In My Dream

In My Dream
Pengantin Anak Dewa


__ADS_3

Tubuh Amethyst semakin lemah. Seth menggunakan kristal hitamnya untuk menekan Amethyst agar mau tunduk padanya. Berkali-kali Seth meminta dewi itu untuk menyerah, tapi Amethyst selalu menolak. Dewi itu bahkan memilih mati daripada tunduk pada kekuatan kristal hitam. Seth jadi geram dibuatnya. Pada awalnya Seth tidak berpikir akan menggunakan kekerasan pada Amethyst. Tapi melihat betapa gigih dan keras kepalanya penjaga kuil mimpi itu membuat Seth berubah pikiran. Tidak ada cara lain. Selain memaksa Amethyst agar menuruti perintahnya.


"Kau yang memaksaku melakukan ini, dewi." Seth berucap lantas mengarahkan tongkat dengan ujung berupa inti dari kristal hitam pada Amethyst.


"Bunuh saja aku!" Kata Amethyst putus asa. Ada pilu dalam hati dewi itu. Dia ingin melihat Elyos untuk terakhir kalinya.


"Tidak semudah itu." Amethyst mengerang kesakitan saat pancaran hitam itu menyerangnya. Energi negatif itu merasuk ke tubuh Amethyst. Menghisap energi positif dari kristal ungu di dada dewi itu. Itu sama saja dengan membunuh Amethyst secara perlahan.


Huweeekkkk, Amethyst memuntahkan darah segar. Dadanya terasa panas, seperti terbakar. Bersamaan dengan itu kesadaran Amethyst mulai berkurang.


Seth tersenyum puas. Kekuatan kristal ungu mulai diserapnya. Tidak peduli lagi jika Amethyst akan mati karena tindakannya itu.


Sreeeettttt


Jleeebbb


Klontaaanngggg


Tongkat kristal hitam terpental jauh, saat satu anak panah melukai pergelangan tangan Seth. Tidak perlu ditanya lagi siapa pelakunya. Siapa lagi yang punya anak panah terbuat dari es beku namun sangat tajam dan kuat melebihi pedang. Ditambah rasa terbakar yang mengiringi luka tersebut.


"Yue!!!!" Seth berteriak marah. Dia tidak menyangka jika dewa bulan itu berani mengusiknya di tempatnya sendiri.


"Apa?" sahut Yue santai. Dewa itu berjalan tenang ke arah Seth yang sangat marah. Rencananya terganggu karena kedatangan pria itu.


"Kau merusak kesenanganku!"


"Itu bukan kesenangan tapi kegilaan. Kau bisa membunuhnya!" balas Yue tak kalah keras.


Seth menggeleng. Dia sama sekali tidak peduli dengan keadaan Amethyst, Seth hanya ingin mendapatkan kekuatan kristal ungu dewi itu.


"Kau akan dihukum karena berani mengusik ketenangan alam lain. Kau mengacau di dunia mimpi, kini kau membuat onar di dunia manusia. Tanpa mereka tahu, Elyos dibantu Fire, Wind dan Leon tengah berusaha menetralkan energi negatif yang ditimbulkan oleh kristal hitam.

__ADS_1


Beberapa kali Elyos mengepakkan sayap putihnya. Menebarkan serpihan kekuatan kristal mimpi miliknya. Sementara di bawah sana, para manusia tampak membuat kekacauan. Mereka turun ke jalan mengganggu para pengendara, hingga lalu lintas menjadi macet. Belum lagi aksi anarkis dan brutal terjadi di mana-mana.


"Kristal hitam dan energi negatifnya benar-benar mengerikan." Gumam Leon, mengamati manusia yang seperti kesurupan. Mereka bergerak tak terkendali, merusak, melukai dan tak jarang membunuh. Suasanan begitu kacau di kota itu.


"Karena itu cepatlah bekerja. Lihat dia!" Seru Wind melihat Elyos yang bergerak lincah. Menaburkan kekuatannya untuk menyadarkan manusia tersebut.


Melihat Wind yang melintas di hadapannya juga Elyos yang tak kenal lelah berkerja. Leon pun ikut merentangkan sayap putih dengan corak biru di antara benda tersebut.


Pria itu terbang rendah, berselang seling dengan Fire dan Leon. Menaburkan serbuk kristal mimpi pada manusia yang seketika sadar dengan posisi linglung. Tidak tahu apa yang terjadi pada diri mereka.


"El, pergilah. Amethyst terluka dan dia perlu dirimu untuk menyembuhkannya."


Elyos mengumpat lirih. Pekerjaannya belum selesai. Ini semua pasti ulah Seth. "Aku serahkan pada kalian." Pamit Elyos. Pria itu lantas menghilang dan muncul di samping Amethyst. Elyos seketika memindai keadaan sekelilingnya, dan menemukan kalau Yue sedang berduel dengan Seth.


"Hanya kristalmu yang bisa menyembuhkan lukanya."


Satu pesan masuk dan itu jelas untuk Elyos. Tak berapa lama, tanda di dahi Elyos bersinar. Bersamaan dengan induk kristal mimpi di dunia mimpi yang juga bersinar sangat terang. "Bangunlah, Dewi. Akan jadi apa dunia mimpi jika kami kehilanganmu."


Perlahan energi positif di tubuh Amethyst mulai terisi. Begitu juga dengan kalung kristal ungu milik Amethyst, pelan mulai bersinar meski redup. "Bangunlah," pinta Elyos. Satu tetes air mata Elyos jatuh di dahi Amethyst, di mana tanda kristal ungu terukir di sana. Tanda itu bersinar semakin terang, sangat menyilaukan mata. Elyos sendiri sampai memejamkan mata. Tidak kuat menatap kuatnya sinar itu.


Bahkan Seth kini berteriak kesakitan karena sinar itu terasa membakar dirinya. "Tidak mungkin," Yue berucap pelan.


"Mereka adalah pengantin anak dewa yang sudah lama diramalkan akan membawa kedamaian bagi semua." Yue berucap lirih.


Pengantin anak dewa, satu pasangan yang secara khusus telah ditetapkan oleh The Lord yang agung. Itulah kenapa Yue tidak bisa mencampuri urusan asmara Elyos dan Amethyst. Karena The Lord menuntun Amethyst untuk memilih Elyos menjadi mate-nya.


Sinar itu menembus kubah istana kristal hitam. Lurus ke atas hingga menembus dunia langit. Para dewa banyak yang heran dengan kejadian itu. "Apa yang tengah terjadi." Tanya penghuni dunia langit. Mereka tidak pernah mengalami hal mengerikan seperti tadi. Mengerikan sekaligus menakjubkan. Ice hanya tersenyum melihat bagaimana hasilnya, jika kristal mimpi dan kristal Amethyst digabung.


"Sungguh mengagumkan. Karena itulah kau menciptakan Elyos, satu makhluk tanpa pamrih dengan hati seluas samudera. Karena yang diembannya, sebuah kekuatan yang maha dahsyat."


Gumam Ice pada penguasa tiga dunia, The Lord yang Agung.

__ADS_1


Selama beberapa waktu sinar ungu terlihat menyala terang di langit, menetralkan energi negatif yang telah terkumpul di kota lantas menggantikannya dengan energi positif. Hasilnya banyak manusia yang bergelimpangan di jalan, setelah terbebas dari belenggu energi negatif, yang sesaat membuat mereka lupa diri.


"Sudah selesai." Gumam En, berdiri di antara Fire, Leon dan Wind.


"Waktunya pulang, Bro. Sudah cukup main-mainnya." Leon berkata.


"Ya Dewa, sebentar lagi," tawar En konyol. Keempatnya lantas tertawa setelahnya.


Di istana kristal hitam. Kini giliran Seth yang terkapar di lantai, setelah seluruh energinya dibabat habis oleh Elyos. Kekuatan kristal mimpi bahkan mampu menghancurkan inti kristal hitam di pusatnya.


Amethyst meski lemah, namun keadaannya baik-baik saja. Dewi itu perlu waktu untuk memulihkan diri sampai keadaanya membaik.


"Kalian semua bedebahhh!!!"


"Kau yang keterlaluan. Kau tahu sendiri kalau tindakanmu menyalahi aturan, tapi kau tetap melakukannya!" hardik Yue.


Menyalahgunakan kekuatan dengan tujuan untuk mendominasi, mengacau di dunia lain, menculik seorang dewi bahkan hampir membunuhnya. Seth akan terkena sanksi yang berat dari penguasa dunia langit. Bahkan mungkin The Lord sendiri yang akan turun tangan menentukan hukuman untuk Seth.


"Kita serahkan ini pada Kaisar."


Satu suara membuat Seth langsung menoleh. Fire, Dewa Api ada di sini. Gawat, jika panglima tertinggi pasukan dunia langit itu sudah turun untuk mengatasi masalah.


"Seth, aku masih berbelas kasih padamu saat kau memanipulasi mimpi Amor dan membuatnya membunuhku hari itu. Tapi sekarang....tidak. Tindakanmu membuat satu dunia kacau. Kau mengganggu kestabilan dunia mimpi. Kali ini hukumanmu tidak akan ringan." Kharisma Fire membuat Seth kesulitan membalas perkataan pria yang sekilas memiliki penampilan hampir sama dengan Elyos tersebut.


"Habis kau kali ini, Seth." Ledek Wind.


****


Up lagi readers


Jangan lupa tinggalkan jejak. Terima kasih.

__ADS_1


****


__ADS_2