Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 84


__ADS_3

Arka menatap kesal pasangan pengantin baru yang lari di depannya. "Ck! kenapa malah ikut lari???..." Gumamnya frustasi.


"Apa aku harus memberinya pelajaran saja!.." Teriak Yuna dengan nafas ngos-ngosan.


"Mana bisa, dia orang gila malah semakin gila jika dihajar Anindrya!.." Pekik Sean.


"Ya gimana donk ah!! masa kita terus lari? mau sampai mana, sampai ujung dunia???..." Timpal Yuna terus berlari menyusuri jalan lurus itu.


Sean dan Yuna melotot saat Arka lebih kencang berlalu di depan, sementara di belakang ODGJ itu malah semakin dekat. "Aaaarrghh, aku bisa gila!!...."


Kaira dengan perlahan menancap gas mobilnya, menyusul mereka yang koncar-kancir tak karuan di depan sana, berlari semakin jauh. Walaupun hal ini terlihat lucu, namun hatinya juga merasa kasihan.


Saat ada belokan, Arka langsung menyelinap bersembunyi di balik tiang besar. Dengan nafas yang masih ngos-ngosan ia merapikan rambut yang menutupi wajah tampannya itu. "Untung saja Kaira ku masukkan ke dalam mobil..."


Suara teriakan Yuna dan Sean semakin dekat, sontak saja Arka menarik mereka berdua untuk bersembunyi di balik tiang besar itu.


"Shuuuuutt!!! mau kemana? jalan di Indonesia panjang sayang, cukup!!...." Arka menjinjing kerah Sean.


"Ck!..."


Karena takut ketahuan, Sean dan Yuna menahan nafasnya yang ngos-ngosan. Tidak lama orang gila itu berlalu terus nyebrut ke depan mengejar angin..

__ADS_1


Melihat ODGJ yang sudah hilang menjauh dari pandangan, mereka akhirnya bisa bernafas lega.


"Padahal kau tadi masuk saja ke dalam mobil, malah lari!.." Timpal Sean jengkel dengan Arka.


"Idih!!, kau sendiri juga kenapa malah ikut lari???..."


"Ya panik!..." Balas Sean.


"Ya sama!!..." Timpal Arka tak mau kalah.


Yuna memutar mata malas. "Sudah cukup! kenapa malah ribut???..."


Arka dan Sean saling menatap tajam karena kesal. "Haisshh!!..." Lirih keduanya bersamaan.


Terpaksa mereka bertiga harus jalan kaki, menuju tempat dimana mobilnya berada. Tidak lama terlihat Kaira datang, membawa mobil Arka menghampiri mereka. "Apa ODGJ itu sudah pergi??..."


"Lain kali jangan ngidam ke tempat sepi lagi ya Kai, takut ada orang gila lagi, nanti kamu kenapa-napa..." Ucap Yuna memberi saran.


"Aku juga tidak tahu di sini ada ODGJ, maaf bila merepotkan kalian..." Lirih Kaira merasa bersalah.


Seketika mereka bertiga mengangguk, dalam hati masing-masing memaklumi Kaira yang sedang ngidam.

__ADS_1


"Tak apa sayang..." Timpal Arka. "Sekarang biarkan aku yang menyetir.."


"Baiklah..." Balas Kaira pindah posisi.


Yuna dan Sean ikut naik, mobilnya lumayan jauh tertinggal di depan sana.


Setelah sampai..


"Apa mau pulang sekarang?..." Tanya Sean kepada Arka dan Kaira.


Arka tak menjawab, kendali ada pada istrinya.


"Sebentar lagi sebelum petang, sekarang orang gilanya sudah pergi..." Timpal Kaira.


"Baiklah..." Jawab mereka bertiga patuh saja, ikut menikmati suasana sejuk di tempat itu.


Arka terdiam melihat Sean dan istrinya saling memeluk juga menyenderkan kepala menikmati sunset, sementara dirinya? hanya bisa bergandengan tangan, itu juga berjarak takut Kaira terus muntah-muntah, karena mual akan aroma tubuh yang katanya aneh itu.


Sangat tersiksa, namun Arka bisa apa? ini juga demi buah hati mereka.


Sean yang menyadari tatapan iri sahabatnya, tersenyum sinis. "Kenapa?..." Bisiknya sengaja menggoda.

__ADS_1


"Cih!.." Decak Arka kesal memutar mata malas. "Kau akan merasakannya sebentar lagi...."


__ADS_2