
...༻◊༺...
Saat sudah berada di Finlandia, Arga dan Laras mencoba mempersiapkan semuanya. Terutama mengenai tempat tinggal mereka masing-masing.
Arga berinisiatif mencari rumah yang berdekatan dengannya untuk Laras. Selain tujuannya agar perempuan itu bisa lebih dekat dengan Rasya, dia melakukan hal tersebut juga untuk dirinya. Arga langsung menghubungi Laras setelah tiba di rumah barunya. Kebetulan dia menemukan rumah tersebut secara online.
"Jangan mencari tempat tinggal! Biar aku yang mencarikannya untukmu," ujar Arga. Ia berbicara dengan Laras melalui telepon.
"Aku tahu maksudmu. Kau modus sekali," komentar Laras sambil terkekeh.
"Ayolah! Kita sepakat akan menikah kan? Jadi tinggal berdekatan itu lebih baik," balas Arga.
"Baiklah. Beritahu saja aku kalau kau sudah menemukan rumah yang bagus di dekat sana."
"Oke. Kalau kau perlu sesuatu, hubungi aku."
Pembicaraan Arga dan Laras berakhir di sana. Usai memastikan Rasya tidur, dia segera mencari rumah untuk Laras.
Beruntungnya ada rumah berukuran sedang yang dijual. Lokasinya bahkan sekitar tiga helat rumah dari kediaman Arga. Tanpa pikir panjang, lelaki itu segera menghubungi pemilik rumah. Ia juga tidak lupa memberitahu Laras.
Karena ingin istirahat, Laras memutuskan melihat rumahnya besok saja. Dia juga ingin memeriksa rumah tersebut tanpa sepengetahuan Rasya.
Ketika hari itu tiba, Laras periksa rumah pilihan Arga untuknya. Dia dan lelaki tersebut sekarang berada di sana.
"Bagus bukan? Aku juga bisa selalu mengawasimu dan Adella di sini," kata Arga. Ia tampak menggendong Adella karena ingin membiarkan Laras melihat keadaan rumah dengan leluasa.
"Ya. Aku akan mempercayaimu," sahut Laras seraya tersenyum.
Puas melihat-lihat, Laras akhirnya setuju untuk tinggal di rumah pilihan Arga. Dia dan lelaki itu kini bicara di teras belakang. Mereka memanfaatkan waktu membahas semuanya selagi Adella tidur.
__ADS_1
"Menurutmu aku harus mulai dari mana untuk mendekati Rasya?" tanya Laras.
"Apa kau bisa mengajar? Mungkin jika kau menjadi guru les, Rasya bisa lebih mudah dan cepat dekat denganmu," usul Arga.
"Itu bukan ide buruk. Selain memasak, tentu aku juga bisa mengajar. Pelajaran di usia Rasya tidak begitu sulit kan?"
"Aku rasa begitu. Tapi sebelum itu, dia harus tahu dulu kalau kau tinggal di sini."
"Masalah itu, kita mungkin bisa membuat sandiwara kebetulan lagi," saran Laras.
Arga lantas mengangguk dan tersenyum. Dia menggenggam salah satu tangan Laras. "Aku harap kita bisa secepatnya menikah dan hidup bahagia bersama," ungkapnya.
"Itulah tujuan kita ke Finlandia. Negara yang dikenal sebagai negara paling bahagia di dunia. Aku harap itu terbukti," tanggap Laras yang mengukir senyuman tulus di wajahnya. Ia dan Arga saling menatap lekat.
"Aku mencintaimu," ucap Arga.
"Aku juga..." balas Laras. Arga perlahan mendekat dan mencium bibir Laras dengan lembut.
Arga sontak tergelak. Dia dan Laras tertawa bersama dalam beberapa saat.
...***...
Beberapa hari berlalu. Setelah melakukan pencarian lama, Agni dan Hery akhirnya mengetahui tentang Senopati. Mereka sepakat mendatangi kediaman dukun itu. Keduanya masih beranggapan kalau Arga dan Laras ada di Indonesia untuk menumbalkan anak mereka.
"Kau yakin ini jalannya?" tanya Hery. Dia menjadi orang yang menyetir untuk Agni.
"Lakukan saja perintahku!" sahut Agni.
"Tidak ada jalan lagi." Hery menghentikan mobil saat menghadapi jalan buntu.
__ADS_1
"Dari sini kita harus berjalan!" Agni turun lebih dulu. Hery yang bingung, lantas mengikutinya.
Tanpa rasa takut, Agni dan Hery melangkah menyusuri hutan. Sampai akhirnya mereka bisa melihat gubuk Senopati di atas bukit.
"Itu dia tempatnya!" seru Agni sambil menunjuk dengan tangannya.
"Ayo kita ke sana dan hentikan mereka!" Hery yang sudah tidak sabar, kini berjalan mendahului Agni.
"Her! Kita harus berhati-hati. Jangan sampai mereka tahu kita datang! Kita temukan buktinya terlebih dahulu," ujar Agni sembari memegang lengan Hery. Pergerakan lelaki itu sontak terhenti.
"Kau benar!" jawab Hery. Dia dan Agni berjalan pelan menuju gubuk Senopati. Saat sudah tiba di sana, keduanya bersembunyi di balik pohon.
"Aku heran kenapa ada manusia yang mau tinggal di sini," komentar Hery.
"Tidak perlu heran! Kebanyakan dukun memang gila," sahut Agni.
Dari dalam gubuk, Senopati tersenyum miring. Lewat kesaktiannya, dia tentu sudah mengetahui kedatangan Agni dan Hery. Lelaki tua tersebut segera berdiri dan membuka pintu.
"Aku tahu kalian di sana! Kemarilah kalau kalian ingin menemui Arga dan Laras!" seru Senopati.
Mendengar seruan itu, Agni dan Hery bertukar pandang. Keduanya bingung karena Senopati mengetahui tujuan mereka.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Hery.
"Dia menyebut nama Arga dan Laras. Aku rasa sebaiknya kita hampiri dia," usul Agni yang berjalan lebih dulu untuk mendatangi Senopati.
..._____...
Catatan Author :
__ADS_1
Menurut kalian Agni dan Hery bakalan di apain Senopati? Komen pendapat kalian. 😂