In My Dream

In My Dream
Kita buktikan


__ADS_3

Arch mengepalkan tangannya selepas mendengar cerita dari Abby, juga setelah satu berkas sampai ke tangannya. Berkas soal kesehatan Rei dan Alicia. Dari cerita Abby, pria itu hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. Meski benar-benar marah pada awalnya, tapi Arch bisa memahami bagaimana perasaan Abby saat bertemu Rei. Hanya saja, Arch menyayangkan sikap Abby yang begitu mudah menyerahkan diri pada Rei.


"Yaelah Arch, gue minta maaf buat yang satu itu. Gue khilaf, gue lihat dia itu En. Sekarang lu balikin aja deh ke diri lu. Apa lu juga gak kayak gue waktu ketemu Alicia?"


Ucapan Abby ada benarnya. Satu hal yang tidak bisa kontrol adalah hati dan perasaan. "Tapi gak main tubruk juga kali." Neo yang menimpali. Bukannya merasa bersalah kok Abby sepertinya malah senang bisa bercinta dengan Rei, suami Alicia.


"Beneran untuk yang itu gue minta maaf, gue terbawa permainan dia. Beneran." Wajah Abby mulai menunjukkan rona penyesalan. Arch dan Neo saling pandang lantas menghembuskan nafasnya bersamaan.


Berkas kesehatan yang Arch terima pun membuat pria itu geleng-geleng kepala. Menggunakan kekuasaan Rissa, istri Aro. Pria itu menekan dokter Ariyo untuk memberikan laporan kesehatan Rei pada Arch. Ariyo bekerja pada rumah sakit milik jaringan grup Atmaja, keluarga Rissa.


Sang kakak ipar awalnya menolak keinginan Arch soal memberikan data pasien, tapi setelah mendengar cerita soal Alicia, wanita itu akhirnya mau membantu. Bahkan Rissa menyarankan Alicia menjalani visum soal pencekikan yang Rei lakukan pada wanita itu. Hal itu untuk memperkuat bukti KDRT yang Rei lakukan saat Alicia menuntut cerai.


"Ada ya pusaka Rei gak bangun waktu lihat tubuh seksoy Alicia." Selorohan Neo membuat pria itu menerima satu keplakan dari atasannya.


"Itu fakta bro. Berarti Alicia masih pewe dong." Arch seketika mengangkat wajahnya mendengar ucapan Neo. Ya, bisa jadi Alicia masih segelan, kalau milik Rei sama sekali tidak bereaksi kecuali pada Abby. Arch masih termenung saat pintu kamar apartemennya terbuka. Alicia keluar dengan wajah malu luar biasa. Malu dengan aib rumah tangganya yang kini diketahui Arch dan yang lainnya.


"Kau tidak apa-apa?" Arch berdiri menyongsong Alicia yang langsung memundurkan diri melihat Arch. Arch tentu terkejut melihat reaksi Alicia. Hingga satu ucapan dari Rissa, membuat Arch mengerti. "Ada kemungkinan Alicia akan mengalami trauma. Mengertilah."


"Jangan khawatir Alice, aku tidak akan menyakitimu. Aku janji."


Ucapan Arch membuat Alicia memberanikan diri menatap wajah Arch. Dalam ingatan Alicia, Archlah yang sudah menghajar Rei saat pria itu mencekiknya. Arch juga yang membawa dirinya pergi dan menyembunyikannya di sini.


Tangis Alicia pecah mengingat perlakuan Rei padanya. Bahkan rasa sakit dan perih itu masih terasa di lehernya. Dalam pada itu satu pelukan hangat Alicia rasakan. Arch memeluk erat Alicia. Di mana tangis Alicia semakin keras, tapi ada perasaan nyaman dan terlindungi dalam dekapan Arch.


"Semua akan baik-baik saja. Percayalah. Aku akan selalu ada untukmu." Kata itu meluncur begitu saja dari bibir Arch. Seolah dia sudah siap jadi perisai Alicia dari Rei.

__ADS_1


"Aku ingin berpisah darinya. Aku tidak peduli jika dia mau menghancurkan keluargaku. Aku lebih baik hancur, daripada harus terus menerus pura-pura di hadapan semua orang."


Arch terdiam sesaat, mempertimbangkan permintaan Alicia. Sampai lagi-lagi, satu perkataan dari Rissa membuat Arch mengiyakan keinginan Alicia.


"Keluarga Altezza memang menguasai 40% perbankan di negeri ini. Tapi ingatlah, keluarga Atmaja punya jaringan lembaga keuangan paling banyak di sini. Jika Altezza hanya punya bank, kami punya jutaan lembaga keuangan selain bank yang bisa menekan keluarga Altezza. Kau ingin maju, kami akan mendukungmu."


Rissa sendiri jadi sangat emosi saat mendengar cerita Arch soal Alicia. Terlebih hasil visum memang menunjukkan adanya kekerasan dalam rumah tangga Alicia. Belum lagi adanya trauma yang akan Alicia alami soal laki-laki dan rumah tangga.


"Kita akan mengurusnya. Tapi sebelumnya, kau harus memberitahu ayahmu dulu. Dia orang yang akan ikut terdampak dari keputusanmu." Arch menatap dalam bola mata Alicia. Pun dengan Alicia. Hingga satu kecupan dari Arch mendarat di kening Alicia. Sebuah rasa yang sama, Arch rasakan saat melabuhkan bibirnya ke dahi Alicia.


"Bahkan aku seperti tengah menciummu Si."


*


*


Arch memegang tangan Alicia yang terasa dingin, kembali meyakinkan kalau semua akan baik-baik saja. Keduanya melangkah masuk ke rumah besar itu. Satu pemandangan mengejutkan membuat jantung Alicia berdebar kencang. Bukan hanya Rei yang ada di sana. Tapi ayah dan ibu pria itu juga datang.


Deg, jantung Alicia serasa ingin copot, saat tatapannya bertemu dengan manik mata sang ayah. Hendry Alou memicingkan mata melihat siapa yang datang bersama putri tercintanya. Jadi cerita dari Rei benar adanya. Atau seolah dibuat begitu. Hendry menarik ujung bibirnya. Dia bisa melihat drama, mencari tahu siapa yang tulus pada putri tunggalnya, sekaligus memperbaiki kesalahannya.


"Papa lihat, dia bahkan berani membawa selingkuhannya ke sini." Ucapan tajam Rei membuat ayah dan ibu Rei kesal.


"Sudah mandul, berani selingkuh pula." Ibu Rei langsung memberikan makian pada Alicia yang masih berstatus menantunya.


Alicia mengepalkan tangannya, kali ini dia tidak akan tinggal diam. Dia akan melawan. Sementara di sampingnya, Arch diam-diam mengirim pesan pada Neo.

__ADS_1


"Darimana ibu tahu kalau aku mandull?" tantang Alicia.


"Nyatanya sampai sekarang kau belum hamil. Apa lagi sebutannya kalau bukan mandull." Di sebelah sang mama, Rei tersenyum samar. Melihat lurus pada Arch. Pria itu benar-benar ingin menghancurkan Arch. Berani sekali dia mencampuri urusan rumah tangganya. Dan untuk Alicia, Rei yakin kalau gadis itu tidak akan berani memberitahu keluarga besarnya soal masalah rumah tangga mereka. Alicia jenis yang bisa menahan sakit asal semua baik-baik saja.


Namun pendapat Rei kini salah. Luka fisik yang Rei berikan membuat Alicia bangkit. Dia tidak mau lagi direndahkan sebagai wanita yang tidak bisa memiliki anak. Padahal pemeriksaan kesehatannya sangat bagus. Tidak seperti Rei.


Alicia tertawa mendengar ucapan ibu Rei, satu anggukan samar dari Hendry membuat Alicia yakin dengan tindakannya. "Apa yang akan Ibu lakukan jika aku mengatakan kalau bukan aku yang mandul. Tapi putra kesayangan ibu ini yang tidak normal."


Ibu Rei langsung menoleh ke arah sang putra yang terlambat mengubah ekspresinya. "Jangan bicara sembarangan. Kalau mandull mengaku saja mandull. Sudah tidak bisa memberi anak, tukang selingkuh lagi."


Alicia ingin menjawab, tapi tangan Arch menahannya. "Kenapa anda menuduh Alicia tidak bisa punya anak dan selingkuh. Bukti apa yang anda miliki?" tantang Arch. Terlihat sekali jika Arch begitu tenang menghadapi keluarga Rei. Hendry tersenyum tipis melihat bagaimana Arch melindungi sang putri.


"Kau selingkuhannya tentu kau akan membelanya." Kali ini papa Rei ikut bicara, pria itu sepertinya mulai termakan omongan sang putra. Hendry kali ini menundukkan wajahnya. Dia rupanya salah memilihkan jodoh untuk putrinya.


Saat itulah Neo berlari masuk ke rumah Alicia, setelah mengucapkan salam, pria itu langsung meletakkan tiga dokumen di hadapan tiga orang. Arch rupanya ingin segera menyelesaikan masalah Alicia. Neo berlalu, melewati Arch, sambil mengucapkan "good luck" dari sudut bibirnya.


"Baca itu, dan jika kalian masih meragukan soal kemampuan Alicia memiliki anak. Aku bisa membuktikan kalau tuduhan itu salah. Ayo naik ke kamarmu, kita buktikan jika kau bisa punya anak dariku."


****



Konyolnya Arch pagi ini 🤭🤭🤭


Up lagi readers.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak. Terima kasih.


****


__ADS_2