Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 42


__ADS_3

Bastian menatap keheranan pada Arka ia semakin terkejut lagi saat lelaki yang dipeluk itu sontak mendorongnya hingga mundur beberapa langkah ke belakang.


"Kai siapa dia????.." Lirih Bastian menatap lekat Arka dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Sudah ku bilang aku yang akan berkencan denganmu bukan wanita ini!..." Dingin Arka yang tak lepas menatap tajam Bastian.


"H-hah???.."


"Ah ini kak Arka orang dekat yang sudah aku anggap kakak Tian..." Jelas Kaira, tidak mungkin ia memberitahukan identitas kekasihnya yang ternyata bekas kakak ipar takutnya nanti Tian akan bicara kepada Rangga. "Untung saja pernikahan Arka dan Indah tak banyak orang tahu.." Batin Kaira lega.


"Orang dekat katamu!!!..." Timpal Arka yang sontak menatap tajam kekasihnya itu.


Kaira sontak mengedipkan matanya pelan memberi kode, melihat itu Arka memutar mata malas tak mau sekali rasanya. "Ya aku orang dekat Kaira!..."


"Kita tumbuh bersama dari kecil, aku belum melihat lelaki ini bersamamu Kai?..." Timpal Bastian sambil mengerutkan keningnya terasa ada yang janggal.


"Kita jarang bertemu tentu kau tak tahu.."


Bastian terdiam, ia menatap lekat wajah Arka begitu pun sebaliknya tatapan Arka tak kalah tajam.


"Kita bertemu untuk bicara berdua saja Kai, ayo masuk ke dalam..." Ajak Bastian.


"Cih!!!.." Batin Arka kesal.


"Baiklah.." Timpal Kaira, ia harus menyelesaikan pertemuannya dengan Tian. Jika lama-lama di sana takutnya nanti Arka tak bisa menahan emosi.


Bastian masuk ke dalam restoran duluan, Kaira hendak melangkah menyusulnya.


"Kai????...." Lirih Arka dengan tatapan berat yang berhasil membuat langkah Kaira terhenti.


"Aku harus bicara dengan Tian, tunggulah setelah ini aku akan menemuimu posessive boyfriend!!..." Ujar Kaira seraya berlalu menyusul Tian.


Arka tersenyum sinis akan ucapan Kaira. "Baiklah..." Lelaki itu kembali memasuki mobil sambil mengawasi Kaira dan Tian di dalam restoran.


Terlihat Bastian memberikan sebuah bunga kepada Kaira. "Kita sudah lama tak bertemu terimalah.."

__ADS_1


Kaira terdiam beberapa saat. " Terimakasih Tian."


"Tentu..."


Mata Tian tak lepas memandangi wajah wanita yang tumbuh bersama dengannya dari kecil. "Kau semakin cantik saja Kaira.."


Kaira hanya tersenyum sekilas. "Kau juga terlihat dewasa.."


"Aku mungkin langsung saja ke intinya, mengenai perjodohan yang akan dilakukan oleh keluarga kita batalkan saja. Kau sudah aku anggap seperti kakak sendiri Tian, terasa aneh jika status kita berubah, apalagi aku sendiri belum siap menikah rasanya ingin menikmati masa muda dulu.." Lirih Kaira.


Seketika senyum Bastian terlihat memudar, wanita di depannya ini sekarang nampak berbeda dimana Kaira dulu sering bersamanya dan selalu berucap ingin dinikahi Tian saat dewasa. "Kau yakin Kai?..."


Kaira mengangguk sambil tersenyum. "Aku yakin, maka dari itu tetaplah menjadi sahabat masa kecilku..."


Tidak ada jawaban dari Bastian ia masih terdiam.


"Bukankah kau juga masih berhubungan dengan Naila kenapa mau dijodohkan denganku?."


"Kita sudah lama putus.." Jawab Tian.


"Biarkan saja, sudah berlalu.."


Kaira melirik handphonenya. "Ah aku tidak bisa lama-lama ada urusan lain, sampai jumpa!.." Setelah pamit Kaira keluar meninggalkan restoran.


Bastian mematung hanya melihat kepergiannya. "Aku harus bicara kepada papa untuk tetap melangsungkan perjodohan ini!! maaf Kaira.."


Sementara itu...


Kaira melangkah menuju mobil Arka lalu masuk ke dalam. "Kenapa kamu datang ke sini tidak memberitahuku!..."


Arka menatap lekat wajah cantik itu. "Aku sengaja melakukannya sampai kau kembali ke rumahku.."


"Tak usah, bagaimana dengan perusahaan?.."


"Aku merindukanmu apa salah? di sini juga ada proyek yang ku urus.." Balas Arka.

__ADS_1


Kaira terdiam. "Ah baiklah..."


"Kai..."


"Hmmmm?.."


"Aku akan bicara langsung ke rumahmu mengenai hubungan kita yang sebenarnya sekarang.." Ujar Arka serius.


Mata indah Kaira membulat sempurna. "Apa yang kamu katakan! bukankah kita harus merahasiakan ini sampai waktunya tepat?.."


Arka menggeleng perlahan. "Aku tidak mau ada peluang untuk orang lain yang ingin memilikimu!." Lirih Arka, saat ia tadi berpelukan dengan Bastian lelaki itu sengaja menempelkan GPS tanpa sepengetahuannya, sehingga semua perkataan yang dilontarkan Tian semuanya terdengar oleh Arka.


"Apa maksudmu?."


"Sahabat masa kecilmu itu kukuh ingin melangsungkan perjodohan, aku menempelkan GPS pada kerah bajunya Kai..." Jawab Arka.


"Hah? tidak mungkin yang benar saja!.."


Arka menatap lekat wajah cantik Kaira yang tampak resah itu, tatapannya tertuju pada bibir sexy Kaira. Tanpa pikir panjang Arka bangkit dari duduknya menarik tengkuk Kaira lalu menciumnya.


Kaira sedikit terkejut dengan aksi mendadak Arka. Lelaki itu menekan tombol sontak jok mobil yang diduduki Kaira berubah posisi membuat wanita itu berbaring sehingga Arka leluasa bergerak.


Sangat terasa sekali oleh Kaira ciuman yang dilakukan kekasihnya begitu agresif, mungkin Arka masih kesal dengan pertemuannya dengan Tian.


Saat hendak kehabisan nafas, Kaira mendorong dada kekar Arka. Setelah dirasa cukup Arka kembali mencium bibir sexy yang sudah jadi candunya itu, me*umat, menyesap, bahkan Arka sengaja menggigitnya meninggalkan bekas.


"Awhh sakitt!..." Rengek Kaira sontak melepas ciuman itu.


Cup cup cup cup cup cup cup cup cup cup!..


"Mmmh A-Arka stop..."


"Maaf aku hanya tak tahan bibirmu terlalu candu Kaira..." Lirih Arka sambil mengelus lembut bekas gigitannya itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2