In My Dream

In My Dream
In My Dream #05


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat, dan Kyuhyun belum juga datang menemuinya. Apa yang tengah Kyuhyun lakukan? Apa setelah mengetahui kebenarannya, Kyuhyun tidak akan bisa datang lagi? Ataukah yang dikatakan Kyuhyun memanglah benar? Jika dirinya hanya seorang gadis penghuni alam bawah sadarnya saja?


“Hyurin. Eomma mohon, kembalilah. Eomma merindukanmu.” Suara itu kembali datang, dan ia mendengar seseorang mengatakan ‘eomma’. Air matanya pun mulai menetes, dan di saat yang bersamaan, jantungnya kembali merasakan sakit.


Kini Hyurin terkulai lemas. Rasa takut itu kembali menjalar. Suara yang dia dengar terakhir kalinya membuatnya dirinya merasa terpanggil, dan entah kenapa suara itu terdengar hangat, namun membuat hatinya teriris.


“Sebenarnya dari mana asal suara itu?” Gerutunya kesal. Ingin rasanya ia tahu sesuatu hal. Karena menurutnya, hal yang Kyuhyun katakan itu tidak semuanya benar.


Jika dirinya memang penghuni alam bawah sadar Kyuhyun, ia sangat yakin jika dirinya pasti hanya sedang terjebak. Namun jika memang benar ia terjebak. Bagaimana cara dia kembali? Dan kemana dia harus kembali? Ia bahkan tak bisa mengingat apa pun. Hanya saja saat melihat bayangan pria itu, dirinya merasa pernah mengenalnya, dan suara yang datang tak terasa asing di telinganya.


Saat bosan datang, Hyurin selalu datang menuju taman yang dipenuhi dengan bunga dandelion. Ia menggenggamnya, dan sesekali meniupnya untuk mengurangi rasa bosannya.Senyumannya terukir ketika dandelion itu mulai berterbangan. Ia pun berbalik, dan senyuman itu hilang begitu saja saat melihat pria di hadapannya kini.


Kaki Hyurin tampak melangkah untuk menghampiri pria tersebut. Air matanya, menetes, dan pria itu membagi senyuman hangatnya hingga memberinya sebuah pelukan. Hyurin memeluknya sangat erat saat itu, sangat erat hingga pria ini kesulitan untuk melepasnya.


"Kufikir kau tidak akan datang lagi." Suaranya benar-benar terdengar sangat parau.


"Maafkan aku."


"Suara itu selalu datang disaat kau pergi. Aku sungguh takut Kyu."


"Aku disini. Tenanglah."


Hyurin mengendurkan pelukannya, dan Kyuhyun melepaskannya seraya tersenyum kepadanya. Tangannya menyambar pipi gadis dihadapannya, ia mengusap sisa air mata yang membasahinya. "Tersenyumlah. Kau akan terlihat lebih cantik jika tersenyum." Setelah mendengar itu, Hyurin tersenyum kecil, dan menarik lengan Kyuhyun.

__ADS_1


Mereka berlari bersama. Langkah kaki Kyuhyun mengikuti langkah kaki kecil milik Hyurin. Hyurin mengajaknya menuju pantai, ia tersenyum bahagia. Namun, ketika ia berbalik, Kyuhyun terlihat memudar sedikit demi sedikit. Sadar akan hal itu, Hyurin mencoba memeganginya, namun tidak berhasil. Hingga Kyuhyun pun benar-benar kembali menghilang dari hadapannya.


Senyuman itu kembali berubah menjadi air mata saat itu juga. Hyurin duduk di pasir itu, dan berbaring disana seraya menatap langit yang terlihat abu-abu menurutnya.Ia benci kesendirian itu, ia benci berada dalam situasi saat ini.


Oh tidak, ia kembali merasakan jantungnya bagaikan di setrum oleh sesuatu, sakit sekali. Awal datang ke tempat itu, ia sama sekali tidak merasakan sakit sedikit pun. Tapi ketika mendapat rasa sakit di jantungnya yang tiba-tiba, membuatnya bisa merasakan sakit. Dirinya terus mencerna apa yang terjadi akhir-akhir ini.


Namun,otaknya tak pernah sejalan dengan apa yang ingin ia lakukan.


Ketika rasa sakit itu mulai mereda, ia memutuskan untuk kembali ke rumah. Menghabiskan waktunya di dapur untuk membuat pizza, meski sudah bisa membuatnya, ia terus membuatnya. Berada ditempat tersebut tak pernah membuatnya merasa lapar. Meski memakannya pun, tidak akan menimbulkan rasa kenyang sedikit pun.


Karena kesal, ia melempar rolling pin yang ada di tangannya, dan berlari menuju kamar. Ia menutup wajahnya dengan bantal, dan membayangkan hal indah. Ia ingin hidup seperti halnya orang lain. Tinggal di kelilingi dengan keramaian keluarganya, teman-temannya, juga Kyuhyun. Namun, bisakah itu terjadi untuknya.


"Maafkan aku Hyurin. Aku berjanji hanya sebentar saja, aku akan kembali setelah 1


Suara itu terdengar jelas di telinganya. Hingga membuat Hyurin bergegas membuka jendelanya, dan menengoknya. Ia kembali melihat gambaran dirinya yang tengah duduk terdiam di sebuah taman dengan hujan yang deras. Dirinya terlihat menunggu seseorang yang telah berjanji tadi. Seseorang menyentuh bahunya, dan itu sungguh membuatnya sangat terkejut.


"Apa yang kau lihat?" Kyuhyun kembali datang, dan Hyurin menunjuk ke arah dimana dirinya melihat bayangan itu."Sedang apa kau disana? Hujan pula. Apa kau tengah bermain?" Ledeknya.


"Yaak. Cho Kyuhyun."


"Tunggu, disana kau terlihat sangat menyedihkan." Gumamnya lagi, dan kini Hyurin langsung menjitak kepala Kyuhyun saat itu juga."Bukan hanya disana, tapi Hyurin di sisiku juga terlihat sama menyedihkannya."


Mendengar penuturan Kyuhyun membuat Hyurin memutar tubuhnya, dan bergegas pergi meninggalkannya seraya mempoutkan bibirnya. Hyurin duduk di atas anak tangga sebelum pintu masuk, pipinya ia sandarkan di telapak tangannya, dan memandang ke depan. Bayangannya juga sudah menghilang.

__ADS_1


Kyuhyun menyusul, dan duduk di sampingnya. Tak hanya itu, ia menyandarkan kepalanya di bahu Hyurin. Tampak jelas sekali, Hyurin langsung menghindarinya, dan itu membuat Kyuhyun sangat merasa tertolak. Bahkan saat ini pun, Hyurin menciptakan jarak antar keduanya, dan Kyuhyun menghancurkan jarak itu dengan cara mendekati posisi duduk Hyurin.


Lagi-lagi Hyurin menjauhinya, dan Kyuhyun kembali menghapus jarak itu.Karena kesal, Hyurin pun meninggalkannya lagi. Ia berjalan menuju taman itu lagi, tentu saja Kyuhyun mengikutinya lagi, dan menahan lengannya saat itu. Ketika dirinya menoleh, Kyuhyun kembali memudar, dan menghilang.


Kini hal itu bukan menjadi hal yang mengejutkan lagi untuknya. Meski itu sangat menyakitkan untuknya, tapi ia sudah mulai terbiasa dengan semuanya. Ia menghela nafasnya, dan mencoba mengukir sedikit senyumannya.


"Bahkan sekarang ini dia tidak bisa bersamaku dalam waktu yg lama. Apa yang sebenarnya ia kerjakan disana? Bisakah aku masuk ke atas sana? Ke alam kehidupan Kyuhyun yang sebenarnya?" Mengatakan hal itu justru membuatnya sangat takut. Ada sesuatu yang janggal dalam hatinya saat ini.


●●●


"Hyurin dimana kau?"


"Aku disini." Hyurin menyeru, dan membuka jendelanya. Ternyata yang ia dengar adalah dari seorang pria dalam bayangan itu. "Astaga." Serunya terkejut, dan langsung menutup kedua matanya.


"Apa yang kau lihat kali ini? Kenapa terkejut sekali?"


".. K-Kyu.Ti-tidak.J-jangan melihatnya!" Hyurin memutar tubuh Kyuhyun saat itu juga, dan Kyuhyun mencoba memutar kepalanya.


"Yaaaak. APA ITU EO?" Kyuhyun melihatnya. Suaranya benar-benar meninggi saat itu juga, dan Hyurin hanya bisa menepuk dahinya. "Apa maksudnya itu? Jelaskan padaku sekarang juga! Atau jika tidak..." Kyuhyun langsung membungkam bibirnya, dan Hyurin menatapnya tajam.


 


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2