
Seorang gadis tengah berjongkok seraya memeluk kedua kakinya, air matanya tampak menetes.Ia melihat seorang pria yang tampaknya ia kenal pergi meninggalkannya. Pria itu bahkan tak mendengarnya, tak mendengar suaranya.
Anehnya, ia melihat dirinya juga bersama pria itu. Dirinya sungguh terkejut akan hal itu. Ingin rasanya ia berlari menghampirinya, namun terasa ada dinding yang tak bisa ia lalui. Gadis itu pun mulai putus asa, dan juga merasa takut.
Hingga, seorang pria menghampirinya, dan berjongkok di hadapannya.Gadis itu mengangkat kepalanya, dan melihat sebuah senyuman dari pria itu. Pria yang entah dari mana asalnya. Pria itu benar-benar tersenyum hangat, dan tampaknya ia bisa di percaya olehnya.
“Cho Kyuhyun. Kau bisa memanggilku Kyuhyun.Siapa namamu?”
“Lee Hyurin.”
“Di sini sangat dingin, ikutlah denganku.” Pria ini mengulurkan tangannya, namun tampaknya gadis itu masih terlihat ragu. “Kau bisa mempercayaiku, aku tidak akan melakukan hal yang macam-macam padamu.” Pria itu kembali melemparkan senyuman hangatnya, hingga gadis itu pun menerima uluran tangannya.
Rumah itu, rumah itu tampak sepi. Bukan hanya rumah, bahkan lingkungannya pun terlihat sepi.Gadis itu menoleh ke kanan, dan kiri, mencoba mencari tahu siapa saja yang ada di rumah tersebut. Rumah tersebut memang tidak besar, namun jika hanya tinggal sendiri tetap saja terlihat tak masuk akal.
“Aku sendiri pun belum lama berada di tempat ini, aku juga tidak tahu kenapa aku berada disini. Ini memang tempat tinggalku, namun ada yang berbeda.Tidak ada siapa pun, dan aku tidak bisa pergi ke mana pun yang ku mau.” Pria itu mencoba menjawab semua keganjalan yang di rasakan gadis tersebut.
“Apa maksudmu?”
“Aku juga tidak mengerti, rasanya tubuhku melayang ke dimensi yang berbeda, dan seperti hal yang kau lakukan tadi.Terasa ada dinding yang menahan kita disini, dan kita tak bisa melewati dinding itu.”
Gadis itu mencoba mencerna setiap perkataan pria itu. Dirinya bahkan tak ingat bagaimana dirinya bisa berada di sana. Air matanya kembali berjatuhan, gadis ini kembali ketakutan, dan ia ingin pulang, ia ingin kembali ke tempatnya.
__ADS_1
Tubuh gadis ini semakin lama semakin melemah. Pria itu membuatkan sebuah roti, dan juga pudding. Rasanya memang tak begitu enak, namun cukup untuk mengisi tenaga gadis itu.Gadis ini sangat berterima kasih atas kebaikan pria itu.“Tinggallah disini! Aku tahu jika kau pasti bingung harus pergi kemana.”
“Apa boleh?” Pria itu hanya membalasnya dengan sebuah senyuman hangat, kemudian pergi meninggalkan gadis itu ke dapur.
Setiap harinya, pria ini selalu menghabiskan waktunya untuk membuat pizza. Ia ingin sekali bisa membuat pizza, itu karena pizza adalah makanan favoritnya. Gadis ini mengintip, dan ia memberanikan diri untuk mendatanginya. Lagi-lagi pria itu membagi senyumannya.
“Hyurin. Apa kau mau membantuku?” Hyurin menggelengkan kepalanya. “Baik. Duduklah!” Pintanya, dan Hyurin duduk dihadapannya.
“Hyurin. Buka matamu, kumohon sadarlah!” Hyurin sesekali mendengar suara seseorang memanggilnya, suara itu terdengar samar, namun ia juga takut ketika mendengar suara tersebut. “Hyurin.” Kini Hyurin menutup kedua telinganya seraya menggelengkan kepalanya, berharap jika suara itu cepat menghilang.
Kyuhyun, pria ini menyentuh bahu Hyurin, dan Hyurin terkejut akan hal itu. Tiba-tiba saja ia langsung memeluk pria ini seraya meneteskan air matanya. Hyurin mencoba bertanya pada pria itu, apa dia mendengar ada suara yang memanggil? Kyuhyun menggelengkan kepalanya.
“Aku disini. Kau tak perlu takut. Karena sejauh ini tidak ada yang bisa datang ke tempat ini, kecuali dirimu.”
Sudah 1 bulan lamanya mereka hidup bersama. Keduanya sama-sama terbuka dalam hal apapun. Untunglah di rumah itu memiliki pakaian wanita, yang bahkan Kyuhyun sendiri pun bingung dari mana datangnya pakaian itu. Pagi hingga sore hari selalu mereka isi dengan membuat pizza, keduanya belajar bersama hanya dengan berbekal buku.
Rasa pahit karena gosong, rasa hambar selalu mereka rasakan dalam membuat pizza. Hyurin mengecek bahan yang dipakai, ternyata bahan itu sudah tidak bisa dipakai. Bahan itu sudah expired dari beberapa hari yang lalu, dan Hyurin mentertawakan kejadian hal itu. Bagaimana tidak, mereka menggunakan bahan itu, dan mereka sempat memakannya, namun tidak terjadi sesuatu pada keduanya.
Mereka pergi keluar untuk membeli bahan. Seperti biasa, jalanan sangat sepi, seolah hanya mereka berdua yang tinggal disana. Saat pergi ke pasar pun, mereka hanya tinggal mengambilnya tanpa membayarnya. Pertama kali melihat itu membuat Hyurin bingung, dan mengatakan jika hal itu termasuk mencuri. Namun, itu memang yang terjadi, jika mereka harus membayar, pada siapa mereka harus membayar?
Sedikit demi sedikit Hyurin mengingat kejadian-kejadian yang pernah di alaminya sebelum ia berada ditempat itu. itu mimpi atau bukan, ia juga tak mengerti. Keduanya berjalan kembali ke rumah setelah mendapatkan bahan yang mereka inginkan, dan kembali membuat eksperimen mereka.
__ADS_1
“Aku rasa aku bukan berasal dari tempat ini. Kurasa suara yang sering kali ku dengar itu berasal dari duniaku.” Mendengar itu membuat Kyuhyun menoleh, dan entah kenapa perkataan Hyurin membuatnya merasa takut, takut yang luar biasa.
“Hyurin kembalilah! Kami semua mengkhawatirkanmu.” Suara itu kembali datang, dan Hyurin sendiri pun tidak ingin kembali. Entah dari mana asal suara itu, berdua hanya dengan Kyuhyun sudah sangat membuatnya jauh lebih nyaman. Kyuhyun selalu mengerti apa yang ia inginkan, dan Kyuhyun selalu ada bersamanya.
Hyurin yang tengah duduk memandangi Kyuhyun membuat pizza pun tak sadar jika dirinya tertidur pulas. Kyuhyun menyematkan selimut pada tubuh Hyurin, ia ingin membuatnya merasa hangat. Setelah itu, ia kembali berperang dengan bahan-bahannya, dan kembali berjuang untuk membuat pizza yang enak.
Saat itu, Hyurin terbangun, dan terkejut melihat pizza yang sudah jadi berada dihadapannya. Pizza ayam, ia menyantapnya, dan Kyuhyun terkekeh melihat hal itu. Hyurin menyantapnya dengan sangat nikmat. Kyuhyun merasa jika gadis dihadapannya itu tengah kelaparan setelah bangun dari tidurnya.
Kyuhyun pergi keluar rumah untuk sejenak, dan membiarkan Hyurin memakan pizza-pizza yang sudah dibuatnya. Melihat Hyurin menyantap dengan nikmat, ia rasa ia telah berhasil membuatnya. Beberapa menit kemudian, ia kembali, dan menarik Hyurin untuk ikut bersamanya.
Hyurin sedikit tersedak akan perilaku Kyuhyun. Sebenarnya kemana Kyuhyun akan mengajaknya pergi. Kyuhyun mengajaknya mendekat pada sebuah dinding penghalang itu. Di sanalah Kyuhyun melihat Hyurin tengah bersama pria lain. Sebenarnya sudah 2 hari Kyuhyun menyaksikan hal itu, melihat Hyurin berada diluar dinding, ia berusaha mencari tahu siapa pria yang ada bersamanya.
Melihat itu pun membuat Hyurin sendiri merasa bingung. Pria itu, ia pernah ia lihat saat pertama kali ia datang, namun dirinya tak bisa mengingat siapa pria itu. Setiap kali Hyurin ingin mengingatnya, kepalanya merasa berputar, dan tubuhnya menjadi lemas. Melihat kondisinya, Kyuhyun meminta Hyurin untuk tidak memikirkannya lagi.
Saat itu Kyuhyun menggendong tubuh Hyurin masuk ke dalam, dan ia memintanya untuk beristirahat. Sedangkan, Kyuhyun akan kembali ke tempat itu, ia ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin saja, ia bisa menemukan jawaban. Jawaban kenapa dirinya juga bisa berada ditempat itu, dan juga kenapa Hyurin ada di dua tempat yang berbeda.
Malam itu, Kyuhyun menghampiri Hyurin yang tengah duduk. Kyuhyun tampak diam saat Hyurin mengajaknya bicara. Karena merasa di abaikan, Hyurin mencubit lengan Kyuhyun, dan hal itu berhasil mengejutkannya.“Kenapa cubitanmu tidak terasa sakit?”
“Benarkah?” Kyuhyun mencoba mencubit Hyurin, dan apakah Hyurin merasakan apa yang dirasakannya. “Tidak sakit. Pukul aku sekarang.”Hyurin memintanya, dan Kyuhyun mengangkat tangan kanannya.Ia justru mendaratkan ciuman di kening Hyurin, dan membuat Hyurin merasa tersipu.
“Aku melihatmu mencium pria itu. Aku sungguh penasaran apa hubunganmu dengan pria disana.” Kyuhyun menatap parau wajah gadis di hadapannya, dan Hyurin sedikit tersenyum melihat wajah polos itu.“Kau milikku.Hanya milikku.” Ungkapnya seraya memeluk tubuh kecil gadis tersebut.
__ADS_1
Bersambung ...