
Sean mengepalkan tangannya kuat. "Jangan meniru gaya style istriku! itu terlihat memuakkan, apa kau paham!!..."
"Kau membentakku??..." Lirih Alia dengan suara bergetar, sakit sekali rasanya.
Hanya diam, itu cara Sean meredam emosi-nya. Tidak lama pintu lift terbuka, tanpa pikir panjang Sean melangkah ke luar meninggalkan Alia di sana.
"Tunggu!.." Ujar Alia menahan lengan kekar Sean.
"Apalagi hah? jika kau sayang dengan pekerjaan suamimu, tolong jangan bersikap seperti ini!..." Bentaknya penuh penekanan.
"Kau benar-benar berubah, bukankah dulu kau pernah berkata walaupun kita berpisah, hubungan di antara kita akan terus terjalin?.." Timpal Alia yang mengingat perpisahannya dengan Sean 3 tahun yang lalu.
"Pakai otakmu Alia, lupakan hubungan yang pernah kita jalin!. Kau sudah menikah dengan sepupuku begitupun aku juga sudah memiliki istri yang sangat ku cintai, kita memang masih terikat hubungan namun sebagai saudara, mengertilah!!..."
"Aku selama menikah dengan Renal tidak bisa melupakanmu Sean!!..." Pekik Alia air matanya turun berlinang membasahi pipi. "Aku juga dulu mau menikah dengannya karena keinginanmu bukan kemauanku, tidak kah kau berpikir di masa itu aku benar-benar berat menghadapinya!, apalagi sekarang mendapatimu yang sudah menikah!..."
Sean memijit pusing kening, ia ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan, bukan mengenang masa lalu yang kini datang lagi. "Sadarlah kau hamil di luar nikah dengannya! mau itu kesalahan atau kemauan sendiri, aku tak peduli lagi!..."
"Stop! jangan membuat amarahku menjadi-jadi, lupakan sosok diriku yang selalu kau ingat, karena sosok itu tak menginginkanmu lagi!..." Tegas Sean, urat pada lehernya terlihat mengambang menahan emosi.
Tangis Alia semakin pecah, sosok lelaki yang begitu menyayanginya dulu, kini berubah menjadi dingin juga tak berperasaan. "Kau tega Sean!.."
"I don't care!, jika kau terus mendekatiku maka lihat saja kebangkrutan yang akan keluarga kalian alami. Ini peringatan terakhir camkan baik-baik!!..." Dingin Sean seraya berlalu pergi meninggalkan wanita itu sendirian.
Alia mengepalkan tangannya kuat, giginya beradu menahan emosi. Setelah Sean benar-benar hilang dari pandangan, tangannya menghapus air mata buaya itu. "Sial! apa yang kau banggakan dari gadis kuno itu Sean? justru aku lebih baik!!!...."
Alia menghentakkan kakinya, berlalu pergi dari ruangan CEO utama dengan emosi yang meledak-ledak.
...***...
__ADS_1
...
Sesuai keinginannya, Arka membawa Kaira jalan-jalan sore, di tempat yang sepi nan sejuk dekat perusahaan besar Ditama.
"Di sini sepi sayang, apa di sebelah sana saja banyak ibu-ibu?.." Ujar Arka yang menggandeng tangan istrinya.
"Aku maunya di sini.."
"Baiklah..." Pasrah Arka.
Mobil mereka ada di belakang, sementara keduanya menikmati jalan-jalan sore di sana.
"Apa kau haus?." Tanya Arka.
"Hmm, sedikit..."
"Tunggu di sini aku akan mengambilnya di mobil.." Ucap Arka yang diangguki Kaira, lelaki itu menghampiri mobil yang tidak jauh di sana.
Sambil menunggu Arka, tatapan Kaira tertuju pada seorang wanita berbaju putih sedikit kusut dengan rambut panjang, di depan sana berdiri di tengah-tengah jalan. "Permisi mbak!!..." Panggil Kaira.
"Mbak jangan di tengah nanti ada kendaraan!..." Ulang Kaira lagi.
Masih tidak ada jawaban, hanya kepalanya yang geleng-geleng membuat Kaira kebingungan.
"Ini sayang minum airnya.." Ujar Arka memberikan minum. "Barusan Sean nelpon katanya mau ke sini juga dengan Yuna.."
"Oh iya..." Kaira meminum air itu.
"Kau barusan manggil siapa?..." Tanya Arka.
"Tuh.." Tunjuk Kaira pada wanita yang membelakangi mereka di kejauhan. "Bahaya sekali..."
__ADS_1
Arka menatap lekat wanita itu.
"Mbak pindah ke pinggir!!!..." Teriak Kaira lagi..
Wanita itu perlahan menoleh, betapa terkejutnya Kaira dan Arka saat melihat penampilannya. Wajah kusut penuh kotoran, gigi hitam entah habis makan apa, ia layaknya zombie yang kelaparan.
"Kai ODGJ!!!!..." Pekik Arka mengangkat tubuh istrinya membawa lari saat wanita itu mengejar kencang.
Kaira masih syok hanya bisa terdiam, Arka memasukkan istrinya ke dalam mobil. Bukannya ikut masuk, Arka malah berlari karena orang gila itu semakin dekat.
"Arka!!..." Panik Kaira di dalam mobil saat melihat suaminya di kejar-kejar wanita itu. "Ya Sean, aku harus menghubunginya!..."
"Aaaaaakkkh!!!! aaaakkkhhhh!! tunggu aku tampan!!...." Teriak wanita itu terus mengejar Arka di depannya.
"Kau ini kenapa, hah? berhenti mengejar ku!!..." Teriak Arka semakin mengencangkan larinya.
Sean menghentikan mobilnya saat di depan sana melihat sahabatnya lari pontang-panting. Ia dan Yuna keluar menghadang Arka. "Ada apa????..."
Nafas Arka ngos-ngosan, ia menunjuk ODGJ di belakang. "Kaira ku tinggalkan di mobil, hadang orang gila itu cepat!!..."
Sean dan Yuna saling tatap, mengerikan juga dengan penampilan wanita itu layaknya kuntilanak berlumur darah, apalagi ia kembali mengejar ketiga orang di depannya.
"Aaaaaakkkh!!! awasss kaliaannn aaakkhh!!!..." Ujarnya menyeramkan.
"Tidak, lari!!!!..." Pekik Sean menarik tangan Yuna.
Rasanya Arka ingin menangis di tempat, terpaksa ia ikut lari. Dasar, mungkin karena panik bukannya masuk mobil ini malah pontang-panting ke sana kemari.
Orang sekitar terkejut menyaksikan itu. "Bukankah mereka dua orang penting di perusahaan besar Ditama??..."
"Iya, haha...."
__ADS_1
Kaira yang berada di dalam mobil tak habis pikir, ia terkekeh rasanya senang sekali. "Apa ngidamku membuat Arka tersiksa???..."
Bersambung...