In My Dream

In My Dream
In My Dream#06


__ADS_3

"Apa? Jika tidak, apa yang akan kau lakukan?"


"A-aku tidak akan datang lagi menemuimu disini."


"Apa kau bisa melakukan itu?"


"T-tentu s-saja.Tentu saja bisa."


"Benarkah?" Genggaman Hyurin di lengan Kyuhyun mengendur saat itu juga, dan Hyurin pergi keluar.


Hyurin memejamkan matanya, dan biasanya desiran angin di pantai itu selalu berhasil membuat rasa takutnya menghilang.Tapi, entah itu tidak berlaku untuk saat ini. Kyuhyun memeluknya dari belakang, dan ia sungguh menyesal.


"Apa aku sungguh sudah membuatmu terluka?" Hyurin tetap bungkam. "Sebenarnya, aku tidak bisa melakukan hal itu."Kyuhyun menambahkan.


"Tapi tadi kau mengatakan..."


".... Aku hanya kesal karena melihat pria itu menciummu sampai seperti itu.Terlebih lagi itu didalam sebuah ruangan. Apakah kalian sampai melakukan hal 'itu' ?" Kyuhyun menatap Hyurin dengan tajam, dan Hyurin langsung memukul lengan Kyuhyun.


"Yak. Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu."

__ADS_1


"Kau kan tidak tahu. Mungkinkah itu gambaranmu setelah kita tidak bersama lagi? Gambaran masa depanmu nanti?"


"Apa maksudmu dari 'kita tidak bersama lagi?' Apa kau akan melepaskanku kelak?"


Kyuhyun terdiam mendapat pertanyaan tersebut. Bagaimana ia harus menjawab pertanyaannya? Ia bahkan tidak tahu harus menjawab apa.


Jika ia mengatakan 'tidak', ia sungguh akan di olok, dan disebut orang yang tak waras di kehidupan yang sebenarnya. Jika dirinya mengatakan 'iya', Hyurin pasti akan sedih. Dirinya sungguh tak ingin membuatnya sedih lagi.


Kyuhyun masih membungkam bibirnya, ia sungguh bingung dengan jawaban dari pertanyaan tersebut. Hingga ia merasa tubuhnya memudar, dan ia melihat senyuman yang tak enak dari bibir Hyurin.


"Maaf" Imbuh Kyuhyun sesaat sebelum dirinya benar-benar menghilang.


“Oppa (panggilan kakak laki-laki dari seorang adik perempuan). Maaf, maksudku tuan. Ada yang mau menemuimu.” Kyuhyun membuka matanya saat itu juga.


“Min Ah-ya Kau boleh memanggilku seperti itu selama tidak ada karyawan lain.” Senyuman itu ia lontarkan ke hadapan gadis di hadapannya. “Tapi siapa yang mau menemuiku?”


“Masuklah tuan Kim.” Seru gadis itu. Kyuhyun membungkukkan tubuhnya, dan langsung meminta orang dihadapannya itu untuk segera duduk.


“Selamat sore tuan Cho. Aku Kim Ji Tae, aku pemilik pusat perbelanjaan di seberang sana. Aku datang karena aku melihat jika cafemu ini selalu ramai, dan aku memutuskan untuk mencobanya.Ternyata memang lezat. Bagaimana jika kau membuka cabang di tempat milikku? Disana masih ada tempat kosong jika kau ingin mengisinya.”

__ADS_1


“Sebelumnya aku mengucapkan terima kasih atas tawaran itu, tapi pusat perbelanjaanmu itu sangat besar tuan. Mana mungkin aku bisa menyewa tempat disana.” Kyuhyun sedikit terkekeh mendapat penawaran itu. “Lagi pula aku mendirikan tempat ini hanya untuk mengisi kekosonganku saja.”


“Jadi, kau tidak berminat?”


“Bukan seperti itu. Aku butuh waktu untuk memikirkannya, karena pasti akan banyak yang harus dilakukan. Bisakah anda meninggalkan kartu nama? Aku akan menghubungi anda lagi nanti.” Pinta Kyuhyun dengan senyumannya itu, kemudian pria dihadapannya pun langsung memberikan kartu nama yang di maksud oleh Kyuhyun.


“Baiklah. Aku permisi.”


Lagi-lagi ia melemparkan senyumannya seraya membungkukkan tubuhnya. Setelah pria itu pergi dari hadapannya, Kyuhyun kembali duduk dikursinya. Ia terlihat mengepalkan tangannya, dan memukul-mukul dahinya pelan. Ia merasa sudah bersalah telah mengatakan hal yang seharusnya tidak ia katakan pada Hyurin tadi.


Kyuhyun mendengus kesal, ingin rasanya ia mengulang waktu, dan ia tidak akan mengatakan hal seperti tadi. Hal itu pasti membuat Hyurin sangat sedih.Tapi, melihat kejadian tadi, sungguh membuatnya kesal. Pria itu seenaknya menyentuh gadisnya begitu saja, bahkan Hyurin tak menolaknya.


“Oppa. Akhir-akhir ini kau sering sekali tertidur. Apa kau tengah tak sehat?” Seru seorang gadis yang entah sejak kapan berada diruangan Kyuhyun.


“Aku baik-baik saja Min Ah-ya.Entah kenapa aku jadi sangat menyukai tidur. Karena aku hanya bisa menemuinya disana.” Kyuhyun tersenyum kecil, dan menatap kosong ke depan.


“Siapa yang kau temui? Mendiang orang tuamu?”


“Bukan. Dia seorang gadis. Dia sungguh gadis yang lugu, dan terlihat sangat polos.” Bibirnya terukir sebuah senyum ketika membicarakannya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2