
“G-gadis? Apa kau menyukainya?” Kyuhyun mengangguk, seraya membayangkan wajah gadis yang ada di dalam mimpinya. “Itu hanya bunga tidur, dan dia tidak akan bisa kau temui disini. Kau harus melupakannya! Jika kau tidak ingin di anggap gila.”
“Aku tidak peduli. Karena saat bersamanya, aku sungguh merasa nyaman, dan juga tenang.”
“Kurasa kau mulai sudah tak waras Kyu. Aku akan pulang.” Gadis itu mendengus kesal, dan pergi meninggalkan Kyuhyun. Namun, Kyuhyun segera mengejarnya, dan menariknya untuk pulang bersama.
Café masih buka hingga jam 22.00 KST, dan Kyuhyun akan pulang setiap jam 5 sore. Sedangkan café akan dipercayakan oleh asistennya disana. Setibanya dirumah, ia langsung bergegas untuk membersihkan tubuhnya saat itu juga. Dirinya ingin segera kembali tertidur, dan menemui gadisnya.
Kyuhyun membanting tubuhnya di atas ranjangnya, dan matanya pun mulai terpejam saat itu juga.
●●●
Mata Kyuhyun menatap seorang gadis yang tengah membuat adonan.Tiba-tiba saja gadisnya menjatuhkan rollin pinnya. Gadis ini sering kali membanting rolling pin tersebut jika tengah merasa kesal. Namun, kali ini ia membantingnya bukan karena kesal. Jantungnya kembali sakit, dan tubuhnya kehilangan keseimbangan.
Melihat hal itu membuat Kyuhyun terkejut, dan tubuhnya langsung bergerak untuk menghampirinya. Kyuhyun menahan tubuh Hyurin agar tidak terjatuh, Hyurin tersenyum melihat Kyuhyun telah kembali. Tidak biasanya ia kembali dalam waktu secepat itu.
Kyuhyun menggendong tubuh Hyurin, dan membaringkannya di atas sofa yang ada diruang tengah. Wajah Kyuhyun berubah begitu saja, dirinya sungguh merasa khawatir dengan kondisi gadisnya saat ini. Bukankah dia hanya penghuni alam bawah sadarnya saja? Lantas bagaimana bisa ia merasakan sakit yang amat mendalam, bahkan keringat pun bercucuran di dahinya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Hyurin mengubah posisinya. Ia duduk menyandar disana, dan Kyuhyun masih menatapnya, sedangkan Hyurin menampar pelan pipi Kyuhyun agar tak melihatnya seperti sekarang ini.
“Aku baik-baik saja. Sakit itu akan hilang begitu saja.”
“Jadi, ini bukan pertama kalinya?” Hyurin mengangguk, dan Kyuhyun langsung memeluknya begitu saja. Kyuhyun merasa takut kehilangannya, ia tidak ingin Hyurin pergi, hanya dia yang ia inginkan. Hanya Hyurin.
Hyurin pergi meninggalkan tempat itu. Ia berjalan menuju pantai, dan Kyuhyun mengikutinya dari belakang. Dalam perjalanan, Hyurin tak menoleh ke belakang sedikit pun. Setibanya disana, ia duduk di hamparan pasir, dan menekuk kakinya serta memeluknya.
Kyuhyun yang masih disana pun hanya bisa memandangnya. Apa yang sudah terjadi ketika ia tidak bersamanya? Mengingat kejadian tadi sungguh membuatnya frustasi. Sungguh tak bisa ia bayangkan, bagaimana Hyurin harus menahan rasa sakit itu sendirian. Kyuhyun sungguh merasa bersalah, hingga ia pun duduk di sisinya.
“Ku fikir kau sudah pergi.”
Kini hanya ada desiran angin yang menyapu kulit mereka, serta suara ombak.Sampai saat ini, Hyurin masih membungkam bibirnya. Dia sungguh tak menduga jika Kyuhyun akan tiba secepat itu, dan akan melihatnya kesakitan. Tiba-tiba saja bayangan itu kembali, Hyurin, dan pria asing ada dihadapannya lagi.
“Apa lagi yang akan pria itu lakukan padaku?” Gumam Hyurin pelan, dan Kyuhyun menatap mereka.
“Tidak bisakah kau luangkan waktumu untukku sedikit saja?”
__ADS_1
“Maafkan aku Hyurin.Tapi, tidak untuk sekarang. Kali ini aku harus pergi.”
“Tapi, ini adalah hari ulang tahunku.” Tanpa memandangnya, pria itu pergi meninggalkannya, tanpa memandang dirinya sedikit pun.
Hyurin tersenyum kecut melihat kejadian itu. Sungguh kehidupan yang mengerikan, begitulah fikirnya saat ini. Ia sungguh tak bisa bayangkan jika itu memang benar terjadi pada kehidupannya, itu sungguh berbeda dengan kali ini.
“Ketika mereka datang, pria itu selalu memberikan rasa sakit pada Hyurin yang itu.Pria itu selalu meninggalkannya begitu saja. Setelah itu, Hyurin yang itu akan merasa sedih, tanpa ada yang datang. Aku yakin jika dia membutuhkan seseorang untuk membagi rasa lukanya itu.” Hyurin menatap dirinya sendiri yang tengah terisak disana.
“Maka akulah yang akan datang. Aku lah yang akan mengobati luka di hatimu itu Hyurin. Aku juga yang akan menghapus air mata itu untukmu.” Kyuhyun menatap Hyurin di seberang sana. Kemudian, bergantian menatap gadis yang ada disisinya.
Kini Hyurin tengah bebaring di pangkuan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun, ia memainkan rambut panjang milik Hyurin. Sebelum itu, ia mengambil salah satu buku yang ada disana, dan membacanya. Matanya terperangah melihat isi buku itu, yah itu adalah sebuah komik yang tengah ia nikmati. Kyuhyun yang sadar akan hal itu langsung menarik buku tersebut dari genggaman Hyurin.
Dengan cepat Kyuhyun membuang buku itu melalui jendelanya, dan Hyurin bersikap seolah tak melihat apa pun. Kyuhyun menatapnya tajam, kemudian Hyurin pun terkekeh pelan. Merasa gemas, Kyuhyun mencubit kedua pipi Hyurin, dan Hyurin menggeleng kesakitan.
“Kenapa kau mengambil komik itu eo? Kau sengaja?”
“Aku tidak tahu. Ternyata kau senang mengoleksi komik dewasa eo?” Ledek Hyurin seraya tertawa.
__ADS_1
“Aku kan memang sudah dewasa.” Hyurin menatap Kyuhyun dari ujung kepala hingga ujung kaki, ia sungguh menatapnya dengan sangat intens. “YAAAKK. KENAPA KAU MENATAPKU SEPERTI ITU?” Ucapan Kyuhyun terdengar jika ia tengah malu, dan Hyurin kembali mentertawainya.
Bersambung...