
Kredit Pinterest.com
Pertemuan di aula istana langit kali ini berbeda. Selain perjamuan rutin setiap seratus tahun sekali, hari ini adalah kali pertama Elyos dan Amethyst diundang sekaligus diperkenalkan kepada penghuni istana langit.
Ice secara resmi akan memperkenalkan Elyos dan istrinya yang akan menjadi pemimpin baru bagi dunia mimpi. Kuil mimpi dan istana mimpi akan digabung menjadi satu. Dengan kepemimpinan diberikan pada Elyos. Amethyst akan membantu Elyos tapi wanita itu enggan didapuk menjadi pemimpin.
Saat dua pengantin baru masuk ke aula istana langit. Taburan conveti dan kelopak mawar merah menyambut Elyos dan Amethyst. Diiringi ucapan selamat dari peserta perjamuan tersebut. Senyum bahagia merekah di bibir Amethyst, sementara Elyos, seperti biasa hanya tersenyum simpul.
Terlihat sekali jika Amethyst dan Elyos pasangan yang saling mencintai. Di belakang mereka tampak En dan Meilin, asisten Amethyst berjalan mengiringi tuan masing-masing. Dua orang itu terlihat beberapa kali mencuri pandang. Sepertinya akan ada penyatuan cinta lagi di istana mimpi.
Dalam acara tersebut juga diumumkan kalau Seth, si dewa pengendali mimpi diberi hukuman atas kejahatannya selama ini. Pria itu harus bereinkarnasi menjalani seratus kelahiran kembali. Di tiap kelahiran dia harus melakukan seribu kebajikan. Jika dia mampu melalui itu semua, dia bisa kembali ke dunia langit. Dan The Lord Yang Agung bisa mempertimbangkan kedudukannya juga kekuatannya. Meski kristal hitam kini berada dalam genggaman Mi'er, putri Yue, si Dewa Bulan.
Satu hal yang kini membuat hati Yue ketar-ketir. Bagaimana jika Seth bisa melewati hukumannya. Lantas memburu Mi'er, lalu menyakitinya. Pria itu sangat khawatir soal hal itu. Saking khawatirnya, Yue pernah naik ke istana keabadian, tempat di mana penguasa tiga dunia itu tinggal, untuk bertanya soal takdir sang putri.
Dan satu jawaban semakin membuat Yue cemas. "Takdir Mi'er mungkin tidak akan seperti bayanganmu. Namun aku menjanjikan satu hal padamu. Mereka akan bahagia pada akhirnya. Termasuk Moon Bin dan Moon Sua, juga untuk anak-anak kalian yang lain."
Jawaban The Lord semakin membuat Yue khawatir. Karena itu, sejak awal Yue sudah mempersiapkan Mi'er dengan latihan khusus soal meningkatkan kekuatan fisiknya. Dia tidak tahu kalau The Lord sudah menyiapkan jalan hidup yang cukup berliku untuk Mi'er.
"Cobaan paling sulit yang harus dihadapi oleh seluruh makhlukku, terutama oleh bangsa manusia adalah soal cinta. Aku berpikir ingin membuatmu sadar kalau cinta tidak memandang masa lalu."
Pesta berakhir meriah, dengan semua tamu pulang dengan wajah bahagia, termasuk Elyos dan Amethyst. Mereka berbincang cukup lama dengan Ice dan Yue. Dalam kesempatan itu mereka membicarakan soal Lazarus yang menjalani hidup sebagai Arch.
"Waktunya akan segera tiba untuk Lazarus bertemu dengannya. Tidakkah dia tahu, dulu ada seorang White Angel yang sangat mencintainya. Ribuan tahun berdoa akhirnya The Lord mengabulkan permintaannya." Ice mulai bicara.
Semua diam, mendengar penuturan Ice. Jarang sekali kaisar langit itu membuka kartu soal seseorang.
"Apa dia adalah pengganti Sia?" Yue bertanya. Dan Ice menggangguk.
__ADS_1
"Aku benar-benar berharap Lazarus akan menemukan mate sejatinya." Ujar Amethyst, berbaring dalam pelukan Elyos. Dada bidang pria itu kini menjadi tempat ternyaman bagi Amethyst.
Elyos mengangguk setuju dengan perkataan sang istri. Pria itu mengusap pelan punggung sang istri yang terbalut gaun tidur tipis. Keduanya sudah berada di kamar mereka di istana mimpi.
"Seperti aku. Semoga dia juga bahagia pada akhirnya," kata Amethyst sambil mengeratkan pelukannya pada Elyos.
"Benarkah kau bahagia sekarang?" tanya Elyos setengah menggoda.
"Tentu saja aku sangat bahagia. Suamiku sangat mencintaiku. Dia juga pandai membuatku jadi gila di ranjang." Bisik Amethyst. Bisa Elyos lihat jika sang istri sangat mencintainya.
Cup, sebuah ciuman Amethyst daratkan di bibir Elyos, sebuah ciuman yang seketika menjadi awal percintaan mereka.
*
*
Kredit Pinterest.com
Neo, asisten Arch hanya bisa geleng-geleng kepala, melihat tingkah Arch yang makin hari makin terasa konyol untuknya. Bagaimana bisa pria itu mengajak bertemu kliennya di sebuah arena pacuan kuda.
Beralasan bosan dengan tempat meeting yang itu-itu saja. Arch mengusulkan tempat pertemuan yang out of the box. Arch bahkan sudah menuntun seekor kuda yang baru saja dia keluarkan dari sebuah istal.
"Kamu jangan aneh-aneh deh Arch. Klien kita perempuan. Yang aku dengar dia lama bermukim di luar negeri ikut suaminya. Tapi karena mereka ayahnya sakit. Dia terpaksa ditarik pulang." Neo pikir tempat ini tidak cocok dengan klien mereka yang seorang perempuan.
"Ck, aku tidak perlu omong kosong seperti itu. Aku mau bekerja sama dengannya bukan mau menikahinya." Gerutu Arch, kenapa juga Neo jadi membahas kehidupan pribadi calon kliennya.
"Kali aja kamu minat untuk menikungnya." Canda Neo mengikuti langkah Arch menuntun kudanya ke area pacuan kuda.
__ADS_1
"Kau suruh aku jadi pebinor?"
"Siapa tahu kamu mau. Yang aku tahu, pernikahan mereka hanyalah pernikahan bisnis, dan gosipnya lagi dia belum pernah disentuh oleh suaminya. Alias dia masih pewe."
Arch berdecak lucu. Dia pikir mana ada pria yang tahan untuk tidak menyentuh wanita terutama yang sudah menjadi istrinya.
"Kenapa bisa begitu? Apa karena dia jelek, makanya suaminya tidak nafsuuu pada wanita itu?" Arch mulai kepo.
"Tidak tahu. Wajahnya belum pernah di-ekspose ke publik." Info Neo.
"Lah gitu kok kamu bisa ngomong aneh begitu. Sudahlah, satu putaran, dan aku akan menunggunya di lounge." Arch menyentak tali kekang kudanya. Hingga kuda itu mulai berlari pelan,memasuki arena pacuan kuda yang berisi beberapa orang yang tengah memacu kuda masing-masing.
Tak berapa lama, satu panggilan masuk ke ponsel Neo. Satu hal yang membuat pria itu langsung celingak-celinguk ke kiri dan kanannya. Waduh bagaimana ini, Arch kadung masuk arena pacuan kuda. Paling tidak baru selesai setengah jam lagi.
"Jangan khawatir, bosku juga lagi berkuda."
Lah? Kenapa jadi begini sih? Ini mau meeting apa mau balapan kuda? Neo menggerutu kesal setelah menutup panggilan dari Fex, asisten calon kliennya.
Satu jeritan membuat pria itu menoleh. Saat itu dilihatnya Arch yang terlihat mengejar seekor kuda yang sepertinya sedang mengamuk dengan penunggangnya berteriak ketakutan.
"Alamak! Malah dia bikin sport jantung pula." Gumam Neo melihat aksi kejar-kejaran antara kuda Arch dan seekor kuda lainnya.
"Pegang tanganku!" Arch mengulurkan tangannya pada penunggang kuda tersebut. Ketakutan jelas terlihat di balik bola mata yang seketika membuat Arch terkejut.
"Mata itu. Tidak mungkin itu dia kan?" Batin Arch penasaran dengan rupa penunggang kuda yang wajahnya tertutup masker tersebut.
*****
Up lagi readers.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak. Terima kasih.
***