
...****************...
Puk.
"Kyaa" jerit Aly lagi walau sekarang tidak terlalu keras, "Kau!"
"Hahaha, makannya jangan melamun. Kaget kan?!"
Aly menatap Tyno yang tengah tertawa karena berhasil mengagetkan dirinya kesekian kalinya.
"Diamlah, sudah selesai?" Tyno hanya mengangguk sebagai jawaban, "Ayo kembali"
"Sure, Princess" Aly memutar matanya lalu menaiki mobil yang disusul Tyno.
Selama perjalanan tak ada suara dari keduanya sampai Aly merasa penasaran dengan percakapan Tyno dengan komandan Tentara itu.
"Kau bicara apa saja dengan komandan?"
Tyno tersenyum miring, "Sebegitu penasarannya kah diri kau, Princess?"
"Cih. Gak jadi"
"Hahaha, gaji ku dikurangi 3 bulan" jelas Tyno sambil melirik Aly.
Aly memutar bola matanya malas, "Potong gaji doang?"
Tyno kembali tersenyum tetapi kali ini terlihat seperti miris, "Sepertinya…"
"Tyno awas!"
Tyno segera menginjak rem dan membuat Aly dan dirinya hampir terpentok dashboard. Dengan sigap Tyno melentangkan tangannya agar Aly tetap aman.
"Kau baik-baik saja?" tanya Tyno yang langsung mengecek Aly.
Aly memegang kepalanya yang sedikit pusing karena hentakan rem. Saat dia bangkit melihat ke depan, mata Aly dan penyebrang sembarangan itu saling bertemu. Nafas Aly tiba-tiba seperti berhenti sesaat, tatapan takut dan khawatir bercampur menjadi satu.
"Aly?" Tyno yang belum paham keadaan mengikuti arah pandang Aly.
Seorang pria ber hoodie hitam, rambutnya yang panjang sebahu, dan terlihat wajah eropa menatap mereka ralat tetapi melihat Aly dengan tatapan penuh nafsu. Pria itu mendekati mereka.
"Hello Lady Arikinan" sapa pria itu yang membuat Aly berkeringat dingin, "Long time not see" bisik pria itu yang membuat Aly sedikit tersentak. Belum Aly sadar sepenuhnya tangan Aly sudah di tarik oleh pria itu.
"Let me go!" seru Aly yang berusaha melepaskan tangannya.
"Hey!" dengan sekali sentakan tangan pria itu terlepas.
"Don't bother my business" sebuah tinju melayang kearah Tyno tetapi dengan mudah dia hindari, tetapi karena kurang fokus Tyno tidak tau serangan selanjutnya langsung mengenai wajahnya, "Annoying" pria itu kembali berjalan mendekati Aly, "Come lady, we have to meet young master"
"I don't want to! Let me go!" seru Aly sambil tetap berusaha melepaskan genggaman pria itu.
Dug.
"Akhh!" Aly berhasil memukul rusuk kanan pria itu. Dia berhasil lolos tetapi langsung kembali tertangkap, "Where you going, lady?!"
"Hey watch out!" pria itu melihat arah suara dan
Bugh.
Sebuah tendangan double berhasil mengenai dada dan kepala pria itu.
"Aly?!" Tyno menghpiri Aly yang menatap mereka dengan tatapan kosong.
__ADS_1
Sring.
Suara itu membuat Tyno langsung menghindar. Saat menghindar dia bisa liat sebuah pisau terpampang di kirinya.
"Damn bugs!" pria itu kembali menyerang Tyno dengan senjata tajamnya.
Tyno terus menghindar, tapi saat akan menyerang balik, jarak antara dirinya dan pria itu terlalu dekat.
"****"
Bugh.
Sebuah serangan berhasil membuat pria itu terpisah dari senjatanya.
"Wow! Amazing!" puji Tyno pada Aly yang menurunkan kakinya.
"Shut up" ujar Aly lirih.
"Haha" tawa pelan pria itu, "Hahahaha, you're just getting great, lady" pria itu menatap Aly dan secara tiba-tiba serangan panik kembali menghampiri Aly, "You'd better just die, lady" pria itu mengeluarkan sebuah pistol dari balik hoodienya.
"****, Aly!"
Dor.
Serangan panik lagi-lagi membuat Aly ketakutan.
Dor.
Peluru pria itu berhasil mengenai bahu Aly, tetapi suara tembakan kedua juga mengenai pria itu tepat di bahu kanannya.
"Aly?!" Tyno memangku kepala Aly.
"Bawa Nona muda pergi" sebuah suara dari arah belakangnya membuat Tyno waspada.
"Dia urusan saya, Kapten" seorang berjubah yang pernah dikejar Tyno dan Miko muncul di depannya.
"Kau…terimakasih" ujar Tyno yang menggendong Aly ala bridal style. Tyno menaruh Aly pelan di mobil lalu meninggalkan tempat itu.
Sosok pria berjubah itu menatap kepergian Tyno sambil tersenyum puas, "Without me having to lure you, you show up by yourself, Bernando"
"So you're one of the predators"
"If so, you'd better give up. Your young master is already in our hands"
"****"
...~...
Tyno POV.
"Aly?" panggilku terus terusan sambil membawa mobil dengan buru-buru.
Cit.
Lagi-lagi! Siapa lagi sekarang?!
Pria ditengah jalan itu mendekati diriku.
"Saya saran kan agar luka Nona muda di bersihkan dulu" ujar pria yang memakai topeng beruang?
"Tidak, dia pengungsian kami juga sudah banyak Dokter"
__ADS_1
"Anda tidak khawatir dia kenapa-napa nantinya?"
Aku terdiam sesaat, "Kau benar, maka dari itu…" aku menginjak pedal gas meninggalkan pria aneh itu.
'Kenapa banyak orang-orang aneh?'
"Aly kumohon bertahan lah"
"Akra" aku melirik ke arahnya.
Matanya masih terpejam, air mata mulai mengalir, "Kau mimpi buruk kah?" aku menyentuh dahinya dan terkejut dengan suhu tubuhnya yang tiba-tiba naik.
"Akra" panggilnya lagi tetapi sekarang dengan nafas tersengal-sengal.
"Kau kuat, aku tahu itu. Jadi bertahanlah, kumohon"
Tyno POV end.
...~...
Arif yang tengah menunggu Aly di tenda darurat tiba-tiba mencekam saat Bara memasuki tenda itu. Tatapan Arif seperti curiga, dan Bara menatap tajam Bara. Sebelum Bara meninggalkannya, Arif berceletuk sampai Bara berhenti berjalan.
"Anda mencari Dokter Aly kan?" tebak Arif yang memang sepertinya benar. Arif mendekati Bara yang masih terdiam di depan pintu masuk itu, "Kau hanya membuang waktu mu"
"Terus kau apa?" nyolot Bara, "Anjing yang menunggu majikannya?"
Dengan emosi Arif menarik kerah Bara, "Aku bicara baik-baik!" gertak Arif sambil melempar tubuh Bara dan kembali kedalam tenda.
Bara memperbaiki pakaiannya dan mengeratkan genggamannya sampai tangannya terluka, 'Bajingan itu memang perlu pelajaran'
Arif kembali duduk di sebuah ranjang pasien sambil menahan emosinya agar tidak keluar.
"Siapa pun…" teriakan itu membuat Arif berdiri dan membelakkan matanya saat melihat Tyno dan Aly bersimbah darah, "Tolong dia" ujar Tyno lirih sambil menitikkan air matanya.
Arif dan Ayda melakukan operasi kecil untuk Aly. Semua Dokter sedang beristirahat, hanya dia dan Ayda serta Alfi yang ada disana. Setelah 1 jam akhirnya operasi Aly selesai. Arif mendekati Tyno yang berdiri tak jauh dari tempat operasi itu. Lagi-lagi dia menarik kerah sekarang milik Tyno.
"Apa yang terjadi ha?!"
Tyno masih diam seribu bahasa, "Arif! Ini tenda darurat!" lerai Ayda yang menarik Arif menjauh dari Tyno, "Dia baik-baik saja, demamnya sudah mulai turun. Dia hanya terkejut, lukanya juga tidak parah"
Tyno memejamkan matanya, "Terimakasih" ucapnya sambil mendekati Aly yang baru saja selesai di pasangkan pakaian baru. Tyno memeluk Aly erat dan air matanya kembali terjatuh.
"Kau seharusnya tidak seperti itu. Lihat dia, aku seperti lihat Zakra" gumam Ayda yang hanya di dengar Arif yang berada di sebelahnya. Tanpa menjawab atau bahkan menanggapinya, Arif meninggalkan tenda darurat, "Cemburu bilang".
...~...
Lombok, 9 Agust
06.00
Arif masuk kedalam tenda darurat dimana Aly masih terbaring di sana. Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah adegan yang membuat bayangan masa lalu yang berusaha dia lupakan dan rasa bersalah kembali menyeruak di dadanya. Merasa tidak bisa melihat itu , Arif memilih keluar tenda.
"Kenapa gak masuk?" tanya Ayda yang berjalan mendekati Arif saat mereka bertemu di depan pintu masuk tenda.
Arif menatap Ayda dingin dan saat dia ingin meninggalkannya, Ayda menahannya terlebih dahulu, "Kau masih berfikir kalo Aly yang salah?"
Dengan kasar Arif menghentakkan tangannya, "Bukan urusan mu"
"Kau pikir kau bisa lari? Suatu hari nanti, saat semua terungkap dan saat itu juga kau harus menunjukkan jati diri mu"
Arif mengeratkan genggamannya lalu pergi meninggalkan Ayda yang masih menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Ayda masuk kedalam tenda dan melihat Tyno yang tertidur sambil memegang tangan Aly. Ayda tersenyum kala dia melihat kemiripan antara Tyno dan Zakra.
__ADS_1
Ayda menghela nafas berat, "Semoga saja memang Kapten penggantimu ya Zak" gumam Ayda yang mendekati dua manusia yang masih di dalam mimpi masing masing itu.
...****************...