Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 49


__ADS_3

"No katamu??? kau harus menerima hukuman dariku karena sudah berani menyembunyikan masalah!..." Ujar Arka masih dengan nada lembut namun mematikan.


Kedua jari Arka yang dijilatnya menyentuh paha atas Kaira semakin ke sini semakin naik, mendapati itu tubuh Kaira bagai disengat listrik. "Lepaskan aku!.." Kaira sedikit berontak.


"Lepaskan? hmmm!..." Arka mencengkram kedua tangan Kaira ke atas agar tak berontak, paha kekarnya itu dengan sengaja Arka gesekan perlahan membuat Kaira terdiam sambil menggigit bibir bawah.. "A-Arka... hhh..."


Sudut bibir lelaki tampan itu tersenyum sinis. "Bagaimana sweetie???..."


"A-aku bisa menjelaskan s-ssemuanya kepadamu tolong jangan marah, lepaskan!!..." Lirih Kaira sambil berusaha mengontrol reaksi tubuhnya akan ulah Arka.


Arka tak peduli ia semakin menaikan jarinya ke dalam sel*ngk*ngan Kaira.


"Aahhhhhhh!!..." Satu erangan lolos dari bibir sexy Kaira, saat jari Arka menyentuh lembut bagian sensitifnya. "S-stop!.... hhhh.."


"Jawab pertanyaanku apa kau akan mengakhiri hubungan ini!!!..." Tanya Arka mendekatkan wajahnya pada wanita itu.


"Kita bisa bicara namun jangan dengan posisi seperti ini, hentikan ulahmu!..." Timpal Kaira berusaha menahan erangan agar tak keluar lagi.


"Jawab aku Kaira!!..." Ujar Arka dengan nada sedikit tinggi.


"Ya! aku berpikir sebaiknya kita akhiri hubungan ini saja kasihan om Ditama.." Serius Kaira mengutarakan isi hatinya.


Tatapan dingin Arka terlihat menakutkan. "Aku akan benar-benar menghukum-mu karena jawaban itu!.."


"No! lepaskan aku Arka kendalikan emosimu.." Panik Kaira. "Kita bicarakan baik-baik!..."


Lelaki itu tak menghiraukan Kaira ia sontak menarik dasinya mengikat lengan Kaira agar tak berontak.

__ADS_1


Arka merengkuh pinggang Kaira erat, tanpa pikir panjang ia meraup bibir sexy itu penuh agresif, lengan kekarnya perlahan turun kembali menyentuh paha Kaira semakin naik ke atas dan dengan lihainya bermain di sana.


Tubuh Kaira menegang sekuat apapun ia berusaha namun gelora itu semakin membara, Arka kali ini layaknya tak bisa mengendalikan diri karena amarah bermain di area sensitif dengan leluasa.


Suara kecapan bibir terdengar di seluruh ruangan, Kaira melepaskan ciuman panas itu ia menengadah ke atas akan ulah jari Arka yang membuatnya menegang tak karuan.


"Hhhhhh,,,, aku m-mohon hentikan Arka..." Pekik Kaira.


Arka tersenyum sinis melihat pelepasan sang kekasih karena ulahnya. "Hukuman-mu belum seberapa sayang, lihat, aku menyukainya ini basah..."


"S-stop! kita bicarakan baik-baik!!.." Timpal Kaira dengan nafas sedikit ngos-ngosan.


Tanpa memperdulikan ucapan Kaira, Arka ******* bibir sexy itu sekilas, lengannya dengan perlahan menarik kaitan handuk Kaira hingga terjatuh ke lantai.


"Arka!...." Panik Kaira saat tubuh sexynya sudah tanpa penutup lagi..


"Apa malam ini kita akan melakukannya? tidak!! dengan masalah yang sedang menimpa?.." Batin Kaira, ia berusaha berontak kembali namun sayang kekuatan Arka lebih besar darinya, Kaira benar-benar tak bisa berbuat apa-apa dengan tangan diikat seperti itu.


"Akhhh!!.." Pekik Arka sontak melepas ciuman saat Kaira menggigit bibirnya.


"Aku mohon berhentilah!..." Pinta Kaira dengan wajah memelas.


Arka malah tersenyum menyeringai ia menggigit bibir bawahnya sambil menatap lekat tubuh sexy yang polos itu. Sehingga Kaira mengalihkan pandangan antara rasa malu dan tak nyaman terasa bersamaan. "Aku mohon..." Lirih Kaira tanpa berani menatap mata tajam Arka.


Lelaki itu terdiam ia sontak menindih tubuh Kaira meletakkan wajahnya di antara dua gundukan kencang itu, memeluk erat tubuh wanita yang sangat dicintainya.


Jantung Kaira berdebar kencang tentu saja lelaki itu menyadarinya, Arka mencium lembut sesuatu yang berwarna pink di sana membuat Kaira menegang kembali.

__ADS_1


"Apa kau akan melakukannya dalam situasi seperti ini? bukankah kau bilang itu tak akan terjadi tanpa seizin dariku???.." Tanya Kaira yang masih tak berani menatap Arka.


"Jangan pergi!..." Lirih Arka mengeratkan pelukannya, Kaira dapat merasakan jika dadanya basah karena air mata lelaki itu turun. "Maaf aku berlebihan tidak bisa mengendalikan diri...."


Kaira terdiam, Arka melepas pelukan itu ia sontak menatap lekat wajah cantik Kaira. "Menikahlah denganku besok sebelum berangkat ke New York..." Ujar Arka serius.


"Apa!!..."


Karena tak tahan Arka meraup bibir ranum itu kembali m*lumatnya dengan dalam, setelah puas Arka bangun ia menutup tubuh sexy yang polos itu dengan selimut juga melepas ikatan dasi pada lengan Kaira.


"Menikah tanpa restu orang tua itu tidak mungkin, apalagi kau akan meninggalkanku ke New York!.." Timpal Kaira.


"Urusan papa belakangan dia perlu penyembuhan akan traumanya, jika kita sudah menikah kau resmi milikku Kaira, dan aku akan membawamu serta ke New York, berhubungan intim pun akan lebih leluasa.." Sengaja Arka.


Seketika pipi Kaira merah merona.


Melihat itu Arka tersenyum, ia sontak memasuki kamar mandi sesuatu yang tak tertahankan ia puaskan di sana. "Oh s*it! aku tak bisa menahannya, Kaira benar-benar membuatku gila..."


Sementara itu..


Kaira memikirkan apa yang Arka ucapkan. "Menikah ya? baiklah sepertinya aku juga tidak bisa menolak maafkan aku om...."


Wanita itu menatap kamar mandi dimana kekasihnya berada. "Kenapa lama sekali? apa yang sedang dia lakukan?..."


"Ah terserah apa yang kau harapkan Kai? mungkin Arka sedang mandi!!..."


Bersambung.....

__ADS_1


Bantu kasih rate yang semakin menurun yok! sekalian bikin dukungan biar bisa up tiap harinya, othor sedih banget rate-nya turun drastis argh!..😣


__ADS_2