Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 56


__ADS_3

"Hah!!!..." Arka terkejut.


"Pulang! selesaikan masalah yang kau buat, kenapa kau akhir-akhir ini membuat papa naik pitam terus Arka!.." Ujar Ditama dari seberang. "Indah datang menemui papa dengan perut buncitnya, dia menangis sesegukan agar kau bertanggung jawab! kau ini kenapa Arka???..." Pekik lelaki itu terdengar frustasi sekali.


"Hamil anakku pah? demi Tuhan aku tak menyentuhnya sama sekali! jangan mudah percaya dan menyimpulkan secara mendadak lihat dulu kebenarannya!.." Jawab Arka tegas.


"Pulang ke rumah temui papa!!..."


Arka memijit pusing keningnya. "Pah aku dan istriku sedang menghabiskan waktu bersama, aku anakmu bukan Indah! sekarang aku tanya papa percaya siapa aku atau dia? hah!..." Timpal Arka ia sudah naik pitam.


"Arka!...."


"Apa? baiklah, aku akan pulang namun tidak untuk menikahi Indah apalagi bertanggung jawab!.."


Tanpa menunggu Ditama bicara, Arka mengakhiri panggilan itu karena emosi.


"Yang benar saja? sebenarnya ada apa lagi dengan wanita itu!..." Arka merasa jengkel.


Arka masuk ke dalam rumah berjalan menghampiri Kaira yang sedang menyiapkan makan siang. "Panggilan dari siapa?..."


"Sean..." Sengaja Arka, ia ingin menyembunyikan masalah ini dari istrinya hingga selesai.


Arka terdiam melihat masakan Kaira. "Ini kamu yang buat sayang?..."



Kaira tersenyum seraya duduk di samping Arka. "Ya spesial untuk kamu.."


Cup! Kaira terkekeh setelah mencium bibir Arka tanpa izin. "Selamat menikmati..."


"Hidangan ini memang sangat menggiurkan, namun jangan menggodaku Kai, bisa-bisa yang ku makan kamu..." Lirih Arka.


"Haish..."


Keduanya makan siang bersama, Arka bukan hanya sekali memuji masakan istrinya tapi berkali-kali.


Setelah makan, keduanya bersantai di kursi sambil menonton televisi dengan posisi Arka tiduran di paha Kaira.


"Aku harus ke perusahaan, jika pekerjaannya selesai nanti malam juga akan pulang ke sini.." Ujar Arka.


Kaira terdiam sejenak. "Oke aku sama bi Tuti di sini..."


"Sorry sweetie..."


"No problem, perusahaan membutuhkanmu.."


Arka sontak menarik wajah Kaira menyatukan bibir itu, Kaira membalas liar cumbuan yang dilakukan suaminya.


Arka sedikit terkejut namun ia senang, Arka memperdalam ciumannya dengan tangan tak diam menggerayangi tubuh sexy istrinya diberbagai tempat.

__ADS_1


Posisi keduanya berubah, Kaira duduk di pangkuan Arka dengan tubuh yang sudah telanjang dada. Membiarkan Arka layaknya bayi kehausan bermain agresif diantara gundukan kencang menggairahkan itu.


"K-kauuu aahhhhhhh!... harus ke p-perusahaannn Arkaaaaahh...." Lirih Kaira terbata ia berusaha untuk tak menger*ng akan ulah suaminya namun tetap tidak berdaya.


Tak ada jawaban dari Arka, ia mencumbu gundukan besar itu dengan rakus bahkan Arka sengaja menggesekkan miliknya pada sel*ngk*ngan Kaira yang ada di atasnya. "Aku tegang sayang...."


"S-stop Arkaaah... Jangan melakukannya kau harus ke perusahaan bukan??.."


"Sebentar saja Kai...."


"Hmmmm.."


Setelah puas bercumbu Arka menghentikan aksinya dengan kondisi hasrat terpendam karena ada urusan, ia bersiap-siap untuk berangkat. "Jika ada sesuatu hubungi aku!.."


Kaira mengangguk.


Arka mencium kening Kaira sekilas, setelahnya melaju membelah jalanan raya meninggalkan pelataran rumah besar itu.


Dalam waktu bersamaan handphone Kaira berdering ia sontak menerima panggilan, rupanya itu dari Yuna. "Iya Yun ada apa???.."


Sementara di perusahaan...


Rangga sudah datang atas permintaan Ditama, lelaki itu tentunya syok mendengar jika Indah mengandung anak Arka.


Indah sendiri sesegukan, mengeluarkan tangisan buaya layaknya tidak ada keadilan dalam hidup.


"I-iya pah..."


"Ck! jika sudah 3 bulan seperti ini, seharusnya bicara sama Arka agar adikmu tak menikah dengannya Indah!! kenapa kau membuatku marah juga jengkel!!..." Pekik Rangga sangat kecewa.


"Aku tak berani pah...."


"Sekarang makin rumit masalahnya!!..." Emosi Rangga.


Ditama hanya diam ia memijit pusing mencari solusi. "Arka akan datang sebentar lagi..."


Jantung Indah berdebar, ia akan melawan Arka sampai lelaki itu benar-benar takluk. "Tetap pada pendirian-mu Indah!." Batinnya.


Cklek!


Pintu ruangan terbuka dan masuklah Arka dengan ekspresi wajah datar menatap bergantian orang yang ada di sana.


"Selesaikan!..." Dingin Ditama.


Mata tajam Arka tertuju pada Indah. "Apa maumu!..."


"Hiks.. hiks.. Tega sekali kau Arka membentak wanita yang sedang mengandung anakmu! berapa kali pun kau mengelak kita memang melakukannya malam itu..." Tegas Indah.


"Jangan ngadi-ngadi aku masih sadar tidak terpengaruh! jika memang benar pun, malam itu berlalu baru 1 bulan lebih sedangkan kau mengandung sudah 3 bulan!!..." Sinis Arka.

__ADS_1


Deg!!


Rangga dan Ditama menatap tajam ke arah Indah. Ditama sadar putranya tidak pernah membuang waktu untuk hal yang tak penting.


"Apa maksudnya Indah!!!..." Bentak Rangga punya firasat lain.


"I-ini benar anakmu Arka jangan menyangkal!..." Pekik Indah terisak.


"Kau lupa aku mantan seorang detektif???..." Dingin Arka namun penuh penekanan.


Glek!


Tangan Indah gemetar panik. "Kenapa jadi seperti ini! katakan sesuatu ayo!!!.." Batinnya.


"Lakukan USG Arka, hasilnya nanti terlihat..." Timpal Ditama.


"No! buang-buang waktu sekali, intinya itu bukan anakku kalian akan mengetahui kebenarannya sebentar lagi!!..." Ujar Arka.


Indah mengerutkan kening akan ucapan Arka ia tak mengerti. "Apa maksudmu!..."


Dalam waktu bersamaan handphone Rangga bunyi ada panggilan dari nomor tak dikenal. "Dengan siapa ini!.." Tanya Rangga.


"Aku Novan, ini sudah di depan rumah om untuk melamar Indah sekaligus bertanggung jawab atas anakku yang sedang dikandungnya.." Jawab Novan dari seberang.


Bagai disambar petir perasaan Rangga, handphone yang dipegangnya jatuh hingga hancur ke lantai karena syok.


Ditama terdiam ia tak habis pikir dengan apa yang terjadi.


Indah semakin gemetaran, rasa takut menguasai dirinya. Arka mempermalukan wanita itu tak segan-segan, Indah harus diberi pelajaran.


"Tidak!! pah dengarkan aku dulu!..." Mohon Indah dengan air mata.


PLAK!! PLAK!!!!


"Aaakkhh!!..." Jerit Indah saat tamparan keras mendarat di pipinya oleh Rangga.


"Kau memalukan!!!! papa sangat kecewa sama kamu Indah!..."


Arka terdiam menyaksikan itu. "Semuanya sudah jelas pulanglah!!, ck karena hal ini milikku tersiksa akan hasrat...."


Bersambung...


Tinggalkan jejaknya ya sebagai dukungan!🤗


👇


👇


👇

__ADS_1


__ADS_2