
Kaira membuka perlahan matanya disela pelukan yang terasa nyaman itu, terlihat Kaira memicingkan mata saat melihat seseorang yang berdiri juga menatapnya dari dalam jendela ruang tengah.
DEG!!!... Rasa terkejut juga panik campur aduk dalam diri Kaira saat Veena melihat dengan jelas apa yang mereka lakukan di tepi kolam renang yang remang-remang itu.
Ditama mengerutkan kening saat melihat sang istri mematung di jendela menatap ke arah luar, sontak saja Ditama menghampirinya. "Ada apa di luar ma?.."
SRETT!!!..
Veena sontak menutup gordennya agar John Ditama tak melihat apa yang ia lihat barusan. "Ah pah, bukan apa-apa hanya saja langitnya terlihat cantik sekali jadi aku menatapnya.."
"Langit di luar sedang mendung, apa awan gelap yang kau sebut cantik itu?..."
"Hmmm ya! jarang sekali mama melihatnya haha.." Bohong Veena berusaha untuk mengalihkan perhatian Ditama terhadap gorden. "Ayo kita mengobrol lagi bersama keluarga Rangga.."
Ditama hanya manggut-manggut saja. "Baiklah, ngomong-ngomong dimana Arka dan Kaira mereka berdua tak kelihatan dari tadi?."
"Ya mana mama tahu? kan dari tadi ngobrol sama kalian.." Timpal Veena. "Mungkin mereka sedang mengobrol tentang perusahaan, tadi mama melihat Arka dan Kaira diskusi pah.." Bohong Veena lagi.
"Oh oke..." Jawab Ditama seraya berlalu kembali duduk di ruang keluarga.
Jari lentik Veena mengetik pesan kepada putranya itu. "Temui mama besok di cafe C, bawa Kaira juga!!!..."
Sementara itu..
Kaira sontak mendorong dada bidang Arka agar pelukannya terlepas, tentunya Arka terkejut, lelaki itu dapat melihat jika wajah Kaira begitu panik. "Ada apa Kai??.."
"T-tante Veena melihat kita berdua barusan dari balik gorden Arka, dia menutupnya kembali saat om Ditama datang. Bagaimana ini?....."
"Apa!.."
Kaira mondar-mandir sambil menggigit ujung jari telunjuknya. "Ya ampun aku harus bersikap apa jika sudah begini?..."
__ADS_1
"Kau tidak lihat ada aku di depanmu Kai? tenanglah..."
"Aku tahu, tapi aku yang tak nyaman..." Lirih Kaira.
"Huuussssstt!..." Telunjuk Arka mendarat di bibir Kaira. "Ada aku Kaira Sharena, tenanglah jika kau tak mau bibirmu ini ku gigit sekarang juga..."
Kaira seketika terdiam.
Saat ada pesan masuk, Arka sontak melihatnya rupanya itu dari Veena. "Masuklah ke dalam rumah tanpa membuat orang curiga bagaimana pun caranya, namun besok temui mama di cafe C dengan Kaira sebelum dia kembali ke Jakarta!.." -Veena-
Arka memperlihatkan pesan dari mamanya kepada Kaira. "Kita tidak mungkin terus-terusan merahasiakan hubungan ini Kai, tetap di sampingku semuanya akan baik-baik saja.."
Kaira terdiam namun menganggukinya.
"Masuklah dari pintu belakang dari sana ada tangga sebelah kanan yang menghubung ke kamarmu tanpa melewati ruang keluarga, aku akan masuk lewat depan.." Lirih Arka yang diangguki Kaira.
Saat Kaira hendak pergi, Arka menarik pinggang ramping tubuh kekasihnya itu. "Akh!.."
Kaira sontak mendorongnya. "Haish, bukan waktunya menciumku!.." Wanita itu sontak berlalu pergi menuju pintu belakang.
Sementara Arka hanya tersenyum menyeringai, setelah itu ia memasuki rumahnya lewat pintu depan.
"Dari mana Arka?." Tanya Ditama.
Semua yang ada di ruang keluarga menatap Arka termasuk Veena.
"Ada sesuatu yang ketinggalan di mobil pah..."
"Papa lihat kamu senyam-senyum saat masuk rumah, jarang sekali pantas mendung.." Timpal Ditama yang membuat wajah Arka dingin kembali.
Tatapan Arka bertemu dengan manik Veena yang juga menatapnya. "Ah kalau begitu aku istirahat duluan, permisi..." Ujar Arka seraya melangkah memasuki kamar.
__ADS_1
"Karena ini juga sudah malam mari kita istirahat..."
Semua yang ada di ruang keluarga mengangguk.
...~...
Pukul 07:00 pagi.
Cafe C
Veena menatap bergantian Arka juga Kaira. "Waktu kita hanya 1 jam sebelum Kaira dibawa pulang ke Jakarta, tolong jelaskan dengan sejujur jujurnya kepada mama!.."
Arka menggenggam tangan Kaira. "Ya ma kami menjalin hubungan.."
Kaira hanya menggigit bibir bawahnya, baru kali ini dalam hidup merasa begitu tegang.
"Kai apa benar yang diucapkan Arka?.."
Kaira perlahan mengangguk. "Iya tan..."
Veena memijit keningnya. "Ya Tuhan aku harus senang apa sedih?.. Sejak kapan kalian menjalin hubungan!."
"Sebelum aku bertemu dengan Indah, aku lebih dulu menyukai Kaira mah, kita pernah bertemu tanpa sengaja dan dari itulah...." Jelas Arka tanpa basa-basi.
Mendengar itu Veena terkejut. "Apa! kenapa tidak bilang ke mama mungkin mama akan menikahkanmu dengan Kaira bukan Indah Arka?.."
"Saat itu Kaira menolak perjodohan dan aku juga baru bertemu kembali dengan Kaira setelah dua bulan pernikahan.."
"Mama jangan menganggap sebab pernikahanku gagal karena Kaira, aku dan Indah bercerai karena kemauan masing-masing. Indah sendiri saat menjadi istriku menjalin hubungan dengan kekasihnya.." Lanjut Arka.
Veena lebih terkejut mendengar hal itu. "Lantas bagaimana sekarang?, Kaira sendiri akan dijodohkan Arka. Kamu jangan menentang Rangga sebagai papanya!..."
__ADS_1
Bersambung....