Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 62


__ADS_3

Yuna menatap tangan kekar yang menahannya. "Menemanimu?..."


"Hmmm, pekerjaanku masih banyak gara-gara Arka honeymoon.." Timpal Sean.


"Baiklah kalau begitu aku bisa menemani sambil membantumu.." Jawab Yuna sengaja, sambil ingin menghilangkan kecanggungan di sana.


Sean menunjukkan beberapa dokumen pada Yuna. "Memangnya kau akan paham? sudah duduk saja temani aku!.."


Wanita itu seketika terdiam, mau membantu gimana? pekerjaan seorang sekretaris sangat rumit daripada dirinya.


Di sini pikiran Yuna merasa janggal, biasanya Sean juga selalu menyelesaikan pekerjaan sendiri kenapa sekarang minta ditemani padahal dirinya tak membantu sedikit pun.


Namun hal itu tak ia hiraukan, Yuna patuh saja kembali duduk di samping Sean. "Oke baiklah..."


Sean kembali fokus menanda tangani berkas banyak di sana, hening sekali tidak ada yang berbicara.


Tatapan Yuna tertuju pada Sean, menatap lekat wajah rupawan berkacamata itu. Jujur Yuna merasa terpukau namun tidak lama ia mengibas kembali pujian dalam benaknya.


"Berapa usiamu?..." Tanya Sean memecahkan keheningan.


"Sama dengan Kaira 23 tahun, memangnya kenapa? apa bekerja sama di perusahaan besar Ditama dibatas umur?.."


Terlihat Sean menyunggingkan senyum sinisnya, ia beralih menatap Yuna. "Maksudku bukan begitu, hanya ingin bertanya saja!..."


"Oke..."


Kepribadian santai yang dimiliki Yuna membuat Sean tertarik, kebanyakan jika ia sedang berkumpul dengan wanita, mereka selalu berusaha untuk mengambil perhatiannya, terlihat sexy atau bahkan berani menggoda Sean terang-terangan.


Ini Yuna? ia malah duduk santai dengan kaki diangkat sebelah.


"Apa kekasihmu tahu jika kau numpang di apartemenku?.." Sengaja Sean ingin mengetahui jawaban Yuna.

__ADS_1


Terlihat Yuna tersenyum kecut. "Sama seperti dirimu aku tak ada waktu untuk hal itu, lebih baik jika sudah yakin dan siap langsung menikah saja!..."


Tidak ada jawaban dari Sean ia hanya diam sambil kembali fokus pada layar komputer.


"Cih dingin sekali ya!..." Batin Yuna.


...***...


"Aaaaaahhhh!!!...." Erang Arka dan Kaira bersamaan saat keduanya mencapai klim*ks.


Tubuh polos mereka sudah bercucuran keringat akan permainan panas yang tak tertahan, dengan berbagai gaya bukan di satu tempat saja.


Kaira jatuh lemas dengan nafas ngos-ngosan di atas dada bidang Arka, miliknya masih terasa berdenyut akan penyatuan penuh gairah itu.


Arka tersenyum ia meraih pinggang ramping Kaira merubah posisi, sehingga keduanya tidur hadap-hadapan dengan nafas yang masih terengah-engah.


Selimut itu Arka tarik untuk menutupi tubuh polosnya juga Kaira. "Aku berharap Arka junior segera hadir..."


"Aku tidak tahu..." Kekeh Kaira merasa lucu dengan pertanyaan suaminya.


Arka ikut tersenyum saat Kaira tersenyum. "Baiklah sekarang ayo istirahat, kita besok harus kembali ke perusahaan.."


"Oke..."


Karna rasa lelah juga, keduanya memejamkan mata dengan posisi berpelukan menuju alam mimpi.


...~...


Pukul 21:00 malam..


Sean melepas kacamatanya, pekerjaan itu akhirnya selesai juga.

__ADS_1


Ia menoleh ke samping, terlihat Yuna sudah tertidur pulas karena menemaninya dari tadi hingga ketiduran. Refleks tangan Sean menopang dagunya sambil menatap lekat wajah cantik yang terlihat damai itu.


"Menyukainya???.." Tanya Sean kepada diri sendiri, terlihat sudut bibirnya terangkat.


Sean tipe lelaki yang tak mudah jatuh hati, ditambah dulu dia pernah dikhianati mantan kekasih yang sekarang sudah mengandung anak dari selingkuhannya.


Tapi entah kenapa jantungnya kembali berdebar saat bertemu dengan Yuna, wanita cantik nan ayu namun bisa dibilang penampilannya anti feminim itu.


Tatapan Sean tertuju pada bibir pink Yuna, entah dorongan dari mana tubuhnya terangkat. Dengan perlahan Sean mencium bibir ranum itu m*lumatnya sekilas setelahnya ia melepas kembali ciuman.


Selang beberapa menit Yuna mengerjapkan mata, ia merasa jika tadi bibirnya terasa hangat akan sesuatu. "Apa sudah selesai? maaf aku ketiduran...."


"No problem, pekerjaannya sekarang sudah selesai..."


Wanita itu sontak berdiri. "Baiklah kalau begitu aku ke kamar..."


"Tunggu!..." Potong Sean.


Yuna menoleh. "Hmmm?..."


"Apa kau tidak ingat apa yang aku lakukan saat kamu tidur??.." Tanya Sean seraya berdiri.


Yuna diam sejenak mencoba mengingat. "Kurasa tidak, ada apa?..."


"Akan ku buat kau mengingatnya kembali Anindrya!..." Lirih Sean, seraya menarik tengkuk Yuna meraup bibir sexy itu menciumnya dengan dalam.



...{ Have fun! }...


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2