
...༻◊༺...
Arga memperhatikan rekaman CCTV saat Rasya pergi. Dari awal anak itu keluar dari kamar sampai pergi meninggalkan hotel.
Ada sesuatu hal yang paling menarik perhatian Arga. Yaitu keadaan Rasya yang tampak berlari sambil menangis.
"Kenapa dia menangis?" gumam Arga yang kembali mencurigai Agni. Dia pun bergegas menemui perempuan itu.
Sementara Agni, dia sedang duduk bersama Hery. Keduanya beristirahat setelah lelah berkeliling mencari Rasya.
"Kopi?" Hery menyodorkan kopi hangat untuk Agni.
"Terima kasih." Agni menerima kopi pemberian Hery. Dia menyesap minuman hangat tersebut.
"Aku rasa kepergian Rasya ada kaitannya dengan apa yang kita lakukan tadi malam," imbuh Hery.
Bersamaan dengan itu, Arga datang dari belakang. Dia berhenti melangkah saat mendengar perkataan Hery.
"Aku juga berpikir begitu," sahut Agni sambil menekan-nekan jidatnya karena frustasi.
"Jika itu benar, maka dampaknya akan sangat buruk bagi Rasya. Anak-anak sepertinya tidak pantas melihat kelakuan tidak senonoh yang kita lakukan tadi malam," ungkap Hery.
"Harusnya kau menolakku, Her! Aku benar-benar hilang kendali."
"Bagaimana aku bisa menolak? Kau menciumku begitu saja."
"Apa yang kalian bicarakan? Rasya melihat apa?!" Arga datang dan langsung melontarkan pertanyaan.
__ADS_1
Mata Agni dan Hery sontak membulat bersamaan. Mereka tentu kaget dengan kedatangan Arga di saat pembicaraan pribadi berlangsung.
Agni langsung berdiri. Dia mencoba menenangkan Arga. Namun lelaki itu menolak dan menepis tangannya
"Cukup! Sebaiknya kau katakan apa yang telah terjadi! SEKARANG!" desak Arga.
Agni meliarkan bola matanya sambil tertunduk. Dia yang tahu dirinya salah, tak bisa berkutik. Agni tentu sulit mengatakan apa yang terjadi.
Melihat Agni kesulitan bicara, Hery lantas angkat suara. "Tadi malam aku dan Agni tidur bersama. Sepertinya Rasya tidak sengaja melihat itu semua," ungkapnya.
"Apa?!" Arga mempelototi Hery, lalu dilanjutkan ke arah Agni. "Ibu macam apa kau, Ni?! Apa bercinta dengan banyak pemuda tidak cukup bagimu?!" timpalnya penuh amarah.
Agni menatap tak percaya. Menurutnya Arga tak seharusnya berucap begitu. Mengingat lelaki tersebut juga memiliki kesalahan.
Di sisi lain, Hery syok mendengar fakta mengenai Agni. Ternyata perempuan itu suka bermain dengan brondong.
"Kau tidak bisa menyalahkanku sekarang. Karena faktanya Rasya sudah melihatmu bercinta dengan lelaki lain. Kau lebih baik pergi dari sini sekarang! Biar aku yang mengurus Rasya!" ujar Arga. Dia menatap Agni dan Hery dengan penuh kebencian, kemudian pergi dari hadapan mereka.
"Hentikan dia jika kau ingin mengambil anakmu dari Laras," suruh Agni.
Tanpa basa-basi, Hery mematuhi suruhan Agni. Dia mengekori Arga dan menghentikan kepergian lelaki itu.
"Arga!" Hery menarik lengan baju Arga. Lelaki tersebut lantas berbalik menghadapnya.
"Apa yang kau mau, hah?! Kau sebaiknya lanjutkan hubungan kotormu dengan mantan istriku!" timpal Arga.
"Bukankah harusnya aku yang berkata begitu?" Hery menarik sudut bibirnya. "Lagi pula apa yang terjadi tadi malam hanya kesalahan. Aku dan Agni mabuk berat. Setidaknya kami tidak jatuh cinta seperti kau dan Laras!" tambahnya.
__ADS_1
"Pergilah dari sini! Laras tidak akan mau menemuimu!" tukas Arga.
"Aku tidak mau menemui Laras. Kedatanganku ke sini hanya ingin menemui anakku," kata Hery yang masih meyakini Adella adalah anak kandungnya.
"Kedatanganmu sia-sia! Dia bukan anakmu!"
"Jangan berbohong. Jika dia bukan anakku, lalu anak siapa?"
"Anakku!" Arga terpaksa mengungkapkan kebenaran. Itu lebih baik dari pada terus membiarkan Hery berada di sini.
Mata Hery langsung menyalang. Dia mengangkat satu tangan dan mendaratkan bogem ke wajah Arga.
"Kau pikir aku percaya, hah?! Kau dan Laras pasti akan menyerahkan anak itu sebagai tumbal berikutnya!" geram Hery yang sekarang menarik kerah baju Arga.
"Jernihkan pikiranmu! Sebaiknya kau fokus saja dengan keluarga barumu! Bukankah kau juga punya anak yang sudah besar?!" Arga mendorong keras Hery. Hingga cengkeraman lelaki itu terlepas darinya. Saat itulah Arga memanfaatkan kesempatan untuk pergi jauh-jauh.
"Aaarghh!!" Hery teramat kesal dan bergegas mengejar Arga. Tetapi sayangnya dia kehilangan lelaki itu di jalanan trotoar. Dimana di sana terdapat banyak orang yang berjalan lalu lalang.
Tanpa sepengetahuan Hery, Arga sebenarnya bersembunyi di sebuah toko buku. Di sana dia menghubungi Laras. Arga memberitahu Laras agar segera pindah dari apartemen sekarang.
"Aku dan Adella akan tinggal di hotel untuk sementara," kata Laras.
"Baiklah. Tapi kau bisa melakukannya sendiri kan?" tanya Arga.
"Iya, kau tenang saja. Ada Linda yang membantuku."
"Berhati-hatilah. Aku akan secepatnya mengabari jika Rasya sudah ketemu."
__ADS_1
Setelah bicara dengan Laras, Arga diam-diam pergi ke mobilnya. Dia juga tidak lupa memberitahu Laras agar jangan pergi ke hotel tempat Agni dan Hery berada.