
Jakarta
Setelah melepas rindu dengan Sindy sahabatnya, Kaira kembali pulang ke rumah. Kini ia duduk di balkon menikmati suasana sore, sambil melihat mobil yang lewat berlalu lalang di depan halaman rumahnya.
"Sudah 3 hari dia tak memberi kabar..." Lirih Kaira mengingat Arka.
Lengan wanita itu mengelus perut buncitnya. "Apa mama manja sayang? karena terus mengharap kabar dari papa, tidak kah kau merindukannya juga??..."
Perut Kaira bergerak perlahan, akan tendangan janin yang sedang aktif-aktifnya. "Awh!..." Rintih Kaira, namun tidak lama ia tersenyum kembali mengelus perut. "Papa akan pulang kok sebentar lagi, dia harus menyembuhkan kakek dulu ya, agar semuanya bahagia baby..."
Tanpa sadar, mata Kaira sudah berkaca-kaca mengingat Ditama dan suaminya. "Semoga kehadiranmu nanti dapat meluluhkan kakek, sebenarnya mama sedikit lelah sampai sekarang belum mendapatkan restu itu. Entah sampai kapan mama harus berharap....
"Tapi karena kehadiranmu sekarang, mama mendapat kekuatan untuk tetap terus bertahan..." Lanjut Kaira, kembali menyunggingkan senyumnya.
Wanita itu berdiri menghapus air matanya tak mau larut dalam kesedihan, walaupun Kaira tahu dirinya sekarang sensitif.
Ia memilih masuk ke dalam, memasuki ruangan gym-nya saat masih gadis itu. Sudah jadi rutinitas Kaira, ia sering melakukan olahraga ibu hamil yang aman untuk bantu persalinan normal.
Di lantai bawah...
Mama Luna yang sedang asyik mengupas buah-buahan untuk putrinya, terpaksa harus berhenti saat pintu utama diketuk.
Ia berjalan menghampiri lalu membuka pintu melihat siapa yang datang, terlihat seorang antar paket membawa kotak besar. "Permisi, apa benar ini kediaman tuan Rangga?.."
__ADS_1
"Ya saya sendiri istrinya.." Jawab Luna.
"Ah ini..." Tukang paket menyerahkan kotak besar itu. "Dari tuan Arka katanya untuk nona Kaira.."
"Benarkah??..."
"Iya nyonya, kalau begitu saya permisi..."
"Ya..."
Tukang antar paket pun berlalu pergi dari sana, sementara mama Luna membawa masuk kotak itu menuju kamar putrinya di atas. "Kaira pasti senang..." Ujarnya tersenyum.
Sesampainya di kamar Kaira, terlihat putrinya sedang senam. "Ma??..."
"Apa ini??.." Kaira yang kebingungan.
"Dari suamimu sayang!..."
"Hah! Arka??.."
"Iya...." Jawab Luna. "Silahkan buka, mama ke dapur mau kembali mengupas buah ya..."
"Oke..."
__ADS_1
Luna berlalu dari sana...
Kaira menatap lekat kotak besar itu. "Ck! heran, kabar mah gak ngasih tahu!..."
Dalam waktu bersamaan tiba-tiba handphone Kaira dapat notif, ia langsung melihat dan ternyata yang ditunggu-tunggu muncul, ya pesan dari Arka.
"Kamu dan anak kita baik-baik saja kan sayang? maaf aku telat memberi kabar karena situasinya tak mendukung. Mungkin dua hari lagi aku pulang menengok kalian, minta do'anya buat papa agar kita di sini tak lama, aku juga di Indonesia banyak tanggung jawab yang harus diurus...
"Sedikit hadiah untukmu sebagai tanda minta maaf karena telat akan kabar, jika sudah sampai bukalah!. Baiklah, see you next time sweetie..." Pesan dari Arka.
Kaira tersenyum menyeringai. "Haishh!...." Ia juga membalas pesan suaminya.
Tanpa pikir panjang, Kaira membuka kotak besar itu mengeluarkan satu persatu isinya hingga habis. Bukan hari ulang tahun juga bukan anniversary pernikahan, tapi lihat yang Arka berikan.
"Kenapa harus sebanyak ini? padahal satu saja cukup..." Gumam Kaira, mau heran tapi ini Arka.
Mama Luna yang baru masuk membawa buah-buahan ikut terkejut. "Woah, banyak sekali!..." Lirihnya meletakkan buah-buahan di meja.
"Gak tahu ma..."
"Tak apa, bukti dia sangat menyayangimu..."
__ADS_1
"Hmmm..." Lirih Kaira tersenyum, ia membukanya satu persatu kotak itu. Ada pakaian dengan style berbeda-beda, High heels, macam-macam perhiasan juga make up. Arka benar-benar ingin istrinya bahagia.