In My Dream

In My Dream
Nikah Kontrak


__ADS_3

Abby menepis tangan Rei yang menariknya keluar dari restaurant. Wanita itu kesal setengah mati, kemunculan Rei membuat rencananya untuk mengerjai mama Rei jadi kacau balau.


"Lepaskan!" Abby akhirnya bisa lepas juga dari cekalan Rei. Pria itu tersenyum senang melihat wajah kesal Abby. Entah kenapa Rei begitu menyukai saat menggoda Abby. Sepertinya hati Rei sudah berpaling dari Alicia. Tiga minggu lalu, Rei masih mengatakan mencintai Alicia. Tapi sekarang, fokus Rei sudah berpindah pada Abby, wanita yang mampu membuat Rei turn on.


"Apa sih maumu?" Judes Abby.


"Nikahin kamu." Balas Rei cepat. Abby membulatkan mata mendengar jawaban Rei. Dia tidak salah dengar kan.


"Jangan ngaco kamu." Abby berjalan menjauhi Rei, membuat pria itu serta merta mengejar Abby. Rei kini tidak peduli jika aksinya ini akan jadi bahan pemberitaan media. Proses perceraiannya belum usai, dan dia sudah kedapatan mengejar wanita lain. Bodo amat, rasa yang Rei miliki untuk Abby berbeda dengan yang pernah dia rasakan untuk Alicia. Abby membuat jiwa Rei serasa bergelora, membara dengan keinginan untuk bersama wanita itu menggebu-nggebu.


"Katakan padaku apa yang harus aku lakukan, asal kau mau bersamaku?"


Yeeessss!!! Ini yang Abby inginkan. Rei memohon padanya. Dengan begitu, Rei akan mengabulkan apa pun yang wanita itu minta. Abby mengulum senyumnya. Ini kesempatannya untuk membebaskan Alicia.


"Kau akan mengabulkan semua yang aku minta?" Rei mengangguk mantap. Demi Abby, dia akan melakukan segalanya.


"Ceraikan Alicia. Jangan mempersulitnya. Kau ingin menikah denganku kan? Aku mau menikah resmi, sah negara agama." Abby mengatakan semua yang dia inginkan.


Rei mengembangkan senyum, mendengar ucapan Abby. Wanita itu mau menikah dengannya.


"Tidak ada tawar menawar."


"Siapa takut? Bulan depan bersiaplah untuk menjadi nyonya Altarezza."


Abby menyeringai, Rei pikir apa dia akan semudah itu menyerahkan diri pada Rei. Abby sudah menyiapkan sebuah trik untuk melindungi dirinya.


*

__ADS_1


*


"Kau serius By?"


Arch dan Alicia bertanya dengan raut wajah tidak percaya. Abby memberitahu, kalau Rei akan mempercepat proses perceraian pria itu dan Alicia, tanpa syarat apapun.


"Apa yang di dapat Rei dari perceraian ini?" Arch yang seorang businessman jelas paham kalau Rei tidak akan semudah itu melepaskan Alicia, jika dia tidak mendapat pertukaran yang sepadan.


"Tidak ada. Hanya saja, aku bersedia menikah dengannya jika dia melepaskanmu." Wanita itu menjawab sembari menatap ke arah Alicia.


"Jangan gila By. Rei bukan pria yang mudah dijinakkan. Terlebih lagi ada ibunya...."


"Jangan khawatir. Karena itu aku minta bantuanmu...." Abby memandang Arch penuh permohonan.


Arch terdiam sesaat, hingga kemudian pria itu mengiyakan permintaan Abby, meski berat.


"Dan soal nyonya rubah itu, aku yakin bisa menghadapinya. Anaknya sudah berada di tanganku, takkan ibunya akan terus menekanku. Jangan khawatir, aku akan jadi ratu di rumah itu."


Dua minggu berlalu, surat putusan cerai Alicia kantongi dari pengadilan. Wanita itu resmi berstatus janda di usia 27 tahun. Begitupun dengan Rei. Dua mantan pasangan suami istri tersebut tampak keluar dari pengadilan, kemunculan mereka disambut puluhan sorot kamera yang terarah pada keduanya. Kompak tidak memberikan keterangan apapun, Rei dan Alicia melesat dari kantor pengadilan dengan dua mobil yang berbeda.


"Selamat Bu." Kekeh Fex dari arah samping.


"Jadi janda kok dikasih selamat. Itu berita buruk bagi perempuan, itu aib."


"Dilihat dulu apa sebab perceraiannya, bukan aib jika kesalahan tidak berasal dari pihak perempuan.Jadi heran deh, kenapa sih banyak yang memandang status janda sebelah mata, seolah perceraian itu terjadi karena kesalahan si istri semata." Fex mengomel, meluahkan kekesalannya pada Rei.


Alicia terkekeh mendengar pendapat Fex soal perceraian. Tidak menyangka jika Fex punya sudut pandang yang berbeda soal kata yang kerap jadi momok dalam sebuah rumah tangga. Tidak ingin memperpanjang masalah ini, Alicia memilih diam. Terlebih suasana hati Alicia sedang senang. Dia resmi terbebas dari Rei dan hari ini dia akan mengunjungi peoyek pembangunan sekolah yang di kerjakan oleh Arch.

__ADS_1


Di sisi lain, mobil Rei langsung meluncur ke butik Abby yang sudah 80% siap. Rei memang ingin grand opening butik Abby bersamaan dengan hari pernikahan mereka. Kedatangan mobil Rei berpapasan dengan mobil Arch yang keluar dari sana. Satu kode dari Arch membuat Rei mendengus kesal. Bagaimana bisa Abby masih menemui pria lain, di saat wanita itu sudah berjanji akan menikah dengannya.


Langkah Rei begitu terburu-buru. Pria itu tidak sabar ingin segera bertemu Abby. Kaki Rei berhenti di tempat, melihat Abby yang nampak sedang memberi intruksi pada stafnya. Mengenakan gaun selutut berwarna hitam, Abby terlihat begitu cantik di mata Rei.


"Halo...sayang...." Tubuh Abby berjengit saat Rei memeluk tubuhnya dari belakang tanpa sungkan.


"Jangan gila kau Rei." Abby berusaha mengelak dari pelukan Rei.


"Aku sudah resmi bercerai dan aku menagih janjimu." Kata Rei dengan bibir mulai menciumi pundak Abby.


Abby segera melepaskan diri dari Rei. Wanita itu lupa kalau hari ini putusan sidang Rei turun. Untung saja semua sudah siap. Kedatangan Arch baru saja untuk mengantarkan pesanan Abby, sebelum pergi ke pembangunan gedung sekolah milik Alicia.


"Ooo...kau sudah jadi duda." Abby sengaja berteriak agar semua orang tahu status Rei. Hingga tidak ada berita miring soal dirinya. Dan benar saja, para pekerja Abby langsung berhenti berbisik, setelah mereka tahu kalau Rei seorang duda.


Wanita itu melangkah masuk ke ruang kerjanya yang juga baru separuh jadi. Rei mengekor di belakang Abby, menutup pintu setelah dia masuk ke sana.


"Kau serius ingin menikah denganku?" tanya Abby memastikan.


"Aku sangat serius sayang." Kata Rei kembali memeluk Abby yang sedang mencari sesuatu di atas meja.


"Kalau begitu baca dan tanda tangani ini." Pinta Abby sambil menyerahkan satu berkas pada Rei. Pria itu mengerutkan dahi melihat dokumen itu. Abby duduk di depan Rei yang tengah menelaah lembaran kertas yang ada di hadapannya.


Mata Rei membulat setelah sadar apa yang sedang di baca. "Ini kontrak pernikahan. Kau ingin menikah kontrak denganku?" tanya Rei tidak percaya, sementara Abby tersenyum. Dia harus berjaga-jaga bukan.


****


Up lagi readers.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak. Terima kasih.


****


__ADS_2