INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Sarah = Arra


__ADS_3

Reza sampai di rumah sakit, seperti biasa, dia menuju ruangan Jasmin, disana ia melihat Jasmin yang sedang terbaring di tempat tidur, setelah lama melihat Jasmin, Reza kemudian memasukkan sebuah memo ke dalam ruangan, kemudian berjalan menuju lobby tempat ia dan Jasmin terakhir kali bicara. setelah beberapa lama di sana akhirnya Reza meninggalkan rumah sakit


Di rumah Arra, Kiki dan Faki sedang asik nonton TV, kemudian Kiki meminta tolong pada Faki "Faki tolong ambil minum di dapur aku haus sekali" ucap Kiki


"Kiki, ambil sendiri sana" balas Arra


"Lagi seru nih ceritanya, sayang kalau di lewatkan sedikit" ucap Kiki


"Tidak apa-apa, minumnya di mana"


"Di lemari es, jus appel ya"


"Aku tidak bisa buat jus appel"


"Tidak usah di buat, di lemari es sudah ada" ‘balas kiki masih tetap fokus pada layar kaca


Faki menuruti apa yang di katakan Kiki, sesampai di dapur ia terkejut melihat makanan yang begitu banyak di dapur, ia lebih terkejut melihat jus buah yang sudah siap saji berjejer rapi di lemari es ‘’Apa di sini akan ada peste" batin Faki


"Kenapa lama sekali" teriak Kiki tak sabar


"Iya, aku datang" ucapnya menyerahkan jus appel yang diinginkan Kiki ‘’Di sini akan diadakan pesta ya "tanya Faki kemudian


"Di mana" tanya Arra balik


"Di rumah ini"


"Tidak"


"Tapi kenapa banyak sekali makan di dapur"


"Memang tidak boleh"


"yaaaa, ya boleh, tapi apa tidak mubajir kalau tidak habis"


"Kan ada kalian yang akan menghabiskannya"


Faki tidak tau akan berkata apa lagi, ia hanya menatap Arra dan Kiki bergantian dengan wajah bingung

__ADS_1


Setelah beberapa lama di rumah Arra, Kiki dan Faki pamit pulang


"Kami pulang dulu ya Ra, nanti Mamamu tiba-tiba datang lagi" pamit Kiki pada Arra


"Iya, aku mengerti"


"Mau aku antar pulang" tawar Faki pada Kiki


Kiki mengangguk senang "kebetulan motorku lagi ada di bengkel"


"Hati-hati di jalan, Faki jaga temanku ya, jangan ngebut" ucap Arra menghantar kepergian Kiki dan Faki


Reza pulang dari rumah sakit, sesampai didepan rumah ia melihat Sarah yang hendak keluar ‘’Mau ke mana" tanya Reza


"Ke rumah ka Fia, kakak mau ikut ?", Kak Fia cantik loh, siapa tau aja nanti setelah liat Ka Fia kakak naksir"


"Jangan ngawur kamu"


"Serius Ka, kemarin aja ka Fia bertanya banyak hal tentang ka Reza, itu kan pertanda baik, oh ya kakak dari mana ?, dari rumah sakit lagi ya, gimana kabar ka Jasmin"


"Dari mana tau baik, ketemu saja tidak" ucap Sarah lirih melihat kepergian kakaknya dengan iba, kemudian ia segera menuju rumah Arra.


Sarah menekan bel beberapa kali, tak berapa lama pagar terbuka, sarah terkejut melihat memar di kaki Arra


"Apa yang terjadi dengan Kakak, kenapa kaki Kakak memer seperti itu"


"Ahhh, kemarin ada kecelakan kecil besok juga sembuh"


"Tunggu sebentar" ucap Sarah, segera barlari menuju rumah mereka, sesampai di rumah Sarah yang terengah berteriak, mencari sesuatu


"Ka, Ka, liat minyak yang dapat mengurangi nyeri tidak"


"Kamu kenapa sih teriak-teriak, itu ada di laci bawah tv"


"Kakak Fia terluka, jadi aku harus mengobati lukanya, aishhh Kakak ikut ya"


"Buat apa"

__ADS_1


"Ayolah, lagi pula Kakak belum pernah ketemu kak Fia kan"


"Itu tidak perlu"


"Sudahlah, ayo ikuti aku" Sarah menarih paksa Reza, tiba-tiba telpon rumah berdering,


"Sudah pergi sana, Kakak mau angkat telepon dulu"


Sarah sedikit kesal melepaskan genggamannya


Sarah segera pergi ke rumah Arra lagi, di ruang tamu Arra sudah menunggu dan dia seger manghampiri Arra


"Kemana perginya semua orang, kenapa tidak ada orang dirumah sebesar ini, padahal kak lagi sakit" oceh Sarah


"Ada apa, kenapa kamu datang ke sini"


"Memang tidak boleh, bukankah kakak bilang aku boleh datang ke rumah ini, asal Mama Kakak tidak ada di rumah, Ka ajari aku melukis lagi"


"Kamu benar-benar suka melukis ya"


"Iya, di rumah sangat banyak lukisan, keluarga kami menyukai lukisan tapi tidak ada satupun yang bisa melukis, lucu bukan ?"


"Benarkah, pasti rumah kalian sangat indah dihiasi lukisan"


"Tentu saja, lain waktu Kakak harus datang ke rumahku untuk melihatnya"


"Tentu, kalau begitu ayo naik"


Sesampai di kamar Arra ‘’Wahh setiap kali melihat kamar Kakak aku merasa nyaman dan tidak membosankan"


"Kamu bisa saja, oh ya, bisa tolong ambilkan kanvas di lemari yang itu" menunjuk sebuah lemari


"Lemari apa ini" ucap Sarah sambil membuka lemari tersebut, alangkah terkejutnya ia melihat lukisan yang tersususn rapi di lemari besar tersebut dan ia juga melihat alat musik di sana ‘’Kakak bisa memainkan gitar"


"Tidak juga"


"Wahhh kakak benar-benar hebat" ucap Sarah, mengambil salah satu kanvas kosong, tak sengaja ia menyenggol tumpukan lukisan yang berada di dekat kanvas kosong, "ahh jatuh, maaf ka, aku tidak sengaja" ucap Sarah, mulai merapikan lukisan yang terjatuh, alangkah terkejutnya Sarah melihat lukisan yang terukir di kanvas itu, Sarah lagsung berteriak melihatnya ‘’Aaaaaaaaa"

__ADS_1


__ADS_2