
"Sepertinya kamu punya kakak" tanya Arra memulai percakapan
"Iya, namanya ka Reza, seumuran dengan kakak, dia kuliah di UNH"
"Kakakmu sudah punya pacar"
"Sudah, tapi sekarang sudah putus"
"Putus, kenapa bisa putus ?" tanya Arra penasaran
"Kata ka Reza karena dia sering telat kalau ada janji, jadi ka Jasmin memutuskan hubungan mereka, tapi yang aku dengar dari ka Riki, sekarang ka Jasmin ada di rumah sakit"
"Jasmin, apa dia juga kuliah di UNH"
"Iya, kakak Jasmin Jurusan Seni"
"Dia sakit apa"
"Tidak tau, tapi yang aku dengar dia sudah empat bulan di rumah sakit"
"Apakah mereka masih berhubungan"
"Tidak, meski tidak berhubungan kak Reza sering ke rumah sakit, ahhh tapi kenapa kak Fia nanya tentang kakakku, apa kakak kenal dengan ka Reza"
"Ti..ti..Tidak kakak hanya penasaran saja" ucap Arra gugup
"Apakak kakak menyukai kakakku"
"A..." Arra terkejut dengan perkataan Sarah’
"Kak Fia cocok dengan ka Reza"
"Kamu bisa saja, ayo lanjutin lukisannya"
Setelah beberapa lama di rumah Arra, Sarah pamit pulang, di ruang tengah Sarah bertemu dengan Arul
"Hei kau" Arul memanggil Sarah
__ADS_1
Sarah langsung berhenti menghadap Arul
"Kau siapa"
"Aku tetangga sebelah, salam kenal namaku Sarah"
"Mmm "kemudian melanjutkan aktifitasnya kembali
"Hanya itu, sombong sekali, berbeda dengan kak Fia" gumam Sarah kemudian meninggalkan rumah Arra
"Dari mana saja kau" tanya Reza pada Adiknya
"Aku dari rumah ka Fia, oh ya, tadi aku bertemu denga Ibu dan Adik ka Fia, mereka benar-benar sombong beda sekali dengan ka Fia"
"Apa saja yang kau lakukan di sana"
"Aku belajar melukis, menyenangkan sekali, tapi kalau mengingat Ibu dan Adiknya aku sangat kesal"
"Sarah cepat mandi sudah mau malam" teriak Mama dari dapur
Keesokan harinya di saat Arra hendak pergi kuliah, Arul melarangnya
"Kau mau ke mana"
"Kuliah" menunjukkan tas dan buku yang ia pegang
"Kakimu masih sakit, lebih baik di rumah saja"
"Kenapa belum pergi" bentak sang Mama ketika keluar dari kamar
"Kaki Ka Arra masih sakit, jadi dia tidak kuliah hari ini"
"Hanya luka kecil, jangan di manjakan"
Arul kesal mendengarnya, apa lagi mengingat foto dan dairy yang pernah ia lihat ‘’Jangan menyiksa ka Arra lagi, sudah cukup semua yang telah Mama lakukan padanya selama ini, apa Mama belum puas"
"Arul "ucap Arra menghentikan adiknya itu ‘
__ADS_1
"Pergi sana istirahat" bentak Arul kesal, kemudian meninggalkan Kakak dan Mama
"Selama dirumah, bersihkan semuanya, jangan hanya santai-santai saja dan jangan pergi ke mana-mana"
"Ia Ma"
Saat Arra membersihkan rumah, ponsel yang di sakunya bergetar ada sebuah pesan, Arra segera membukanya, dari Faki “Apa kakimu masih sakit, kau tidak kuliahkan hari ini, beristirahatlah”
Arra membalas pesan dari Faki “Terimakasih”
"Apa aku boleh menjengukmu, aku janji hanya datang sendiri, please”
"Ok"
Selesai kuliah Faki langsung menuju rumah Arra, saat ia hendak mengendarai mobilnya Riki memanggilnya
"Kau mau ke mana"
"Aku ada urusan sebentar, aku duluan ya" ‘meningalkan teman-temannya
"Aku juga pergi dulu" ucap Reza setelah kepergian Faki
"Kau mau ke rumah sakit lagi"
Reza hanya tersenyum kemudian meninggalkan Riki
Faki sampai di rumah Arra, saat melihat Faki di depan rumahnya Arra segera membuka pagar
"Kau sudah datang"
"Iya, sendirian di rumah" tanya Faki, memperhatikan rumah Arra yang terlihat sunyi
"Mmm, Adikku sedang sekolah, Mama bekerja"
"Ayahmu kerja juga?, kau punya berapa Adik, apa kau punya Kakak?" tanya Faki sambil memasuki rumah Arra
Arra yang mendengar perkataan Faki langsung menghentikan langkahnya
__ADS_1