Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 43 + Visual


__ADS_3

Lelaki dingin itu tersenyum sekilas melihat sang kekasih menggerutu kesal karena gigitan yang dilakukannya, Arka sontak mengelus lembut kepala Kaira. "Sorry sweetie..."


"Ayo sekarang kita pulang ke rumah!.." Timpal Arka.


Kaira mengatur nafas perlahan, jujur hatinya terasa tegang namun hanya ini cara satu-satunya untuk menghindari perjodohan itu dengan mengungkapkan hubungan asmara bersama Arka Bryanditama. "Oke..."


Kaira keluar dari mobil Arka lalu memasuki mobilnya, setelah itu mereka berdua pulang beriringan..


Setelah beberapa lama di perjalanan, mereka akhirnya sampai di kediaman Kaira, Arka mengikuti langkah kekasihnya yang masuk duluan.


Rangga dan Luna yang sedang santai di ruang tengah, sontak melihat siapa yang datang. "Kai sudah pulang?." Tanya Rangga yang merasa jika pertemuan Kaira dan Tian sebentar.


"Sudah pah..."


Tidak lama Arka muncul dari belakang Kaira, membuat Luna dan Rangga terkejut.


"Arka???..." Ujar pasangan suami istri itu bersamaan.


"Hallo om, tan.."


"Ah silahkan duduk kenapa ke sini tidak memberi tahu dulu? ma suruh bibi bawakan jamuan!.." Timpal Rangga memberi kode yang diangguki istrinya.


Arka dan Kaira sontak duduk berhadapan dengan Rangga dan Luna, tidak lama pembantu datang memberikan jamuan.


Arka minum jus yang dihidangkan.


"Apa kau ingin menemui Indah? sayangnya anak itu memilih tinggal di apartemen dekat kantor entah kenapa mendadak juga.." Ujar Rangga.


"Kak Indah pindah?.."


"Iya Kai..." Jawab mama Luna.


Kaira terdiam mendengar itu ia merasa tak nyaman, pasalnya terakhir bertemu dengan Indah mereka adu argumen soal Arka.


"Aku datang ke sini bukan untuk menemui Indah." Jawab Arka yang membuat Rangga dan Luna saling tatap.


Jika Arka datang ke rumah itu sudah dipastikan ada sesuatu yang penting yang ingin ia bahas, tidak mungkin buang-buang waktu untuk hal biasa apalagi sekarang ia seorang Presdir.


"Apa soal saham yang kau tanam di kantor om?." Tanya Rangga lagi.


"Bukan..."

__ADS_1


Kaira menggigit bibir bawahnya untuk tetap berusaha tenang.


Arka menatap lekat wajah kedua orang tua itu. "Maaf jika ini terlalu mendadak, bagaimana tanggapan om dan tante jika aku menginginkan Kaira sebagai pasangan masa depan nanti?.."


DEG!..


Jantung Rangga dan Luna terasa berhenti sejenak, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka berdua hanya terdiam karena masih terkejut dengan ucapan Arka.


"A-apa yang kau ucapkan tak salah Arka?.." Terbata Rangga.


Arka menganggukinya, membuat Rangga dan Luna merasakan perasaan tak tenang.


"Aku dan Kaira sudah lebih awal bertemu sebelum menikah dengan Indah, seperti kalian ketahui pernikahanku dan Indah hanya sandiwara karena kita berdua sepakat sampai waktunya tepat untuk bercerai."


"Jangan beranggapan jika Kaira penyebab perceraian, itu sama sekali tak ada hubungannya om, tante.." Lanjut Arka.


Hari kemarin Rangga dan Luna dibuat syok dengan kabar perceraian Indah dan Arka, sekarang dibuat terkejut dengan hubungan Kaira masih bersama lelaki yang sama yaitu Arka.


"Kai apa penyebab kau tak setuju dijodohkan dengan Bastian karena ini?.." Tanya Luna dengan tatapan serius.


"Iya ma ini pilihanku.." Jawab Kaira.


"Aku tak masalah dengan itu ma, kak Indah sendiri masih berhubungan dengan kekasihnya saat masih menikah dengan Arka hingga sekarang.."


Mata Rangga dan Luna melotot. "Apa!!!..."


"Dia berbohong kepadaku!!.." Emosi Rangga.


"Aku mohon jangan marah kepadanya, mungkin karena perjodohan mendadak saat dulu membuatnya seperti itu dan sekarang harus papa jadikan pelajaran agar aku tak seperti kak Indah." Timpal Kaira.


Rangga berusaha untuk tetap tenang banyak sekali kabar yang mengejutkan akhir-akhir ini, mama Luna membenarkan ucapan putrinya itu. "Ada benarnya juga yang diucapkan Kaira pah, biarkan saja kedua putri kita memilih pasangannya masing-masing.."


Tidak ada jawaban dari Rangga. "Arka apa kedua orang tuamu sudah tahu?.."


"Baru mama om..."


"Itu dia, om mungkin bisa menyetujui hubungan kalian. Tapi masalah papamu om sedikit ragu."


Arka terdiam ia paham maksud Rangga. "Itu akan ku urus.."


Setelahnya tidak lama Rangga dan Luna saling tatap satu sama lain.

__ADS_1


"Baiklah walaupun syok om dan tante menyetujui hubungan kalian, kami tidak bisa memaksa jika sudah seperti ini tentang perjodohan itu akan dibatalkan.."


Kaira dan Arka tersenyum bersamaan, rasanya senang sekali rasa tegang itu seketika hilang. "Terimakasih ma, pah.." Tanpa pikir panjang Kaira memeluk kedua orang tuanya itu.


"Iya Kai..."


"Arka om minta rahasiakan dulu hubunganmu dengan Kaira dari Ditama, untuk sekarang jangan terang-terangan dulu takutnya nanti ada hal yang tak diinginkan.." Lirih Rangga dengan nada sedikit memohon.


Arka mengangguk. "Of course.."


...~...




Visual 'Kaira Sharena Rangga'



Visual 'Arka Bryanditama' (1)



Visual 'Arka Bryanditama' (2)


Terserah kalian mau menggambarkan Arka yang mana, mau visual nomor 1 atau pun 2.. Have fun!🤗



Visual 'Bastian Algra'



Visual 'Indah Sharena Rangga'



Visual 'Novan Pabello'


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2