INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Rumah Reza VS Rumah Arra


__ADS_3

"Kamu dari mana saja kemarin, aku mencarimu, dihubungi juga tidak bisa, padahal kita mau pergi ke rumah Reza yang baru" ucap Riki saat Faki memasuki ruangan


"Maaf kemarin ada masalah sedikit"


"Jangan berdebat, hanya masalah kecil saja di perdebatkan, nantikan kita akan pergi ke rumahku, memang ada masalah apa" tanya Reza kemudian


"Bukan masalah serius, hanya masalah biasa, oh ya, bagai mana dengan Adikmu, apa setelah kalian pindah dia juga pindah sekolah"


"Ya ,awalnya Sarah tidak ingin pindah, tapi setelah dia bertemu dengan tetangga favoritnya, dia berubah pikiran, karena tetangga itu dulu pernah sekolah di tempat yang akan dia masuki, jadi sekarang tidak ada masalah"


"Seumuran dengan Sarah" tanya Riki


"Tidak tau, tapi kemungkinan besar dia seumuran dengan kita, karena Sarah mendapatkan lukisan darinya dan menurutku dia juga kuliah di kampus ini"


"Bagaimana kamu bisa yakin" tanya Riki


"Karena di lukisan itu ada tanda yang mirip seperti dengan tanda buatan Jasmin"


"Apa kamu pernah bertemu dengannya" tanya Faki


"Tidak, kami kan baru pindah kemarin"


Sepulang kuliah Reza, Faki, dan Riki pergi ke rumah Reza, sedangkan Arra di antar oleh Kiki, tapi di tengah jalan ban motor kiki bocor, sehingga Arra harus pulang jalan kaki sadangkan Kiki pergi ke bengkel motor


"Sudah sana, aku tidak apapa, kamu ke bengkel saja"


"Maaf Ra, kalau tau seperti ini lebih baik tadi di antar Faki"

__ADS_1


"Sudah terjadi, tidak perlu di permasalahkan" ucap Arra kemudian ia mulai berjalan menuju rumah


Sedangkan mobil Faki yang di tumpangi Reza dan Raki juga bocor


"Kan tadi sudah kukatakan naik mobilku saja. sekarang lihat akibatnya" perotes Riki


"Kenapa kau tidak naik mobil sendiri’’ bentak Faki kesal


"Sudah-sudah kalian ini seperti anak kecil saja, lebih baik kita jalan, dari sini sudah dekat"


Kemudian mereka berjalan menuju rumah Reza, dalam perjalanan Faki seperti menyadari sesuatu


"Bukankah ini komplek rumah Arra, apa mereka juga sudah tau tentang Arra yang sebenarnya" benak Faki


Tak berapa lama, saat mereka akan sampai, ketika Riki menoleh kebelakang ia melihat Arra sedang berjalan mengikuti mereka


"Hei, bukankah itu cewek aneh itu" ucap Riki memberi tahu teman-temannya


Reza yang melihat Arra berkata ‘’Kau mengikutiku, dengan keadaan kaki terluka seperti itu, kau benar-benar cewek anah, tidak punya harga diri sedikitpun, memalukan"


Arra tidak berkata apa-apa ia hanya terus menatap Faki


Faki yang mendengar perkataan Reza angkat suara ‘’Jangan menganggap orang yang belum kamu kenal seperti itu"


"Ada apa denganmu, apa kau jauh lebih mengenalnya" ucap Riki


"Sudah pergi sana jangan pernah ikuti aku lagi" bentak Reza

__ADS_1


Arra mesih tetap di tempatnya semula, sedangkan Reza dan teman-temannya berjalan menuju rumah baru Reza,


di saat Reza dan teman-temannya melewati rumahnya, Arra menyadari sesuau dan segera memasuki rumah


Di saat Reza hendak membuka pagar rumah, sejenak melihat kebelakan untuk memastikan apakah Arra sudah pergi atau belum, sedangkan Faki terus memperhatikan rumah Arra, di saat mereka sudah masuk ke rumah Reza, Faki lansung mengirim pesan pada Arra


‘’Aku bersumpah, Tidak memberi tahu siapapun, tapi rumahmu bersebelahan dengan rumah Reza"


Tak berapa lama balasan datang ‘’Ya aku tahu, aku percaya padamu, maaf tadi aku sempat curiga"


Dari kamarnya Arra menatap rumah Reza yang ada di sebelahnya, dan tak berapa lama kemudian ia melihat Reza dan teman-temannya keluar rumah hendak pulang, bertepatan dengan kedatangn Arul, Arra segera turun untuk membuka pintu


"Kamu sudah pulang" ucapnya pada Arul


"Aku bisa sendiri tidak perlu di bantu" ucap Arul ketus saat Arra mencoba membawa tasnya


Arra tersenyum pada Adiknya itu, kemudian ia beranjak naik ke kamarnya dengan tertatih-tatih, tiba-tiba kaki Arra tidak sengaja mengenai pegangan tangga yang membuat kakinya terasa ngilu


Sepontan Arul menghampiri Arra ‘’Apa yang sakit" tanya arul "Kau benar-benar ceroboh" memapah Arra kekamarnya


Arra tersenyum, "Tidak usah khawatir ini hanya luka biasa"


"Tidak usah banyak bicara" ucap Arul yang terus memapah Arra, sesampai di kamar Arra


"Kalau perlu bantuan panggil saja aku, jangan bertindak yang akan membuat kakimu tambah parah"


"Ya"

__ADS_1


"Beristirahatlah"


"Ya "kemudian Arra menutup pintu kamarnya


__ADS_2