
Sedangkan Arra yang berada di dalam rumah sedang membereskan pakainnya, baju yang ada di dalam koper ia masukkan kedalam lemari, setelah beres ia membaringkan tubuhnya di tempat tidur untuk istirahat, karena selama perjalanan dia tidak bisa tidur nyenyak
Sore harinya Arra bersiap-siap mengunjungi rumah sebelah, tidak lupa iya membawa oleh-oleh yang sudah ia persiapkan
Pagar tebuka, saat ia memasuki halaman rumah Arra melihat seorang gadis berlari kearahnya “sarah” ucapnya lirih
“ka Fiaaa......” langsung memeluknya erat “aku merindukanmu”
“wahhh, Sarah, kau sudah besar ya sekarang” membalas pelukan Sarah
“tentu saja, inikan sudah 3 tahun” ucap Sarah “kakak kemana saja, kenapa tiba-tiba menghilang, bahkan rumah kakak juga kosong, aku fikir keluarga kakak pindah tanpa memberi tahu ku”
Arra hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Sarah “ibu ada”kaka bawa oleh-oleh nih
“Ada di dalam”
“kakak kesayangan Sarah, tante sampai pangling melihat perubahanmu, makin cantik aja”
“Tante bisa saja, ini tan, saya bawa oleh-oleh maaf Cuma sedikit”
“Ah... terimakasih” menerima bingkisan dari Arra
Mereka berbincang sebentar, kemudian ibu sarah meninggalkan mereka berdua
Arra mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya “ini untukmu, spesial karya pertamaku dengan model mini seperti ini”
Sarah bingum melihat tumpukan kartu yang ada di tangan Arra “ini apa”
“lukisan yang ku buat dalam bentuk kartu”
Sarah segera merai kartu itu dari tangan Arra, kemudian memeriksa sebuah kartu “wahhhh lucu sekali dan kesan indah masih terlihat disini , ini sunggguh luar biasa”
Kamu suka
Mmmm “Jawab Sarah tetap fokus memperhatikan setiap kartu” aku juga punya sesuatu yang ingin ku tunjukkan pada kakak
"Apa itu"
Sarah tak menjawab iya hanya meraih tangan Arra dan membawa Arra ke sebuah kamar “kakak duduk sebentar di sini” membiarkan Arra duduk di atas kasur, kemudian Sarah mencari sesuatu di antara tumpukan kanvas”ah, ini dia” gumama Sarah
Arra tersenyum melihat lukisan yang diperlihatkan Sarah, awalnya Arra menganggap itu hanya lukisan yang unik namun setelah di perhatikan lebih seksama Arra menyadari itu adalah lukisan yang pernah dia berikan pada Sarah “apa yang kamu lakukan pada lukisan ini” tanya Arra takjub dengan perubahan drastis lukisan itu
Aku fikir kakak tidak akan menyadari kalau ini lukisan yang kakak berikan dulu, lukisan yang menggambarkan sebuah kecelakaan, saat pertama aku menerima lukisan ini aku sudah bertekan akan mengubah lukisan ini dapat membuat kakak tersenyum, tidak seperti dulu yang terlihat murung
Arra tersenyum kemudian kembali melihat lukisan yang ada di tangannya, lukisan itu benar-benar sangat berbeda dengan lukisan kecelakaan yang dia berikan pada sarah, lukisan itu kini sudah berubah lukisan musim gugur, darak merah yang meghiasi lukisan kinitelah berubah menjadi bunga yang gugur di tanah, tubuh yang tergeletak telah berumah menjadi bayangan orang yang tesenyum bahagia menikmati angin, mobil yang hancur telah berumah menjadi mobil mewah yang terparkir anggun. Tak terlihat tanda-tanda bahwa lukisan itu memiliki dasar sebuah tragedi kecelakaan yang mengerikan
Arra mengusap kepala sarah lembut “terimakasih” ucap Arra dengan senyuman yang semakin lebar
“Terimakasih juga ka” Balas sarah melambaikan kartulukisan yang masih ia pandangi sejak tadi
“Jadi sekarang kamu kuliah di UNH”
“Iya, dengan jurusan yang sama dengan kakak”
“Berarti kau bertemu dengan pak Darwin”
__ADS_1
“Tentu saja, pak Darwin adalah dosen Favoritku, karena dia juga menyukai kakak, dia sering menyebut kaka di setiap perkuliahan kami”
“Benarkah, padahal dia sangat sering memarahiku”
“Tidak mungkin, dia selalu memuji lukisan kakak, sealu membanggakan kakak di depan kami dan dia sealu mengatakan kalian harus seperti Arra, melukis dengan hati jangan hanya dengan fikiran dangkal kalian”
Arra tersenyum mendengar penuturan Sarah, dia tidak menyakan dosen yang sesalu mengomelinya ternyata sangan bangga memiliki murit seperti dirinya
Percakapan Arra dan Sarah saat sebuah ketukan terdengar dari balik pintu, “Yuk makan, mama sudah siapkan makan, Fai juga ikut makan dengan kamu ya” ajak ibu Sarah yang muncul dari balik pintu
“Yuk ka” menarik tangan Arra
Dimeja makan sudah terhidng makana yang mengepulkan asap, terlihat sangat enak, dan aromanya sangat menggoda, Arra ikut duduk di salah satu kursi
“Kenapa rumahmu kosong beberapa tahun ini” tanya ibu Sarah memulai percakapan sambil menungkan nasi kepiring yang ada di depannya
“Karena pekerjaan di japang sedang berkembang Mama memutuskan untuk tinggal di sana, sedangkan aku sedang pergi ke luar negeri, jadi adikku tinggal bersamam kakak di apartemen”
“O.....pantas saja saat aku kesana tidak ada yang membuka pintu” sambung sarah
“Jadi malam ini kamu tidur di mana, kalau rumah itu sudah di tinggalkan beberapa tahun pasti sekarang sangat kotor”
“Tante benar, tadi akau sangat terkejut melihat kondisi rumah itu, sementara waktu akau akan tinggal di apartemen ka Zi, kemudian besok aku akn meminta beberapa orang untuk membersihkan rumah” ucap Arra menjelaskan
“tapi sebentar lagi hari akan gelap, halte dari kompelek in sangat jauh”
“Aku akan menghubungiadikku untuk menjemput”
“O...baguslah, maaf tante ngga bisa nganter kamu, Reza juga takhir-akhir ini sering lembur kita tidak bisa mengharapkannya”
“Lembur”
Percakapan kami terhenti saat menyadari seseorang sedang berdiri tak jauh dari meja makan
“Reza! Kamu sudah pulang” sapa ibu sarah terkejut melihat putranya
Reza hanya diam kemudian ikut duduk di seberang meja yang kutempati
“Hari ini ngga lembur ka”
“Ngga”
“Kalu gitu bisa nganterin ka Fia dong”
Aku terkejut deng perkataan Sarah “tidak usah, Reza pasti lelah bekerja seharian, aku akan menghubungi Arul untuk mejemputku” sambungku segera
“Biar kuantar” jawab reja yang mebuatku terkejut
Setelah makan Reza segera ke kamarnya untuk mebersihkan diri terlebih dahulu kemudian, kami meninggalkan rumah untuk mengantarku ke apartemen ka Zi, sekarng kami sedang berjalan menuju mobil Reza. Aku dapat melihat punggung lelahnya yang berjalan di depanku.
“Kau sebaiknya istirahat, kau tampak sangat kelelahan, aku kan menghubungi Arul untuk menjemputku”
“Tidak ingin ku antar” balas Reza memutar badannya menatapku
“Bukan seperti itu, aku hanya...”
__ADS_1
“Masuk lah” ucap Reza membuka pintu mobil sekaligus menghentikan kalimat Arra
Berlahan aku masuk kedalam mobil di ikuti dengan Reza, kemudian melajukan mobil dengan kecepatan sedang, Reza fokus menyetir menatap kedepan tak mumbuka suara
“Apa kabar’ ucapku memecah kesunyian yang sudah berlangsung sekita lima menit
“Tidak begitu baik"
Jawabannya membuatku tidak bia melanjutkan percakapan, bingung mencari topik
“Kamu kemana saja tiga tahun ini, kau tba-tiba menghilang bak di telan bumi”
“Aku hanya mengikuti kemana kaki ini melangkah, mencari tempat yang lebih tenang, tempat yang tidak seorangpun mengenaliku”
“kau menghIndariku? Apakah kata-kataku terakhir kali sangat menyakitimu”
“tidak, itu semua tidak benar, aku tidak bermaksut menghindarimu hanya saja terlalu sulit menghadapai pandangan orang setelah perubahanku”
“termasuk aku”
Arra terdiam, mambayangan tatapan Reza dulu setiap bertemu denggannya “Itu sudah berlalu”
“Maaf”
“Tidak ada yang perlu di maafkan”
Mereka kemblai terdiam, sibuk dengan pikiran masing masing, di persingpangan lampu merah, saat menunggu Reza menatap Arra memperhatikannya
“Kau sangat banyak berubah. Tadi aku hampir tidak megenalmu” Reza kembali buka suara
Arra mengusap rambut pendeknya “Apakah tidak cocok dengan ku”
“kau tetap terlihat cantik”
Arra terkejut dengan penuturan Reza yang memujinya, ada gejolak bahagia yang tumbuh dalam hatinya medengar penuturan Reza, sebuah harapan seakan muncul kembali harapan mereka akan bersama kembali, tapi Arra langsung menepisnya. Sejak dia menulis surat untuk Reza, Arra sudah bertekat tidak akan mengganggu Reza lagi. Arra kembali menjelaskan pada hatinya bahwa hubungunnya dan Reza sekarang adalah teman atau kalau Reza keberatan kami hanya sekedar Tetangga.
“Apa kau akan pergi lagi” tanya Reza kembali melihat tidak ada tanggapan dari Arra
Arra menggeleng “aku sudah tidak memiliki alasan untuk pergi lagi”
“Jika suatu saat kau memiliki alasan, kau akan pegi”
Arra kebali menggelng “tidak enak hidup sendiri, aku mau di sini saja”
Reza merasa lega mendengar perkataan Arra
Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di apartemen Zi, awalnya Reza ingin mengantar Arra sampai kedalam tapi Arra menolak dan meminta Reza segera pulang, segera beristirahat karena dia yakin Reza seharian sangat kelelahan
“Kita masih bisa bertemu lagi kan” tanya Reza sebelum Arra menutup pintu mobil
“Tentu saja”
“Selamat malam”
“Kau juga, cepat segera pulang dan langsung istirahat” balas Arra dan kini sudah berjalan menuju pintu apartemen
__ADS_1
Reza masih terdiam disana, tak bergeming sedikitpun. Melehat kepergian Arra ia sangat tak rela, takut gadis itu menghilang lagi, takut jika semua ini hanya mimpi. Pandangannya tak lepas dari pintu gedung apartemen terakhir kali dia melihat ArrA. Reza membuka pintu mobil, berniat menyusul Arra, tapi beberapa langkah kemudian dia mengurungkan niatnya “dia mengatakan tidak akan pergi lagi, aku harus percaya itu” batin Reza kemudian kembali menaiki mobil dan meninggalkan apartemen
***