INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Arra = Telat


__ADS_3

 


Kaki terus bergerak dengan cepat, saling mengejar seakan tak mau kalah , mata terus melihat kedepan untuk menghindari orang-orang yang menghalagi pergerakan langkahnya dan sesekali melihat jam yang terasa begitu cepat bergerak , satu orang dua orang tersenggol badannya yang terus menerobos


"Maaf...maaf...maaf ... " ucapnya terus berlari, kaki sang pemilik berhenti saat ia menabrak seorang lelaki yang sekarang telah terjatuh di hadapannya


"Maaf ...maaf ..." sambil menyusun buku orang yang di tabrak, kemudian ia meninggalkan orang tersebut, selang beberapa langkah ia berbalik, "Maaf nanti saya akan menemui anda lagi, mmmm jika kita bertemu’’ melanjutkan langkah kakinya


Orang yang di tabrak hanya menatap kepergian orang yang telah menabraknya “Dasar cewek" ucapnya ketus kemudian mengambil tumpukan buku yang tersusun rapi di lantai


Di depan ruangan yang bertuliskan 'the art class' cewek tersebut berbelok


 


"Arra kamu terlambat lagi” ucap sang dosen saat gadis itu membuka pintu


"Maaf pak, besok saya tidak akan terlambat lagi" menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Kata-kata itu yang selalu saya dengar saat kamu terlambat"


"He...he...he" hanya itu yang keluar dari mulutnya, dia tidak akan membantah karena ucapan sang dosen benar, ia mulai berjalan menuju kursi kosong yang sudah di siapka Kiki sahabatnya

__ADS_1


"Kamu terlambat lagi" tegur Kiki saat Arra sudah di dekatnya


"Ya, mau bagaimana lagi, aku sudah berusaha untuk lebih cepat" menaikkan alis tebalnya


"Ada korban ?” tanya Kiki yang terus menatap kedepan agar sang dosen tidak menyadari bahwa mereka sedang bicara


"Hari ini hanya satu"


"Bagus kalau gitu"


"Tapi aku pikir dia tidak akan datang ke sini, karena tadi dia tidak nyerocos seperti orang-orang yang kutabrak sebelumnya"


Kiki hanya mengangguk mendengar ucapan Arra, seolah ia mengerti apa yang di ucapkan dosen yang menatap ke arahnya


Setelah beberapa lama mereka mengerjakan lukisan tersebut Kiki bertanya pada Arra


"Ra kamu tidak pulang, ini sudah jam 05:00"


"Mama pergi keluar kota, besok baru pulang, kalau Arul kamu tau sendiri jika Mama tidak di rumah, itu kesempatannya untuk pergi hura-hura dengan teman-temannya, eh Ki kamu nginap di rumahku ya, sendirian nih di rumah"


Kiki mengangguk senang , melanjutkan lukisannya

__ADS_1


"Aaahhhhh akhirnya selesai juga" Arra meregangkan tubuhnya


"Wahhhhh Ra bagus bangat, kamu memang hebat"


"Siapa dulu !” ucap Arra membanggakan dirinya “Ki kamu masih mau menyelesaikan lukisanmu atau kita pulang sekarang ?"tanya Arra kemudian


"Aku selesaikan ini dulu sedikit lagi, kamu tunggu di luar saja"


"Baik lah‘’ merapikan alat lukisnya kemudian meninggalkan Kiki


Arra berjalan menuju balkon gedung universitas ia menatap kebawah memperhatika orang-orang yang berjalan beriringan, saat ia melihat ke arah Fakultas Ekonomi Arra melihat sosok yang di tabraknya tadi pagi, "walau dia tidak nyerocos seperti orang-orang yang aku tabrak sebelumnya, setidaknya aku harus meminta maaf padanya ” batin Arra, kemudian turun untuk menemui laki-laki yang di tabraknya tadi pagi


"Ehemmm...ehemmm, hai masik ingat aku" ucap Arra santai


Laki-laki tersebut tidak memperdulikan Arra, dia terus asik dengan buku yang di tangannya


"Hei kamu dengar tidak" ucap Arra kesal kemudian ia duduk di samping laki-laki itu


Laki-laki tersebut tersenyum mengejek melihat kelakuan Arra, kemudian mulutnya mulai terbuka “Ada apa, dasar cewek, huhhhh ternyata tadi pagi kamu sengaja menabrakku hanya untuk ini, sudah pergi sana, aku tidak tertarik" ucapnya ketus kemudian mulai asik dengan bukunya lagi


"Ha...ha...ha...cowok apaan ini , kata-katamu itu, ha....ha..." tartawa hambar mendengar ucapan laki-laki yang ada di sampingnya

__ADS_1


Laki-laki itu hanya melihatnya sekilas kemudian beranjak pergi meninggalkan Arra


"Aish..., memalukan" ucap Arra melihat kepergian laki-laki yang di tabraknya tadi pagi


__ADS_2