In My Dream

In My Dream
In My Dream#11


__ADS_3

Tubuh Hyurin kembali memadat, dan Kyuhyun tersenyum ke arah gadis di hadapannya. Karena merasa senang dapat bertemu kembali dengan Kyuhyun. Hyurin menarik tangan Kyuhyun, ia berlari menuju pantai, dan perasaan takut kembali menjalar dalam diri Kyuhyun.


Tempat itu, tempat dimana Hyurin meninggalkannya. Namun, perkataan Hyurin barusan menguatkan dirinya.Mana mungkin gadisnya pergi? Bukankah alam bawah sadar tersebut miliknya? Jadi, kenapa ia harus takut? Apa yang harus ia takutkan? Dirinyalah yang mengendalikan mimpi tersebut.


“Lihat itu.” Hyurin menunjuk ke arah dimana ia melihat bayangan dirinya tengah merayakan sebuah ulang tahun. Senyumnya terukir di bibir Kyuhyun ketika melihat gadis disampingnya tersenyum.


Lagi-lagi mereka melihat pria itu datang, dan memeluk serta mencium kedua pipi Hyurin. Hal itu sungguh membuat Kyuhyun mendesah kesal. Bahkan sampai saat ini pun, banyak hal yang tidak di mengerti olehnya. Kenapa bayangan-bayangan itu selalu hadir?


“Apa kau sungguh tidak tahu siapa pria itu?Dan apa benar kau tidak pernah merasa melakukan hal itu?” Hyurin menggeleng lemah menanggapi pertanyaan dari pria di sisinya.


Kyuhyun mengacak-ngacak letak rambutnya, ia selalu terlihat kesal setiap kali melihat wajah pria yang ada disana. Hyurin menoleh, senyumannya hilang begitu saja ketika mendapati Kyuhyun tengah menunduk lesu. Tangan Hyurin meraih tangan Kyuhyun, mendapat sentuhan itu membuat Kyuhyun menoleh, dan Hyurin tersenyum ke arahnya.


Moodnya kembali baik, dan saat itu juga Kyuhyun mengajak Hyurin untuk kembali ke rumah.


Kyuhyun menuju dapur, dan Hyurin duduk menatapi Kyuhyun yang tengah memasak. Senyumnya tak pernah lepas dari bibirnya, dan itu membuat Kyuhyun memiliki semangat tersendiri. Ia tengah membuatkan beberapa cupcake untuk gadisnya, ingin sekali Hyurin membantunya, namun Kyuhyun melarangnya, dan memintanya untuk tetap diam.


Entah apa yang terjadi, Hyurin merasa tubuhnya sangat lemah, dan ia tak bisa menjaga keseimbangannya. Meski tengah duduk, ia merasa jika ia merasa tengah melayang. Hingga ia pun menundukkan kepalanya. Kyuhyun yang sadar ada yang aneh pun langsung menghampirinya.

__ADS_1


“Hei. Ada apa?” Hyurin menggeleng pelan, dan Kyuhyun langsung mengambil beberapa cupcake yang telah selesai dibuat. “Ini untukmu. Hanya untukmu.” Kyuhyun tersenyum seraya memberikan cupcake tersebut.


●●●


Taman, dan dandelion. Tempat yang menjadi tempat favorit Hyurin ketika tengah kesepian. Namun, kali ini ia tidak sendiri disana. Saat ini ada Kyuhyun yang menemaninya. Keduanya meniup dandelion bersamaan, dan keduanya pun tertawa bersama.


Merasa lelah, Kyuhyun duduk di rerumputan, dan ia pun menarik lengan gadisnya, hingga gadisnya menindih tubuh Kyuhyun. Tatapan keduanya bertemu, dan gadis itu langsung bangkit dari atas sana. Kyuhyun merenggangkan kakinya, kemudian meminta gadis tersebut untuk duduk dihadapannya.


“Ada yang ingin ku tanyakan.” Gadis itu berseru seraya memegangi dandelion serta menyandar di tubuh Kyuhyun yang berada tepat dibelakangnya. Sedangkan Kyuhyun mendekap gadisnya dari belakang.


“Saat kau lama tak datang. Ku fikir dirimu datang, tapi aku salah. Ternyata itu hanya bayanganmu saja, aku tak bisa menyentuhmu, dan kau tak bisa mendengarku.”


“Kapan kau melihatnya?”


“Beberapa hari yang lalu.”


“Beberapa hari yang lalu pun aku bermimpi Hyurin meninggalkanku. Dan disaat yang sama dia melihat bayanganku.” Kyuhyun membatin. “Apa yang kau lihat?” Kyuhyun mulai mencari tahu.

__ADS_1


“Aku melihatmu melakukan ini dengan seorang gadis.” Hyurin membalikkan tubuhnya, kemudian mencubit kedua pipi Kyuhyun dengan rasa kesal. Setelah itu, ia kembali berbalik, dan menyandar. “Kau curang. Sekeras apa pun aku menyakiti tubuhmu, kau tidak akan merasa sakit atau apa pun.” Hyurin mempoutkan bibirnya, dan Kyuhyun kembali mendekapnya.


“Bukankah kau pun sama?”


“Tidak. Awalnya memang hanya kepala yang terasa sakit saat datang kemari.Namun, pada hari itu aku seperti mendapat setruman di jantungku, dan saat itu aku bisa merasakan sakit meski kau mencubitku sekalipun. Mungkin ini memang duniaku. Maka dari itu aku merasakan semua itu.”


Kyuhyun mulai diam mendengar ucapan gadis yang ada di dalam dekapannya. Mungkin itu salah satu kuncinya, ia akan mencari tahu kembali. Ia mendapat 2 kunci, dan ia akan coba pecahkan nanti ketika dirinya sadar. “Jika ini memang alam mimpiku sekali pun. Bukankah seharusnya Hyurin juga tidak akan merasa sakit atau apa pun?” Kebingungan itu sungguh tak bisa ia pungkiri.


Keduanya tengah menikmati waktu kebersamaannya. Kebersamaan yang tidak pernah berlangsung lama, dan ketika Hyurin tengah asyik bercerita, tiba-tiba tubuhya hampir tersungkur ke belakang. Kyuhyun menghilang lagi, dan ia hanya tersenyum menanggapi hal itu.


Mata Kyuhyun terbuka, dan ia menghela nafasnya. Kenapa waktu cepat sekali berputar? Begitulah fikirnya kali ini. Dirinya masih sangat merindukannya, dan masih ingin bersamanya. Apa yang harus ia lakukan agar dirinya bisa bersamanya dengan waktu yang lama?


Memikirkannya sungguh membuat kepalanya terasa pusing. Kemudian, ia memutuskan untuk membersihkan tubuhnya, dan menuju cafe. Setelah usai dengan semuanya, ia menyambar ponsel serta kunci mobilnya. Alangkah terkejutnya dia ketika melihat seseorang yang berdiri tepat di depan pintu rumahnya.


"K-kau? K-kenapa kau bisa disini?" Kyuhyun sungguh bingung dengan hal itu, dan gadis di hadapannya langsung berhambur ke dalam pelukannya begitu saja.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2