
...༻◊༺...
"Masuklah!" Laras membuka pintu lebih lebar, mempersilahkan Arga untuk masuk. Lelaki itu tersenyum karena sepertinya Laras sudah tak menghindar.
Laras mengambil minuman yang di bawa Arga, lalu meletakkannya ke atas nakas. Tanpa diduga, Arga menarik lengannya. Membawa masuk Laras ke dalam dekapannya.
"Arga! Kau basah!" protes Laras.
"Aku tahu. Aku sengaja memelukmu agar kau juga ikut basah," sahut Arga.
"Lalu? Kalau aku sudah basah, kau mau apa?" tanya Laras.
"Aku akan membuatmu lebih basah," jawab Arga.
Dahi Laras berkerut karena tak mengerti dengan apa yang dimaksud Arga. "Maksudmu?" ia akhirnya bertanya lagi.
Arga hanya tersenyum miring. Dia justru mencium bibir Laras. Tidak tanggung-tanggung, lelaki itu langsung melakukannya dengan intens.
Laras tak berkutik dengan serangan Arga. Tubuh lelaki itu sangat membelenggunya. Meski basah kuyup, Laras malah merasakan sensasi panas dari Arga.
Alhasil Laras tak kuasa menolak dan berusaha mengimbangi permainan Arga. Mereka bergulat lidah, saling merasakan saliva yang selalu terasa manis dan candu.
__ADS_1
Arga yang tak bisa menahan diri, terus menyudutkan Laras. Perempuan tersebut jadi melangkah mundur dan menabrak nakas. Beberapa benda dibuat berjatuhan oleh aktifitas intim mereka. Dengan cepat Arga melepas baju dan bra yang dikenakan Laras.
Sentuhan Arga lebih menggila dari sebelumnya. Ia seperti singa yang kelaparan. Lumattan mulutnya di kulit putih Laras memberikan tanda-tanda merah khas.
"Akh! Arga... Kau cukup gila hari ini," erang Laras. Walaupun begitu, dia menikmati sentuhan Arga. Lelaki tersebut sekarang asyik mencumbu bagian dadanya.
Berbeda dengan tadi malam bersama Agni, kini Arga merasa sangat bergairah. Adiknya bahkan sudah aktif dan siap beraksi.
Buru-buru Arga menggendong Laras ke kamar. Dia merebahkan perempuan itu ke ranjang. Selanjutnya, Arga lepas seluruh pakaian yang tersisa pada Laras dan juga dirinya.
Nafas Laras dan Arga sudah memburu sejak cumbuan di nakas tadi. Semuanya jadi semakin memanas ketika mereka sudah dalam keadaan tanpa busana.
Laras tak berhenti melenguh saat Arga memanjakan dirinya dengan kecupan di pangkal paha yang dihamburkan puluhan kali. Lenguhan Laras kian menjadi-jadi kala permainan lidah Arga sudah dilakukan di bawah sana.
Kedua kaki Laras mengapit kepala Arga ketika puncak kenikmatan telah tiba. Padahal kegiatan inti belum dimulai. Pinggang Laras jadi terangkat akibat sensasi yang dirasakan tubuhnya.
"Aku berhasil membuatmu lebih basah," imbuh Arga. Dia mengakhiri permainan lidahnya saat mengetahui Laras sudah terpuaskan.
Laras hanya terkekeh. Dia menarik dan memaksa Arga telentang. Laras mengambil alih posisi lelaki itu. Sekarang dirinya memberikan layanan untuk Arga. Laras melakukan hal serupa seperti yang dilakukan Agni pada Arga tadi malam.
Segalanya sangat berbeda karena Laras yang melakukan. Arga tak berhenti mengangakan mulut dan sesekali mengerang.
__ADS_1
"Sudahlah! Ayo kita menyatu!" seru Arga yang sudah tak sabar ingin bersenggama dengan Laras. Keduanya pun segera melakukan penyatuan. Malam itu mereka bisa bercinta sepuas mungkin.
...***...
Hery duduk menatap keluar jendela. Tatapannya kosong karena tenggelam memikirkan Laras.
Setelah menjalani rumah tangga dengan Fita, semuanya sangat berbeda. Sikap Fita yang tidak sabaran dan suka mengomel, berbanding jauh dengan Laras.
Penyesalan memang datang terlambat, dan itulah yang dirasakan Hery sekarang. Jujur saja, ide untuk menceraikan Fita selalu terlintas dalam benaknya. Namun karena memikirkan anak perempuannya, Hery memilih bertahan.
"Bagaimana kalau bayi yang ada dalam perut Laras adalah anakku?" gumam Hery. Pikiran itu juga terkadang menghantuinya. Itulah juga yang membuat Hery ingin sekali menemui Laras lagi. Dia yakin bayi yang dikandung Laras sudah lahir. Dengan begitu, dirinya bisa melakukan tes DNA dan menghilangkan kecemasannya.
Ponsel Hery mendadak bergetar. Dia mendapatkan pesan dari nomor tak dikenal.
'Apa kau tidak merasa aneh Laras bisa tiba-tiba hamil? Aku yakin kau pasti penasaran dengan apa yang telah diperbuatnya. Temui aku kalau kau ingin tahu. Datanglah ke cafe b. Di sana kau akan tahu semuanya.' Begitulah pesan yang diterima Hery.
"Apa-apaan?" Hery sontak bingung. Dia lantas mencoba menghubungi nomor yang mengirim pesan tersebut. Akan tetapi nomor itu tidak aktif.
"Pasti orang iseng!" Hery tidak langsung percaya. Dia tentu merasa aneh saat orang asing bicara tentang mantan istrinya.
Sayangnya pesan yang diterima Hery tidak berhenti di sana. Dia mendapat pesan kembali yang membuktikan kalau Laras sudah pergi ke banyak orang pintar demi bisa hamil.
__ADS_1
Rasa penasaran Hery otomatis muncul. Keesokan harinya dia memutuskan berangkat ke lokasi yang disebutkan sang pengirim pesan misterius.