
"Kalau seperti itu kenapa kau tidak kembali saja padanya, dia telah menunggumu, berharap kau membuka pintu hatimu untuknya kembali, harapan itu selalu tumbuh dalam hatinya"
"Tidak, dia tidak menungguku, dia hanya kasihan padaku, ya !, aku memang menyedihkan wanita yang pantas dikasihani" Jasmin mulai maneteskan air mata
"Bagaimana kamu bisa tahu, apa kamu sudah pernah membicarakannya dengan dia"
"Perasaan seseorang terlihat jelas dalam matanya, mata tidak bisa merbohong mengenai ketulusan seseorang, aku yakin ketulsan terpancar jelas di matanya, tapi kamu terus membantahnya , ia kan?"
"Tidak, aku tidak melihatnya dan tidak mau melihatnya, yang kulihat haya raut wajah menyedihkan yang ditujukan untukku,
ah, sudahlah kenapa kita membicarakan dia"
"Mmm"
"Bagaimana denganmu, apa kamu pernah merasakan cinta" Jasmin balik bertanya
"Tentu saja, aku kan manusia normal"
"Apakah berjalan dengan lancar"
"Apa yang mau di lancarkan ?, perasaan itu hanya aku yang memiliki, dia sudah memiliki wanita lain"
"Kalau seperti itu, kenapa kamu bisa menyukainya"
"Aku suka pada kepribadainnya yang diam walau dia sering menghina dan meremehkanku, aku tetap suka. dan aku baru mengetahui bahwa dia mempunya wanita lain. Dan sebenarnya mereka sudah putus"
"Itu kesempatanmu"
"Tidak, ini bukan kesempatan. Sainganku tidak terlihat dan tak nyata, aku hanya bersaing dengan bayang seorang perempuan yang sudah tertanam sangat dalam di hatinya"
"Jadi apa rencanamu selanjutnya"
__ADS_1
"Aku hanya bisa menunggu sampai hatinya terbuka"
"Apa dia sudah tau"
"Iya, tapi hanya hinaan yang aku dapatkan"
"Walau kau sudah tau semuanya, apa kamu masih menyukainya"
"Iya, masih sangat menyukainya"
Jasmin tersenyum mendengar perkataan Arra "Aku berhara, Reza bisa bertemu dengan wanita sepertimu"
"Apa ? " Arra terkejut mendengar perkataan Jasmin
"Ya, aku akan lebih senang jika kamu dan Reza bersama, apa kamu tau Reza, dia dulu sangat sering datang ke galeri menjemputku, dia anak Ekonomi"
"Ya, aku tau, aku sering melihatnya berdiri di balkon saat aku di taman"
"Ada apa, apa kamu baik-baik saja"
"Ya aku baik-baik saja” hening sesaat "R,a kapan kamu keluar rumah sakit"
"Besok"
"Cepat sekali, kakimukan belum sembuh"
"Tidak ini hanya luka ringan besok juga sembuh"
"Apa kamu bisa datang Rabu besok"
"Mmm, kurang tau juga memeng ada apa kalau penting akan aku usahakan"
__ADS_1
"Rabu besok aku mau ke Jerman untuk berobat, karena peralatan medis di sini kurang memadai untuk penyakitku ini"
"Baiklah aku akan datang"
***
Keesokan harinya Arra pulang dijemput Kiki, saat di depan pintu, Jasmin telah berdiri di depan ruangan Arra
"Jasmin ada apa, bukankah kamu tidak di perbolehkan untuk keluar"
"Aku nitip ini, talong berikan padanya" memberikan secarik kertas
"Baiklah" sampai ketemu
Jasmin meninggalkan Arra dan Kiki, setelah kepergian Jasmin, Kiki baru menyadari bahwa yang baru mereka temui adalah Jasmin
"Bukankah itu Jasmin, kenapa dia ada disini"
"Dia sakit, ayo kita kekampus entar kita telat"
Sesampai di kampus teman-teman Arra mulai menanyakan keadaan Arra
"Aku baik-baik saja ko, bagai mana di Bali pasti menyenangkan, ah, aku pasti sudah melewatkan banyak hal"
Mereka bercengkrama hingga dosen masuk, beberapa menit kemudian mata kuliah selesai
"Ra kita kekantin yu, kamu pasti belum sarapan kan"
"Ya, tapi kamu duluan saja, aku ada urusan sebentar pesanin mie ayam ya"
"Ok, aku tunggu di kantin"
__ADS_1