In My Dream

In My Dream
In My Dream #02


__ADS_3

“Akhir-akhir ini kau selalu memelukku secara tiba-tiba, dan sejak kapan aku menjadi milikmu?”


“Sejak aku bertemu denganmu.” Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah gadis dihadapannya. Namun,


Hyurin menahannya, dan mencubit kedua pipinya, hingga Kyuhyun pun mempoutkan bibirnya.


“Apa yang akan kau lakukan? Dasar pria mesum.” Hyurin menjulurkan lidahnya ke hadapan pria itu, dan berlari meninggalkannya.Tentu saja, pria ini mengejarnya, dan langsung memeluknya ketika mendapatkannya.


“Kau membiarkan pria itu menciummu, kenapa aku tidak diperbolehkan?”


“Yaak. Seberapa banyak kau mengikuti mereka?” Mendapat pertanyaan itu langsung membuat Kyuhyun


membungkam bibirnya. Karena setiap kali ia keluar dari rumah, dan saat ia menatap ke dinding pembatas itu, ia selalu melihat Hyurin diluar sana.


Hyurin menarik tangan Kyuhyun untuk menuju dapur, dan menunjukkan apa yang sudah ia buat. Kyuhyun terkekeh melihat hasil cetakkan pizza yang di buat oleh Hyurin. Bentuk yang tidak beraturan, dan bentuknya sungguh terbilang tidak cukup bagus. Melihat reaksi Kyuhyun itu membuat Hyurin kecewa.


Meski begitu, Hyurin langsung memasukkan sepotong pizza itu ke dalam mulut Kyuhyun yang tengah terbuka karena tertawa. Dengan begitu, Kyuhyun tidak akan bersuara lagi, dan akan berhenti mentertawakannya. Kali ini, Hyurin sungguh ingin tahu bagaimana rasa yang ia buat. Apakah ia berhasil atau tidak.


Mencicipinya membuat Kyuhyun menginginkannya lagi. Rasanya benar-benar luar biasa, kemudian Hyurin tersenyum mendengar komentar itu. Setelah itu, ia kembali mengambil peralatan, dan kembali membuatnya. Ia juga ingin membuka café pizza, dan hal itu kembali membuat Kyuhyun tertawa lepas.


“Untuk apa kau membuat banyak? Memang siapa yang akan datang ke toko kita nanti?” Ucapnya seraya tertawa, dan Hyurin langsung mencubit perut Kyuhyun.


“Tentu saja kau yang akan menghabiskannya.” Serunya lagi, dan membanting rolling pin yang ada ditangannya.

__ADS_1


Hyurin pergi keluar dari rumah itu, dan kini ia melihat bayangan dirinya di luar dinding itu. Kini, ia menatapnya, dan pandangannya mengikuti ke mana mereka pergi. Melihat itu, membuatnya juga penasaran. Keduanya terlihat sangat akrab, namun ia merasa ganjal saat menatap lekat pria yang tengah bersamanya.


Pria itu terlihat tengah menerima telfon, kemudian ia pergi meninggalkannya. Sesaat sebelum ia pergi, ia sempat menciumnya. “Apa yang sedang kau lihat?” Suara Kyuhyun membuatnya terkejut, dan langsung membalikkan tubuhnya seraya menutupi kedua mata Kyuhyun. Gadis ini tidak ingin Kyuhyun melihatnya.


“Aku sudah melihat itu. Kejadian itu terus berulang sejak kemarin.” Hyurin menatap lekat wajah Kyuhyun, dan seketika dirinya merasa malu. “Aah tapi jahat sekali pria yang bersamamu itu, dia meninggalkanmu begitu saja.”


“Sebenarnya aku ingin tahu siapa pria itu. Kenapa aku ada di tempat ini, dan kenapa aku tidak bisa mengingatnya? Aku sungguh tidak mengenal tempat ini sedikit pun.”


Lagi-lagi Kyuhyun memeluk tubuh Hyurin. Mendengar semua itu sudah sangat membuat Kyuhyun


ketakutan sekali. Seolah, Hyurin ingin pergi meninggalkannya, dan tidak ingin bersamanya.


●●●


“Ada apa?”


“Suara itu kembali memanggilku. Bagaimana jika ia mengajakku untuk pergi?”


“Kenapa kau tak ingin kembali? Bukankah tempat yang kita tinggali ini sangat membosankan?”


“Entahlah. Tapi aku merasa, aku mendapatkan apa yang sangat ku inginkan.”


“Yang kau inginkan?”

__ADS_1


“Seandainya aku bisa terlahir kembali, aku ingin berada di dekat orang yang menyayangiku. Tidak peduli, meski hanya ada kami berdua. Karena hal itu sudah sangat cukup dibandingkan aku tinggal di keramaian, namun mereka tak pernah memperhatikan aku.”


Kepala Hyurin tiba-tiba terasa sakit ketika mendengar suara itu lagi. Suara itu, ia mengenalnya. Suara itu miliknya. Benarkah ia pernah mengatakan demikian? Tapi kapan? Dimana?  Dan kenapa?Apa alasannya


mengatakan hal itu? Ia harus mencari tahu alasannya. Dengan begitu, mungkin ia bisa tahu kenapa dirinya bisa tinggal di tempat yang bahkan hanya ada dirinya, dan juga Kyuhyun.


Hyurin berlari keluar, dan berharap jika bayangannya di luar sana masih ada. Yah, mereka masih berkeliaran disana. Hyurin mengikutinya, memperhatikan mereka, dan mencari tahu apa yang akan mereka lakukan setelah itu. Sulit menemukan jawabannya, karena sejak bayangan itu hadir, mereka hanya duduk di taman,


kemudian pria itu pergi meninggalkannya. Kejadian itu terus terjadi berulang kali.


Membosankan, itu yang dirasakan oleh Hyurin saat ini.


‘Terlahir kembali’  kata-kata itu selalu terngiang di benaknya. Apa maksud dari kata tersebut? Dirinya mulai berfikir keras, kembali mencari tahu. Namun, hal itu belum bisa ia lakukan kali ini, karena tiap kali ia ingin mencari tahu, kepalanya akan terasa sakit.


Bayangan itu berubah. Keduanya tampak terlihat bertengkar, dan lagi-lagi pria itu pergi meninggalkannya. Hal itu itu catat didalam otaknya, mungkin ini petunjuk pertama. Petunjuk dimana ia akan tahu kenapa dirinya bisa berada ditempat tersebut serta mengatakan hal yang sangat aneh.


Hyurin memilih kembali ke rumah itu, ia mencari keberadaan Kyuhyun, namun ia tak bisa menemukannya. Ini bukanlah kali pertama ia kehilangan Kyuhyun. Semenjak bayangan itu muncul, Kyuhyun sering kali menghilang tanpa ia ketahui, dan ia akan kembali begitu saja.


Kali ini ia sendiri, benar-benar sendiri, dan itu sungguh membuatnya merasa kesepian, juga takut yang mendalam. Hyurin kembali duduk diluar, dan ia melihat sebuah pantai. Tentu saja pantai itu juga terlihat sangat sepi. Di dunianya ini terasa tidak ada malam, suasana disana terlihat terang, namun tak panas atau pun dingin.


Tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Saat ini ia memutuskan untuk duduk seraya memeluk kedua lututnya, menengadahkan kepalanya seraya menikmati setiap hembusan angin yang menerpanya. Apa yang harus ia lakukan dalam kesendiriannya kini?


 

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2