
...༻◊༺...
Dahi Agni berkerut tatkala menyadari kalau jalan yang dilewatinya berubah. Bahkan tidak terlihat ada lagi jalan keluar di depannya.
"Sial!" umpat Agni sambil celingak-celingukan. Dia berusaha mencari jalan keluar, namun dirinya tetap tidak bisa menemukan.
"Hery!" alhasil Agni memanggil Hery. Mengingat lelaki itu adalah satu-satunya orang yang bersamanya.
Di waktu yang sama, Hery berjalan kian masuk ke gua. Ia tak berhenti menyerukan nama Arga, Laras, dan juga Senopati.
Hery mendengar panggilan Agni. Tetapi dia tidak berniat menyahut sama sekali. Apalagi tadi Agni yang tadi sudah bersikap tak peduli kepadanya.
Hery terus berjalan. Dia semakin gelisah saat tidak menemukan apapun. Terlebih posisinya dan Agni semakin menjauh.
"Agni!" Hery akhirnya mencari Agni. Dia berbalik arah dan ingin menemui perempuan itu secepatnya.
Di sisi lain, Senopati kembali ke gubuknya. Dia sibuk berkemas karena ingin cepat-cepat pergi.
Setelah sepenuhnya siap, Senopati membakar gubuknya sendiri. Dia lalu pergi entah kemana.
...***...
Selain memberikan konsultasi, Ferry ternyata juga ingin membantu kesulitan Arga terkait pekerjaan. Dia akan mencoba bicara pada atasannya mengenai posisi dokter yang sesuai dengan keahlian Arga.
"Terima kasih, Fer. Aku beruntung sekali bertemu denganmu," ungkap Arga yang merasa senang. Dia seolah menemukan harapannya lagi.
"Tidak masalah. Kau sering memberikanku contekan saat kuliah. Jadi aku pikir kau salah satu orang yang berjasa untuk kelulusanku. Aku akan mengabarimu secepat mungkin," tanggap Ferry. Dia membiarkan Arga pamit dari tempat prakteknya.
Sekarang Arga setidaknya merasa lega. Dia ingin menenangkan pikiran dengan mengajak Rasya makan siang di restoran enak. Arga juga tak lupa mengajak Laras ikut bersamanya.
Usai menjemput Rasya pulang sekolah, Arga langsung pergi ke restoran. Dia dan Laras akan bertemu di sana. Kebetulan Laras datang sendiri karena masih berusaha memahami Rasya.
Dalam perjalanan, Arga mendapat telepon dari Ferry. Dia tentu bergegas mengangkat panggilan itu. Tanpa diduga, Ferry memberikan kabar baik. Katanya Arga memiliki peluang besar untuk mendapatkan pekerjaan di rumah sakit tempat Ferry bekerja.
__ADS_1
"Kau yakin? Aku tidak menyangka kau bisa mengurusnya secepat ini," kata Arga.
"Aku juga tidak menyangka Dokter Eric memberikan respon secepat ini. Tapi katanya, rumah sakit ini memang sedang kekurangan dokter kandungan," sahut Ferry dari seberang telepon.
Atas pemberitahuan itu, Arga sekali lagi mengucapkan terima kasih. Ia merasa sangat senang bukan kepalang. Beban pikirannya seketika sirna.
"Lakukanlah wawancaranya dengan baik. Jangan sampai kau melewatkan kesempatan emas ini," ujar Ferry.
"Tentu saja. Aku akan melakukannya sebaik mungkin!" Arga merasa antusias.
Pembicaraan Arga dan Ferry segera berakhir. Tak lama kemudian Arga dan Rasya tiba di tempat tujuan.
Kening Rasya mengernyit ketika melihat kehadiran Laras. Dia menatap Arga dan bertanya, "Papa juga mengajak mereka?"
"Iya. Biar makan siang kita lebih lahap. Kan makan sama-sama lebih enak," tanggap Arga.
"Benar juga ya. Lagian aku senang bisa ketemu Adella yang lucu." Rasya tersenyum lebar. Ia segera berlari menghampiri Laras. Anak itu sepertinya sudah ketagihan bermain dengan bayi.
Sementara Arga tampak asyik menikmati makanan. Dia makan sangat lahap. Wajahnya juga tampak lebih ceria.
"Kau sepertinya sedang senang. Biar kutebak, kau pasti hari ini dapat pekerjaan kan?" cetus Laras sambil melipat tangan ke meja.
Kelopak mata Arga melebar. Ia berhenti dari aktifitas makannya sejenak. "Apa itu terlihat jelas?" jawabnya yang tak bisa menyembunyikan senyuman.
"Iya. Jelas banget!"
"Itu membangkitkan rasa percaya diriku dalam sekejap." Arga kini menatap Laras. "Apa kau butuh bantuanku lagi untuk membuat kue malam ini?" tanyanya.
Laras terkekeh sembari memutar bola mata. Dia sangat paham dengan kode yang dimaksud Arga.
"Oke. Anggap saja aku menerimanya sebagai ucapan selamat," ujar Laras.
Ketika malam telah tiba, tepat ketika jarum jam menunjuk ke angka sembilan, Rasya telah tertidur. Saat itulah Arga bersiap pergi ke rumah Laras.
__ADS_1
Bel dibunyikan oleh Arga. Pintu pun dibuka oleh Laras.
"Apa Adella sudah tidur?" Arga langsung bertanya begitu saja.
"Iya. Dia--" ucapan Laras terhenti tatkala Arga menyumpal bibirnya dengan ciuman membara. Sambil melangkah masuk, Arga menutup pintu dengan rapat.
Ciuman panas lantas berlangsung. Laras yang tak menduga dengan serangan Arga, berusaha keras mengimbangi.
Namun sayangnya Laras kehilangan keseimbangan dan tak sengaja tersandung ubin. Ciumannya dan Arga sontak terlepas.
Untungnya Arga sigap memegangi Laras dengan dua tangannya. Dia juga kaget menyaksikan Laras yang nyaris terjatuh.
"Lihat akibat perbuatanmu! Kau selalu begini kalau sangat bersemangat," komentar Laras yang sedikit memprotes.
"Biarkan aku membayar hutang kemarin malam," balas Arga. Dia menggendong Laras dengan gaya bridal, lalu berlari membawa perempuan tersebut ke kamar terdekat.
Saat sudah di kamar, Arga langsung menindih tubuh Laras. Akan tetapi Laras menahan pergerakannya sejenak.
"Ga... Aku tidak mau kau memaksakan diri. Kalau tidak bisa, aku sama sekali tidak masalah," ucap Laras.
Arga tersenyum. "Kita lihat saja dulu semuanya berlangsung," tanggapnya. Dia segera mencumbu setiap jengkal kulit putih Laras.
..._____...
Catatan Author :
Guys aku mau ucapkan terima kasih buat kalian yang udah setia baca novel ini. Hingga tanpa disangka novel ini meraih juara 3 event cinta tak direstui season 3. Aku ucapkan syukur dan terima kasih atas dukungan kalian. Mengingat sekarang aku sudah nggak punya teman dekat penulis lagi di noveltoon. Semua temanku kebetulan sudah hiatus. Jadi bisa dibilang aku yang sendirian bertahan untuk tetap menulis. Bisa kebayang lah capeknya berjuang sendiri. Mengenai promosi bahkan aku hanya bisa mengharapkan platform. Tapi masalahnya sejak SMP aku memang udah hobi menulis. Selalu saja ada ide cerita dalam otakku. Mungkin itulah salah satu alasanku masih tetap bertahan.
Oh iya, apa kalian berharap ada cerita dari anaknya Arga dan Laras? Jawab di komen ya. Sebenarnya aku kebetulan sedang menyiapkan novelnya Rasya. Genrenya juga dark romance seperti novel ini.
Bocoran cover novel Rasya. 👇
__ADS_1