Impoten : Ritual Bergairah

Impoten : Ritual Bergairah
Bab 76 - Laras & Rasya


__ADS_3

...༻◊༺...


Lima hari sudah Rasya hilang. Arga bahkan sudah melibatkan polisi untuk melakukan pencarian.


Selama melakukan pencarian, Arga berusaha menghindari Hery dan Agni sebisa mungkin. Hingga sekarang mereka belum bertemu lagi setelah pertemuan di hotel tempo hari.


Arga mengusap kasar wajahnya. Kini dia baru saja selesai mendatangi toko es krim. Dirinya merasa khawatir karena Rasya tidak kunjung ditemukan.


Di sisi lain, Laras sedang berada di hotel. Dia tidak dibiarkan Arga untuk mencari Rasya. Semua itu dilakukan demi keselamatan Laras dan Adella.


Meski dilarang mencari Rasya, Laras tetap melakukan sesuatu. Dia berusaha mencari anak itu jika punya waktu. Apalagi ketika Adella sedang terlelap.


Ponsel Laras mendadak berdering. Dia mendapat telepon dari Erika. Rekan sekaligus bosnya di toko kue itu mengajaknya membeli bahan perlengkapan ke super market.


Laras menggigit bibir bawahnya. "Mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengatakannya pada Erika," gumamnya.


Karena rencana kepergiannya dan Arga, Laras akan berhenti bekerja di toko kue. Kebetulan dia belum mengatakan niatnya itu pada Erika. Mengingat keadaan Rasya yang tak kunjung ketemu.


Erika dan Laras bertemu di depan hotel. Keduanya segera pergi menuju super market. Saat itulah Laras mengatakan semuanya kepada Erika.


"Jadi kau akan pindah?" Erika tampak kaget. Sebab Laras terbilang belum begitu lama menetap di Paris.


"Ya. Ini tiba-tiba terjadi. Aku harus melakukannya," ungkap Laras.

__ADS_1


"Harusnya kau bilang dari awal. Dengan begitu, kau tidak perlu repot menemaniku ke super market," kata Erika.


"Tidak apa-apa. Anggap saja ini pengabdian terakhirku," sahut Laras seraya tersenyum tipis.


Tak lama kemudian, tibalah Laras dan Erika ke tempat tujuan. Mereka lantas memasuki super market bersama. Laras juga tak lupa membawa Adella bersamanya. Dia meletakkan anak itu di kereta bayi seperti biasa. Untung saja Adella sangat pintar dan tidak rewel.


Saat hendak memasuki super market, atensi Laras tak sengaja tertuju pada seorang anak lelaki. Bagaimana tidak? Dia merasa anak tersebut adalah Rasya. Anak itu terlihat menatap ke dalam super market. Penampilannya terlihat kotor sekali.


Pupil mata Laras membesar. Sebelum menghampiri anak yang dia duga Rasya, dirinya menitipkan Adella pada Erika.


"Kau bisa masuk duluan. Ada yang ingin aku urus," ujar Laras yang direspon langsung oleh Erika dengan anggukan.


Buru-buru Laras menghampiri anak yang dia kira Rasya. Dia sentuh pundak anak tersebut.


Ketika sang anak menoleh, Laras kecewa. Karena dia ternyata bukan Rasya.


Anak itu menanggapi dengan tatapan nanar. Dia berkata, "Bisakah kau membantuku? Aku sangat lapar dan ingin sekali makan sesuatu."


"Tentu saja. Tunggulah di sini. Aku akan membelikanmu makanan," tanggap Laras sembari mencoba beranjak ke super market.


"Tunggu!" Si anak lelaki tiba-tiba mencegah. Laras lantas berhenti sejenak.


"Maaf jika permintaanku lantang. Tapi bisakah kau belikan makanan yang banyak? Karena aku ingin berbagi dengan teman-temanku yang lain," pinta si anak dengan kepala tertunduk.

__ADS_1


Laras tersenyum dan mengusap puncak kepala anak tersebut. "Aku akan dengan senang hati melakukannya," katanya.


Senyuman anak bernama Gio itu pun mengembang. Dia menatap Laras dengan mata yang berbinar-binar karena merasa kagum sekaligus terenyuh.


Selang beberapa menit, Laras kembali mendatangi Gio. Erika bahkan juga tampak membantunya. Namun anehnya Gio sudah tidak ada di tempat tadi.


"Mana anaknya?" tanya Erika.


"Aku tidak tahu. Tadi dia di--"


"Aku di sini!" suara teriakan Gio memotong perkataan Laras. Gio terlihat melambaikan tangannya dari jarak beberapa meter. Dia berada di taman yang posisinya berada di samping super market. Di sana juga tampak beberapa anak kecil lainnya bersama Gio. Sepertinya Gio sengaja memanggil anak-anak itu ketika Laras sibuk membelikan makanan.


"Ayo kita ke sana!" ajak Laras. Dia dan Erika segera mendatangi tempat Gio berada.


Setibanya di tempat Gio berada, Laras memberikan makanan pembeliannya. Tanpa diduga, ternyata Rasya ada di antara teman-temannya Gio.


Baik Laras maupun Rasya, keduanya sama-sama terkejut saat bertemu.


"Rasya!" Laras langsung menghampiri Rasya, memegangi pundak anak tersebut.


"Tante Laras..." lirih Rasya dengan semburat wajah yang hendak menangis.


"Kau ternyata di sini. Semua orang mencarimu kemana-mana!" ungkap Laras. Dia langsung memeluk Rasya.

__ADS_1


Saat itulah Rasya menghamburkan tangisan. Dia tadinya ingin lari jika bertemu Laras atau Arga, namun ketika mengetahui Laras adalah orang baik yang membantunya dan anak lain, Rasya berubah pikiran. Ternyata Laras tidak seburuk yang dikatakan ibunya selama ini.


Pertemuan Laras dan Rasya berlangsung penuh haru. Laras juga tidak lupa memberitahu Arga mengenai pertemuan tak terduga itu.


__ADS_2