sekalian..." Sengaja Sean.


"No jangan!! mereka berdua sedang emmm..." Yuna mengisyaratkan dengan jari telunjuknya ia merasa malu jika bicara langsung.


Sean tersenyum sekilas. "Oke..."


"Ayo kita pergi kenapa malah berdiri mendengarkan mereka berdua!..." Ujar Yuna menarik tangan Sean membawanya berlalu dari sana.


"Bagaimana perasaanmu saat mendengar mereka??..."


Pertanyaan Sean membuat Yuna terkejut. "Maksudnya!..."


"Bukan apa-apa lupakanlah!..." Timpal Sean. "See you next time!.." Lelaki itu sontak berlalu pergi.


Yuna mematung di tempat. "Ahh Yun kenapa pikiranmu jadi liar gara-gara ucapan lelaki itu? stop lupakan, mari kita pulang!..." Karena meeting sudah selesai Yuna memilih pergi dari perusahaan Arka.

__ADS_1


...***...


Arka berbaring di atas kasur dengan tubuh ditutup selimut setelah pergulatan panas yang dilakukan, ia menatap Kaira yang sudah mengenakan pakaiannya kembali.


"Apa kau yakin sayang, tak perlu ku antar??..." Tanya Arka.


Kaira mengangguk. "Tak usah, tidak akan terjadi apa-apa..."


"Baiklah..."


Setelah itu Kaira keluar dari ruangan CEO utama, ia mengatur nafas untuk tetap tenang sebelum memasuki ruangan Ditama.


Pintu itu diketuk, terdengar Ditama menyuruh masuk saja. Kaira membuka pintu dan masuk perlahan. "Selamat siang pah..."


Ditama mengalihkan pandangan dari komputer, ia terdiam namun sangat terkejut saat melihat siapa yang datang. "Kaira??.."


Kaira tersenyum ia mendekati meja kerja Ditama. "Bagaimana kabar papa?..."


Ditama diam sejenak menatap lekat wajah Kaira, rasa traumanya ia rasakan kembali. "Ada apa datang ke sini Kaira!.."


"Menjenguk papa, dan ini ada makan siang yang aku siapkan.." Ujar Kaira menata hidangannya. "Aku tahu tidak bisa lama-lama di sini karena trauma itu, tetap sehat dan berbahagialah pah! ini makanlah aku pamit..." Sopan Kaira tanpa pikir panjang meninggalkan ruangan itu.


Ditama menatap hidangan yang dibawa mantunya.




Saat ini dia kebetulan belum makan siang, apalagi tadi ada Indah yang menyebabkan masalah di sana.


"Kenapa anak itu bersikap baik kepada orang yang tak menyukainya??.." Batin Ditama, dalam benaknya tersirat rasa bersalah. "Akhh! ya Tuhan..."


Karena wangi hidangan itu mengunggah selera, Ditama memakannya, tanpa sadar akhirnya masakan Kaira habis tanpa sisa. "Cocok sekali di lidahku..."


Kaira yang mengintip dari celah pintu tersenyum menyeringai, rasanya senang sekali walaupun Ditama belum mengucapkan kata merestui akan pernikahan mereka berdua.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2